Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRODUKTIFITAS DAN PRESTASI KERJA SEORANG PEMIMPIN Husni Fadlan, Amul; Hartini, sri
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal At Tasyri'i Januari Juni 2022
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/attasyrii.v5i1.165

Abstract

Factors Affecting Work Productivity There are several factors that can affectemployee work productivity, namely: Training, Job training to equip employees withskills and the right way to use work equipment. Mental and Physical Ability The mentaland physical environment of employees is very important to be a concern for, because thephysical and mental state of employees has a very close relationship with employee workproductivity.Meanwhile, Tiffin and Cormick said that the factors that affect work productivitycan be said to be in two groups, namely: 1). Factors that exist in the individual, namelyage, temperament, individual physical condition, complaints, and motivation 2). thatexist outside the individual, namely physical conditions such as atmosphere, lighting, resttime, length of work, wage factors, organizational forms, social environment, and family.Work Achievement of a Leader, Understanding Work Performance is a workachieved by a person in carrying out the tasks assigned to him based on achievement andsincerity of time.Based on the understanding stated above, it can be concluded that workperformance is an employee in terms of quality and quantity in carrying out work inaccordance with the responsibilities given over a certain period of time.Factors Affecting Work Performance There are 3 factors that affect workperformance, namely: 1). Ability factor: psychologically, the employee's ability consists ofpotential abilities and reality abilities, employees who have adequate education for theirpositions and skills in carrying out daily work will better achieve the expected work. 2).The motivational factor is the mental condition of the employee, which means that theemployee must be mentally prepared, physically able, understand the main workobjectives to be achieved, be able to utilize and create work situations, 3). SituationFactors: situations that can affect work are the conditions of the room which are certainlyquiet, a good working atmosphere, a supportive work system will certainly encourage thecreation of high work performance.Performance Indicators Work performance indicators, namely: Quality of Work(Quality), namely the level of perfection of work processes or fulfillment of ideal andexpected work activities.
PENGEMBANGAN EKONOMI PEREMPUAN NELAYAN DI NAGARI SASAK RANAH PASISIE: PENDEKATAN PARTISIPATIF DAN GERAKAN JULO-JULO Husni Fadlan, Amul; Lutfiyani, Lutfiyani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3437-3451

Abstract

Nagari Sasak Ranah Pasisie di Kabupaten Pasaman Barat, yang sebelumnya masuk dalam kategori 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal), telah menunjukkan beberapa perubahan sosial-ekonomi sejak dikeluarkan dari kategori tersebut pada tahun 2019. Berbagai sumber daya yang dimiliki dari hasil laut berupa ikan, udang, memiliki paasar ikan dan tempat pendaratan ikan, jumlah kunjungan pariwisata yang cukup tinggi, hasil pertanian dan perkebunan juga tinggi, pertambangan, peternakan, seni budaya seperti orgen tunggal, tari, ronggeng, pencak silat, julo-julo dan lain sebagainya. Dari berbagai sumber daya tersebut belum termanfaatkan dengan baik.  Pendampingan ini berfocus terhadap perempuan nelayan karena  perempuan di sini banyak terlibat dalam berbagai aspek perikanan, mulai dari penjualan ikan, pengolahan hasil ikan, hingga pemasaran. Namun, perkembangan signifikan masih belum terlihat. Pendampingan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan nelayan melalui Gerakan Julo-Julo guna memperkuat ekonomi lokal. Pengabdian ini dilakukan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research), dengan melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pengelolaan ikan, pengemasan, dan pemasaran. Data dikumpulkan melalui observasi, FGD (Focused Group Discussion), dan wawancara sesuai strategi yang ada dalam metode PAR. Selanjutnya pelaksanaan pengabdian pemberdayaan perempuan nelayan ini dimulai dari FGD untuk melihat potensi daerah, Pengorganisasian kelompok, Sosialisasi kesehatan dan kelayakan pangan serta perizinan usaha Rumah Tangga, sosialisasi pengembangan kewirausahaan , pelaksanaan pelatihan pengolahan ikan, kemudian pelatihan pengemasan dan pelabelan produk kemasan, terakhir adalah pelatihan pemasaran produk melalui online shop melalui took online shopee, lazada, IG, Tik Tok dan lain sebagainya. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan nelayan melalui pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan kualitas produk, pengetahuan manajemen keuangan, serta keterampilan dalam pemasaran online dan offline. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Sasak Ranah Pasisie, serta memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan alam di daerah tersebut.