Tarigan, Mehamad Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Mobilisasi Misi di Gereja Batak Karo Protestan di Tahun 1965 hingga 2023 Kaban, Frans Mezhya Lauta; Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.766 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v3i4.1478

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Gereja yang harus memobilisasi misi. Mobilisasi misi tidak hanya melibatkan pelayan khusus melainkan jemaat. Mereka dilibatkan bukan hanya di dalam Gereja, melainkan ke luar Gereja untuk diutus memberitakan Injil kepada suku-suku terabaikan. Metode penelitian yang penulis pakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari buku-buku dan arsip. Gereja Batak Karo Protestan melakukan mobilisasi misi hanya untuk suku Batak Karo saja, belum menjangkau suku lainnya. Ada beberapa hambatan yang dialami Gereja Batak Karo Protestan yaitu kekurangan dana, kekurangan tenaga dan kurangnya metode dalam melakukan mobilisasi misi serta adanya tuduhan kristenisasi. Dalam hal ini, Gereja Batak Karo Protestan perlu membentuk kelompok kecil serta memilih salah satu suku tertentu yang belum beragama. Sebaiknya dilakukan mobilisasi misi agar jemaat semangat dalam mempersiapkan hal dana, daya dan doa untuk memberitakan Injil ke luar yaitu menjangkau suku-suku yang belum beragama.
Pelayanan Pekabar Injil Nederlandsche Zendeling-Genootschap (NZG) Untuk Meningkatkan Pertanian di Tanah Karo Sembiring, Riki; Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i9.1743

Abstract

Pertanian merupakan sektor yang bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan pangan manusia, sehingga eksistensinya mutlak diperlukan oleh semua pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelayanan pertanian yang diberikan oleh Nederlandsche Zendeling-Genootschap (NZG) tahun 1890-1941 di tanah Karo. Penelitian menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian yaitu, kegigihan pelayanan NZG terhadap pertanian Karo dalam hal menjadi aron (kelompok kerja), membuka tiga (pasar), penggunaan teknologi pertanian, melaksanakan ekspor pertanian, penyuluh pertanian, pelayanan pertanian kepada para penyakit lepra, dan bekerja sama dengan pemerintah membuat pertanian dari masyarakat Karo mengalami perkembangan yang lebih baik. Saat ini, gereja khususnya Gereja Batak Karo Prostestan (GBKP) yang merupakan tempat persekutuan masyarakat Karo menjadi jemaat yang sudah menerima pekabaran Injil, harus mampu bercermin terhadap sejarah pelayanan pertanian NZG. Jemaat sedang bergumul terhadap pertanian yang mereka miliki, baik dari segi pengelolaan, pemasaran, dan juga bencana alam seperti gunung Sinabung yang merusak sebagian besar pertanian yang ada di Tanah Karo. Pelayanan dalam aspek kerohanian saja tidak cukup untuk menjawab pergumulan jemaat GBKP yang membutuhkan sentuhan praktis dalam bidang pertanian.
Baptisan dan Relevansinya pada Kehidupan Jemaat Dalam Mewujudkan Hidup Baru Ginting, Januar Jesuil Eliasta; Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i6.1761

Abstract

Pembaptisan adalah salah satu sakramen yang ada di suatu gereja yang memiliki maksud bahwa dengan baptisan itu seseorang yang dibaptis akan menjadi anggota Kristus. Hubungan kita dengan Kristus tidak terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari maka hubungan lain pasti akan mengisi kekosongan ini jika bukan pikiran Kristus Tuhan yang mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain maka pikiran-pikiran ilah-ilah yang lain pasti akan mempengaruhi hubungan itu. Penelitian menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menemukan bahaw upaya pembaptisan itu memiliki aneka ragam pendapat dan perlu dipahami oleh orang percaya dalam keberadaannya sebagai anggota gereja itu sendiri. Ketika seseorang dibaptis sudah selayaknya mereka harus menunjukkan relevansi baptisan itu di dalam kehidupannya sehari-hari baik sebagai orang Kristen dan juga sebagai anggota warga jemaat di gereja tempat dia dibaptis. Akan tetapi tidak sedikit orang yang sudah dibaptis masih tetap saja tidak ada pembaharuan dalam kehidupan mereka dari sikap pikiran perkataan dan perbuatan masih dalam kehidupan.
Sejarah Perkembangan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo Surbakti, Ella Angelina Br; Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i5.2130

