Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ruang

INDENTIFIKASI STRUKTUR DAN POLA RUANG DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA SULAWESI TENGAH Eisenring, Deltri Dikwardi; H. Yunus, Vivi Novianti H. Yunus; Fitrawan, Dzaki Surya
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 2 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i2 September.26

Abstract

Struktur dan pola ruang adalah komponen penting didalam sebuah proses tata ruang. Kabupaten Tojo Una-una di Provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi pariwisata dan juga terdapat wilayah rawan bencana yang dapat memberikan dampak negatif, maka dibutuhkan rencana tata ruang yang baik untuk meminimalisir dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi struktur dan pola ruang di Kabupate Tojo Una-una dan mendapatkan program priotas 5 tahun kedepan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan Teknik analisis spasial untuk mengetahui struktur dan pola ruang Kabupate Tojo Una-una dan pendekatan analisis SWOT untuk mengetahui program priotas yang dapat diterapkan untuk 5 tahun kedepan. Hasil analisis dan pembahasan adalah pada struktur ruang ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi dalam Implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Tojo Una-una antara lain kurang adanya fasilitas yang memadai di Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), rencana jaringan drainase dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hanya terdapat di satu wilayah saja,dan jaringan telekomunikasi memiliki banyak keberadaan tower yang tidak tertata dan beberapa provider belum memiliki ijin lokasi. Pola ruang untuk Kawasan lindung di Kabupaten Tojo una-una seluas 83420.160 Ha yang seharusnya dilindungi dan memiliki fungsi perlindungan yang dapat dipertahankan dan untuk Kawasan budidaya memiliki jumlah total Kawasan budidaya di Kabupaten Tojo una-una adalah 263032.86 Ha kecamatan yang memiliki luas Kawasan budidaya terkecil yaitu kecamatan walea kepulauan. Terdapat 8 program prioritas yang telah dirumuskan untuk 5 tahun kedepan berdasarkan hasil analisis SWOT di dapatkan pada kuandran 1 (strategi progresif), salah satu diantaranya adalah peningkatan Akses transportasi terlebihnya jalur laut
PERTUMBUHAN AREA PERKOTAAN 2 DI SEKITAR KAMPUS PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS TADULAKO PALU Eisenring, Deltri Dikwardi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 1 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i1 Maret.42

Abstract

Semakin besar dan semakin banyak mahasiswa yang belajar di Kampus UNTAD, akan lebih besar pengaruh yang ditimbulkan terhadap perubahan penggunaan lahan suatu kawasan yang berakibat pada tumbuhnya area permukiman, area komersil di perkotaan serta industri-industri yang berkembang pada suatu area tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi perkembangan dan pola pertumbuhan area perkotaan yang terjadi karena adanya kampus perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan baru di Kota Palu. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deksriptif untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan area permukiman dan komersil pada aktivitas perkotaan serta pengamatan peta dengan rentang 5 tahun untuk mengetahui pola pertumbuhan yang terbentuk di area kampus UNTAD. Hasil analisis dan pembahasan adalah terjalin hubungan akademis antara UNTAD dengan perguruan tinggi lainnya dengan adanya pertukaran dosen yang berujung pada kemajuan pertumbuhan kampus lainnya di area tersebut. Kampus UNTAD berpengaruh pada pertumbuhan kawasan permukiman dan komersil tetapi ada faktor lain juga yang mempengaruhi yaitu Jalan Soekarno-Hatta yang mengarah ke pelabuhan pantoloan yang dimana para pengusaha komersil banyak mengambil bahan mentah di pabrik-pabrik dekat pelabuhan. Pola pertumbuhan di Kawasan Kampus UNTAD terdapat 2 pola pertumbuhan yang terjadi yaitu pola pertumbuhan komersil yang mengikuti jalan dan pola pertumbuhan permukiman yang meloncat mengisi lahan yang dulunya merupakan lahan pertanian
Pengembangan Pariwisata Dengan Pendekatan Community Based Tourism (CBT) Di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso Kaliey, Ricky Yohanes; Eisenring, Deltri Dikwardi; Lutfi, Lutfi; Sarifuddin, Sarifuddin; Burhanuddin, Burhanuddin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 19 No 1 (2025): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v19i1.224

Abstract

This research aims to formulate a sustainable tourism development strategy involving the community of Wera Village. The research employed a mixed-methods approach to understand the village's potential and tourist needs. The research results are outlined in four main strategies: (1) optimizing natural potential as the main attraction, (2) improving the quality and quantity of supporting tourism facilities, (3) utilizing digital technology for more effective promotion, and (4) empowering the community through training and active participation in management. Based on the research results, several strategic steps are recommended. First, the local government needs to allocate sufficient funds for the development of tourism infrastructure and facilities. Second, continuous training programs must be implemented to enhance the community's capacity in managing the tourism sector. Third, comprehensive regulations are needed to regulate tourism activities and protect the environment. Finally, increasing public awareness of the importance of environmental sustainability and culture, as well as their active participation in tourism management, is essential.