Deep vein thrombosis (DVT) adalah salah satu bagian dari kelainan venous thromboembolism (VTE) dan umum terjadi dengan angka kejadian 1,6/1000 setiap tahunnya. Penyakit ini dikarakteristikan dengan pembentukan bekuan darah di vena dalam, umumya terjadi pada ekstremitas inferior namun juga dapat terjadi pada vena dalam dibagian tubuh lainnya. Segala faktor risiko yang berkaitan dengan keadaan hiperkoagulasi, rusaknya endotel, dan stasis vena dapat menyebabkan terjadinya DVT. Terdapat kriteria Wells, pemeriksaan D-dimer, dan USG vena yang dapat membantu menegakkan diagnosa DVT selain dilakukannya anamnesa dan pemeriksaan fisik terkait. Pentingnya penanganan DVT secara komprehensif dan berkelanjutan untuk mencegah DVT berulang. Dalam laporan kasus ini disajikan kasus DVT pada pasien berusia 30 tahun yang mengeluhkan nyeri pada kaki kiri sejak 4 hari terakhir disertai bengkak, kemerahan, dan demam. Pemeriksaan fisik ditemukan takikardi, ekstermitas inferior sinistra hiperemis, edema, dan terasa lebih hangat dibandingkan bagian dekstra, nyeri tekan positif, Homan sign positif, distensi vena superfisial, CRT > 2 detik, dan pulsasi nadi distal normal. Didapatkan total skor 4 dari kriteria Wells yang telah dimodifikasi. Hasil laboratorium leukositosis, trombositopenia, peningkatan D-dimer. USG Doppler didapatkan gambaran deep vein thrombus pada common femoral vein, femoral vein, popliteal vein, vena tibialis bagian proksimal-distal anterior, dan vena tibialis posterior sinistra. Ditemukan juga soft tissue swelling pada regio femur, cruris, dan pedis sinistra. Pasien ini dikonsulkan kepada Sp. BTKV dan dilakukan tindakan trombektomi vena.