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui sejarah perkembangan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dan mengingatkan tugas penting bagi gereja dalam memberikan perhatian kepada penderita kusta walaupun Rumah Sakit Kusta Lau Simomo bukan milik Gereja Batak Karo Protestan. Metode yang digunakan dalam pengerjaan tesis ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan meneliti buku- buku sejarah, arsip-arsip di Kantor Sinode Gereja Batak Karo Protestan dan museum Gereja Batak Karo Protestan serta mewawancarai tokoh- tokoh yang mengetahui Sejarah Rumah Sakit Kusta Lau Simomo. Dan hasil yang didapat adalah Gereja Batak Karo Protestan belum melakukan pelayanan khusus terhadap penderita kusta di Rumah Sakit Kusta Lau Simomo, oleh sebab itu pelayanan kepada penderita kusta sebagai tugas yang penting bagi Gereja Batak Karo Protestan di masa depan. Bahwa pelayanan kepada penderita kusta adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Sama halnya seperti para Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) yang melayani penderita kusta menjadikan mereka sama seperti seorang saudara. Sampai saat ini Gereja Batak Karo Protestan masih berusaha mengambilalih kepemilikan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dengan mencari dan menerjemahkan arsip-arsip sejarah di Belanda.
Studi Historis Kritis Tentang Peran Paulus di Tengah Konflik Jemaat Menurut 2 Korintus 5:11-21 Sinuhaji, Mayesti Latersia; Sipayung, Jon Riahman; Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i10.2496

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggali peran Paulus sebagai agen rekonsiliasi dalam konflik jemaat Korintus melalui studi terhadap teks 2 Korintus 5:11-21 sebagai dasar pelayanan Perdamaian. Hal ini dilatarbelakangi oleh kehadiran konflik dalam berbagai bentuk yang terjadi di jemaat mula-mula hingga kehidupan gereja masa kini. Dengan metode pendekatan tafsir historis kritis terhadap teks 2 Korintus 5:11-21, penulis berhadap dapat menggali realitas konflik yang terjadi di jemaat Korintus dan faktor serta cara yang dipakai Paulus untuk dapat menghadirkan perdamaian di tengah konflik tersebut. Hipotesis awal yang dikemukakan adalah bahwa Paulus sebagai agen rekonsiliasi mampu melepaskan diri dari relasi konflik dan memperhadapkan jemaat Korintus dengan Allah, meminta mereka untuk diperdamaikan, dengan memahami bahwa konflik bukan hanya masalah sosial namun juga spiritual. Paulus menyadarkan dan membantu jemaat untuk dapat kembali berfokus dan berdamai dengan Kristus sebagai langkah awal untuk mendamaikan jemaat Korintus dengan pihak-pihak lain yang berkonflik dengan mereka. Disinilah peran Paulus sebagai agen rekonsiliasi tampak nyata.
Gereja Terhadap Pa Mbelgah: Siasat Gereja Sebagai Pembinaan Jemaat di Awal Kekristenan Karo Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i2.2786

