Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tindak Tutur Direktif dalam Sinema Salahuddin Al-batal Al-Ustūrah Novriani, Nadia; Afriani, Susi Herti
Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3 No 01 (2022): Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.902 KB) | DOI: 10.19109/kitabina.v3i01.15416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan fungsi “Tindak Tutur Direktif Dalam Sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25”.Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur dari Searle. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat.Sedangkan metode analisisnya menggunakan metode padan, metode padan yang peneliti gunakan yaitu metode padan pragmatis yang mana alat penentunya adalah lawan atau mitra wicara. Teknik analisis datanya menggunakan teknik pilah unsur tertentu. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu ditemukan tuturan direktif dalam sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25 sebanyak 104 tuturan. Adapun pembagiannya sebagai berikut: 18 tuturan berbentuk permintaan, 32 tuturan berbentuk pertanyaan, 34 tuturan berbentuk perintah, tujuh tuturan berbentuk pemberian izin, tujuh tuturan berbentuk nasihat dan enam tuturan berbentuk larangan. Dari keenam bentuk tindak tutur direktif dalam Sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25 bentuk perintah paling banyak ditemukan, sedangkan bentuk larangan paling sedikit ditemukan. Adapun fungsi tindak tutur direktif dalam sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25, ditemukan sebanyak 27 dari 38 macam fungsi tindak tutur direktif. Penelitian ini berkontribusi untuk menambah khazanah mufrodat bagi mahasiswa bahasa dan sastra arab yang mana dapat diambil dari dialog teks sinema salahuddin.
Politeness Strategies in English Directives: Empirical Evidence of Cross-Cultural Communication Among Indonesian and Malaysian Speakers Afriani, Susi Herti; Astina, Ria; Said, Jamaliah; Alfi, Coky Fauzi; Novriani, Nadia
Journal of Language and Literature Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jolls.v6i2.4595

Abstract

Utterances constitute a fundamental form of communication in university settings, where students perform directive speech acts to request, instruct, or negotiate actions with peers, lecturers, and others. Although directives in English are widely used across academic contexts, their linguistic realizations vary across cultures. This study investigates politeness strategies in English directives among Indonesian (Palembangnese) English-speaking students (PSI) and Malaysian English-speaking students (MSM), two culturally related groups with potentially distinct pragmatic orientations. Employing a mixed-methods approach, the study integrates Written Discourse Completion Tasks and semi-structured interviews to examine both shared and divergent patterns. The findings indicate that while both groups employ common politeness markers (e.g., “please” and “thank you”) and are sensitive to contextual variables such as age, power, and social distance, they differ in their pragmatic orientations. PSI tend to emphasise expressions such as “excuse me” and respectful address terms, reflecting culturally embedded values of respect and religio-cultural influences, whereas MSM more frequently employ explicit expressions of gratitude, indicating a stronger orientation toward interpersonal management. These results highlight the role of cultural norms in shaping politeness as a reciprocal social practice. Despite its contributions, the study is limited to specific university contexts and age groups. Future research should include more diverse participants and longitudinal designs to capture the dynamic development of politeness strategies. Overall, understanding the cultural and linguistic dimensions of politeness is essential for enhancing cross-cultural communication, reducing misinterpretation, and fostering intercultural awareness in increasingly globalised academic environments.