Sondakh, Chichilya Selistye Pricilya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING PADA QTO PEKERJAAN SUB-STRUKTUR PROYEK SPORTHALL POLTEKES MANADO MENGGUNAKAN CUBICOST-TAS Sondakh, Chichilya Selistye Pricilya; Warbung, Gerald Geoffrey; Pinori, Mickson
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2024):
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v12i2.47772

Abstract

Peningkatan permintaan di sektor konstruksi paska pandemi Covid-19 terkait dengan berbagai permasalahan dan tantangan yang sering terjadi di dalam industri konstruksi tradisional. Perkembangan teknologi digital kemudian memberikan dampak yang besar dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur sehingga menjadi lebih efisien dan produktif, salah satunya dengan Building Information Modelling (BIM). Pembangunan Sport Hall Poltekkes Manado Tahap 1 merupakan pekerjaan konstruksi bangunan bawah atau sub-struktur. Proses perencanaan proyek ini masih menggunakan metode konvensional yang membutuhkan proses yang rumit dan rentan untuk terjadi clash karena belum terintegrasi antara setiap unsur dalam proses perencanaan. Pengaplikasian BIM Cubicost TAS menjadi salah satu alternatif mengubah proses konstruksi tradisional menjadi lebih efisien dan terintegrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif, dimana proses pengumpulan data dan analisis perumusan kesimpulan berdasarkan data-data numerik yang dihasilkan dari pengaplikasian BIM Cubicost-TAS. Data yang digunakan berasal dari dokumen proyek berupa gambar kerja, BOQ dan DED. Dari hasil pemodelan menggunakan BIM Cubicost-TAS terjadi efisiensi hasil perhitungan karena elemen struktur dimodelkan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu hasil perhitungan berupa volume pekerjaan dapat dikeluarkan secara otomatis, dalam proses analisis pun dapat mengurangi tingkat kesalahan perhitungan volume yang bisa disebabkan oleh elemen-elemen yang bersinggungan.
KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER BERBASIS METAKAOLIN TORAGET DENGAN PERAWATAN SUHU RUANG Sondakh, Chichilya Selistye Pricilya; Butar-Butar, Samuel; Pinori, Mickson
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34479

Abstract

North Sulawesi is reported to have kaolin deposit reserves reaching to 20 million tons. Metakaolin as a result of calcination of kaolin can be used as a basic material for making environmentally friendly concrete known as geopolymer concrete. The binding process of geopolymer concrete requires elevated temperature curing which in technical construction implementation can be a constraint, so efforts are needed to obtain geopolymer concrete with more practical curing without reducing the quality of the concrete. One alternative that can be done is ambient curing but it requires other materials in the mixture that in the process generate heat to help the polymerization process. The materials chosen as metakaolin substitutes in this study were portland cement and white portland cement by replacing 10% and 15% of the total weight of metakaolin, respectively. The purpose of this study is to obtain the characteristics of North Sulawesi's local metakaolin-based geopolymer concrete with ambient curing by reviewing 3 parameters: concrete compressive strength, then concrete strength against flexure and splitting tensile strength using quantitative research methods through experiments. The results of the study showed that metakaolin-based geopolymer concrete could be made with ambient curing without partial substitution of metakaolin, but with 15% portland cement or white portland cement substitution, geopolymer concrete experienced an increase in compressive strength even reaching 31.4 MPa, splitting tensile strength was obtained at an average of 3.8 MPa and flexural strength was obtained at an average of 0.126 MPa. Abstrak Sulawesi Utara dilaporkan memiliki cadangan endapan kaolin mencapai 20 juta ton. Metakaolin sebagai hasil kalsinasi dari kaolin bisa dimanfaatkan sebagai material dasar pembuatan beton ramah lingkungan yang dikenal sebagai beton geopolimer. Proses pengikatan beton geopolimer memerlukan perawatan panas yang dalam teknis pelaksanaan konstruksi bisa menjadi kendala, sehingga diperlukan upaya untuk mendapatkan beton geopolimer dengan perawatan yang lebih praktis namun tidak mengurangi mutu beton. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan perawatan suhu ruang namun diperlukan material lain dalam campuran yang dalam prosesnya menghasilkan panas sehingga bisa membantu proses polimerisasi. Material yang dipilih sebagai subtituen parsial metakaolin dalam penelitian ini adalah semen dan semen putih dengan mengganti masing-masing 10% dan 15% dari total berat binder. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan karakteristik beton geopolimer berbasis metakaolin lokal Sulut pada perawatan suhu ruang. Parameter yang ditinjau yaitu kuat tekan beton, kemudian kekuatan beton terhadap lentur dan tarik belah dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton geopolimer berbasis metakaolin bisa dilakukan dengan perawatan suhu ruang tanpa substitusi parsial metakaolin, namun dengan substitusi 15% semen atau semen putih beton geopolimer mengalami pengingkatan kuat tekan bahkan mencapai 31,4 MPa, kuat tarik belah didapatkan rata-rata 3,8 MPa dan kuat lentur rata-rata 0,126 MPa.