Abstract

Penelitian ini mencoba menjelaskan tentang Siasat Gereja Terhadap Pa Mbelgah (Siasat Gereja Sebagai Pembinaan Jemaat di Awal Kekristenan Karo). Penelitian ini memakai metode Deskriptif Kualitatif, dengan melakukan observasi, membaca buku-buku serta arsip NZG. Penelitian ini membahas tentang cara misionaris menghadapi masyarakat Karo yang memakai gendang Karo untuk perayaan-perayaan adat-budaya Karo, dapat ditemukan pada kasus seorang tokoh Karo yang terkemuka dan sudah masuk Kristen, yaitu Pa Mbelgah Purba (Bakal Purba). Menurut Tim Penelitian GBKP tahun 1976 beliau dan kawan-kawannya menerima baptisan kudus tanpa pengajaran katekisasi yang teratur. Seharusnya pertanyaan kepada Pa Mbelgah harus dijawab dengan jawaban Pastoral-Injili bukan jawaban legalistis. Jawaban seperti ini penulis lihat belum memadai. Misionaris melihat musik tradisional dan orkestra sebagai milik masa lalu yang kafir yang tidak bisa dimiliki dalam kehidupan Kristen yang baru. Pa Mbelgah bersikeras karena dia harus menjalankan tanggung jawab sebagai penguasa daerah Kabanjahe dan dia tetap memakai gendang Karo. Akhirnya Pa Mbelgah dikucilkan dari gereja. Seharusnya di sinilah kesempatan misionaris NZG untuk melakukan dialog kontekstualnya.
Pemakaian Gendang Karo di GBKP: (Sebelum 1941 hingga Masa Kini) Tarigan, Mehamad Wijaya
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i8.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Gereja Batak Karo Protestan menerima kembali Gendang Karo yang dahulu ditolak oleh misionaris pada zaman Zending di Tanah Karo. Warisan teologia para misionaris ini hingga masa gereja GBKP mandiri pada tanggal 23 Juli 1941. Tahun 1965, pemakaian Gendang Karo masih dipermasalahkan di GBKP. Pada saat Sidang Sinode GBKP IX pada tanggal 25-28 April 1966 di Kabanjahe diputuskan bahwa Gendang Karo bisa dipakai dalam acara adat dengan syarat Majelis Gereja mengawasi pemakaian Gendang Karo tersebut. Masalah yang muncul saat itu adalah unsur-unsur tahayul yang ada pada Gendang Karo. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kepustakaan. Ada beberapa acara adat Karo memakai Gendang Karo yang di dalam acara-acara tersebut terdapat unsur-unsur penyembahan roh-roh. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada yang salah dalam alat musik tersebut. Yang salah adalah tujuan penggunaan Gendang Karo yang tidak sesuai dengan iman Kristen. Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan baik.
Dialog Kontekstual Para Misionaris NZG di Tanah Karo: Studi Kasus Pa Mbelgah dalam Ketegangan antara Iman dan Budaya Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 6 (2025): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i6.3713

Abstract

Penelitian ini menganalisis kegagalan dialog kontekstual para misionaris Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) di Tanah Karo pada awal abad ke-20, dengan menyoroti kasus Pa Mbelgah (Bakal Purba) sebagai figur adat yang dikucilkan gereja karena mempertahankan gendang Karo dalam ritus budaya. Menggunakan pendekatan historis-teologis dan sosiologis, penelitian ini menemukan bahwa ketegangan antara iman dan budaya tidak hanya disebabkan oleh perbedaan teologis, tetapi juga oleh dominasi paradigma misi Barat yang menolak simbol-simbol lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja masa kini perlu merekonstruksi paradigma misi yang lebih dialogis dan kontekstual. Novelty penelitian ini terletak pada reinterpretasi kasus Pa Mbelgah sebagai titik balik bagi teologi kontekstual Indonesia yang menghargai kearifan lokal dan memperjuangkan rekonsiliasi antara iman dan budaya. Penelitian ini berkontribusi pada wacana teologi kontekstual dan praktik inkulturasi dalam gereja lokal terhadap pengembangan model rekonstruktif bagi kajian misiologi dan teologi publik yang lebih inklusif terhadap keberagaman budaya. Gereja dipanggil untuk bergerak dari paradigma eksklusif menuju model misi yang dialogis, empatik, dan partisipatoris.