Masalah lingkungan yang muncul saat ini banyak disebabkan oleh aktivitas manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan. Hal itu disebabkan oleh kemampuan literasi lingkungan yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa melalui pemilihan model pembelajaran yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi lingkungan siswa yang diajar menggunakan model Project Based Learning berbantuan video pembelajaran dan siswa yang diajar menggunakan model ekspositori. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian Posttest Only Control Design. Sampel pada penelitian ini yaitu, kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu, soal tes literasi lingkungan, angket literasi lingkungan, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai pada kelas kontrol sebesar 78,56, sedangkan rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 83,71. Analisis statistik inferensial dilakukan dengan cara uji-t (uji independent sample T-Test). Berdasarkan hasil uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,001 artinya sig < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil perhitungan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi lingkungan siswa kelas VII SMPN 2 Kandangan yang diajar menggunakan model Project Based Learning berbantuan video pembelajaran dan siswa yang diajar menggunakan model ekspositori.