Ghoba, Karolina Kalli
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Sel Komunitas Tritunggal Maha Kudus Muda-Mudi dalam Mencapai Tujuannya di Kota Malang Denny, Florentinus; Ghoba, Karolina Kalli; Tawa, Angelika Bule
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 3 (2022): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.539 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i3.1225

Abstract

Sel merupakan bagian terkecil didalam Komunitas Tritunggal Maha Kudus yang beranggota 4-16 orang yang di Kota Malang, terdapat 5 muda-mudi yang tercatat dan diakui. Koefisien korelasi antar kegiatan sel Komunitas Tritunggal Maha Kudus muda-mudi dalam mencapai tujuan Komunitas Tritunggal Maha Kudus sebesar 0,982 adalah signifikan, artinya koefisian tersebut dapat diberlakukan untuk seluruh populasi yakni 20 orang responden. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, maka Tujuan Komunitas Tritunggal Maha Kudus sebesar 96,4 % dipengaruhi oleh kegiatan sel dan sisanya 3,6% dipengaruhi oleh faktor lain. Penulis merasa bahwa Komunitas Tritunggal Maha Kudus tentu sudah pada jalan yang benar dan peneliti. Kesimpulan, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sel Komunitas Tritunggal Maha Kudus muda-mudi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dalam mencapai tujuan Komunitas Tritunggal Maha Kudus. Berdasarkan penghitungan, ternyata diketahui bahwa hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, kegiatan sel Komunitas Tritunggal Maha Kudus muda-mudi dalam mencapai tujuan Komunitas Tritunggal Maha Kudus ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kegiatan sel Komunitas Tritunggal Maha Kudus muda-mudi dalam mencapai tujuan Komunitas Tritunggal Maha Kudus diterima.
Totemisme Mentawai: Menggali Makna Arat Sabulungan dalam Pembangunan Uma bagi Orang Mentawai Derung, Teresia Noiman; Ghoba, Karolina Kalli; Ardila, Mike; Pandity, Yoseph Ivan Inzaghi W
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.8 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i8.1276

Abstract

Totemisme adalah istilah menunjuk pada suatu kepercayaan atau agama yang hidup pada sebuah komunitas atau organisasi. Mereka mempercayai bahwa adanya daya atau sifat ilahi yang dikandung didalamnya merupakan pegangan hidup mereka. Pada temuan Durkheim tentang totemisme sebagai sistem agama yang paling sederhana dan primitif serta menjadi lambang organisasi sosial yakni oleh masyarakat tertentu. Orang Mentawai memiliki kepercayaan sendiri yang dianut oleh orang asli suku Mentawai yaitu Arat Sabulungan. Mereka percaya bahwa benda memiliki roh dan jiwa yaitu Seperti dalam pembangunan Uma, orang Mentawai memiliki ritual dalam pembangunan Uma. Jika ritual itu tidak dilaksanakan akan mengakibatkan orang yang membangun Uma celaka dan sakit. Sehingga dalam ritual pembangunan Uma orang Mentawai memaknai hal itu adalah sebagai keselamatan bagi mereka dan terhindar dari kesialan dan penyakit. Adapun tujuan penulis, ingin lebih menggali makna Arat Sabulungan dalam pembangunan Uma bagi orang Mentawai. Hasil penelitian diukur menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara tertutup.