Fitriah Fajar Maghfirah
Urban And Regional Planning Department, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jalan Bendungan Sigura-gura Nomor 2, Malang 65111, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tingkat Kapasitas Masyarakat Pasca Bencana Gempa Bumi di Kota Palu (Studi Kasus: Kecamatan Palu Barat) Maghfirah, Fitriah Fajar; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v16i4.31604

Abstract

The Subdistrict of West Palu is one of the sub-districts in the City which is the center of social, government and trade activities. West Palu is also a center for the development of facilities and infrastructure in the City. This sub-district is not the most populated area in the city of Palu, but it is the most affected district and suffered the worst damage during the 28 September 2018 earthquake, that caused the loss of material and the number of fatalities. This study aims to understand the levels of community adaptation capacity of the earthquake in the Sub-district of West Palu. This study uses scoring and descriptive analysis to synthesize the results of the analysis by applying quantitative methods. Community adaptation capacity is seen from 4 (four) factors, which consist of financial support, community ability, supporting community, also technology and information. The results of the analysis indicate that the adaptation capacities level in the West Palu is at a moderate level. This shows that to survive and cope with the earthquake that will come at certain times, each family has strong ability and have been do their best to adapt, although it is not perfectly executed. The results of this study are expected to be input for the government and the community as disaster mitigation’s effort for those who doing activities in earthquake prone areas in order to minimize the risk of earthquake disasters in the West Palu Sub district. 
Analysis of Sustainable Livelihood level and its Influence on Community Vulnerability of Surumana Village, Central Sulawesi Ardiyanto Maksimilianus Gai; Titiek Poerwati; Fitriah Maghfirah; Monsar Marito Sir
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 4 No. 3 (2020): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2020.4.3.209-220

Abstract

Sustainable livelihood is an activity that can help households in meeting their needs for survival. However, frequent flooding, increase in population growth each year, lack of facilities that support livelihoods such as education and health facilities, has made community’s livelihoods decline. Frequent flood results in reduced agricultural production. As a result, resources available at the research site become unbalanced. Therefore, this study aims to formulate a village development concept based on sustainable livelihood. This research was conducted in Surumana Village, Donggala Regency, Central Sulawesi Province by using primary and secondary data with a sample of 82 households. Likert scale was employed to measure one’s or group’s attitudes, opinions, and perceptions regarding social events or symptoms experienced. Besides, the Delphi method was also employed and used to gather opinions from experts through questionnaires with feedback mechanism while maintaining the anonymity of experts’ responses. The study result show that the maximum resource strength is found in social capital. Meanwhile, the vulnerability that affects resources in Surumana Village is flooding. In addition, the factors that support realization are institutions, education, health, transportation, reducing flooding, and increasing agricultural production.
Persepsi Kepuasan Pemukim Berdasarkan Kondisi Lingkungan Hunian Tetap Tondo I Kota Palu Fitriah Fajar Maghfirah; Muhammad Najib; Rusli; Marwah Rahmat Karim
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.27

Abstract

Sektor perumahan dan permukiman paling banyak mengalami kerugian/kerusakan akibat bencana yang terjadi di Kota Palu pada 28 September 2018 silam. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan Hunian tetap sebagai tempat tinggal para korban bencana yang bersifat permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pemukim hunian tetap Tondo I pada aspek lokasi, prasarana lingkungan, dan sarana lingkungan. Kepuasan pemukim dapat terwujud apabila kebutuhan dan harapan terhadap lingkungan permukimannya dapat terpenuhi. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Validitas Reliabilitas dan Analisis Deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kondisi lingkungan permukiman di hunian tetap Tondo I yang masih belum optimal dalam penyediaannya sehingga menyebabkan kepuasan yang masih rendah. Selaras dengan hal tersebut, berdasarkan analisis gap antara kepuasan dan kepentingan yang mewakili harapannya, lima indikator yang perlu diperhatikan adalah: ketersediaan sarana pendidikan, ketersediaan sarana kesehatan, air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan layak dikonsumsi, lingkungan permukiman hunian tetap aman dari bencana banjir, dan lokasi hunian tetap cukup dekat/ mudah untuk menuju tempat kerja. Evaluasi untuk setiap indikator dilakukan berdasarkan Importance-Perfomance Analysis, terdapat enam indikator yang perlu mendapat prioritas utama pada Kuadran I yaitu: indikator lokasi hunian tetap cukup dekat/mudah untuk menuju tempat kerja, dan indikator lingkungan permukiman hunian tetap aman dari bencana banjir pada aspek Lokasi, indikator air bersih cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari dan layak dikonsumsi, dan indikator ketersediaan jaringan persampahan atau tempat pembuangan sampah pada aspek prasarana lingkungan, serta indikator ketersediaan sarana kesehatan di hunian tetap, dan indikator ketersediaan sarana pendidikan dan pembelajaran di hunian tetap pada aspek sarana lingkungan. Kata kunci: Kepuasan Pemukim, Hunian Tetap, Analisis Kepentingan Kinerja
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Pantai Lalos, Desa Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli Aji, Moch. Fahri; Lutfi; Takwim, Supriadi; Maghfirah, Fitriah Fajar; Eisenring, Deltri Dikwardi
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i2.39

Abstract

Pantai Lalos awalnya merupakan suatu tempat pencarian ikan bagi nelayan tetapi lokasinya yang strategis maka masyarakat desa setempat berisiniatif memberikan ide kepada kepala desa agar pantai tersebut bisa dijadikan objek wisata dan dimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengembangan wisata Pantai Lalos. Penelitian ini menggunakan metode analaisis data yaitu analisis korelasi dan regresi linear berganda  untuk melihat bentuk-bentuk partisipasi, faktor-faktor partisipasi, dan tingkat partisipasi yang mempengaruhi partisipasi dalam pengembangan wisata Pantai Lalos. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel independent yang menjadi faktor penelitian yang memberi pengaruh cukup besar untuk variabel dependen yaitu partisipasi masyarakat. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi  yang paling mempengaruhi adalah bentuk partisipasi dalam pikiran/ide dengan skor 85% sangat berpengaruh terhadap pengembangan wisata, dan faktor-faktor partisipasi yang paling mempengaruhi yaitu faktor penghasilan/pekerjaan dan lamanya tinggal dengan skor 86% sangat berpengaruh terhadap pengembangan wisata.
TINGKAT KAPASITAS MASYARAKAT PASCA BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA PALU (STUDI KASUS: KECAMATAN PALU BARAT) Maghfirah, Fitriah Fajar; Septyana, Dita; Sy Monti, Sri Rezeki
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 2 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i2 September.35

Abstract

Kecamatan Palu Barat merupakan salah satu kecamatan di Kota Palu yang menjadi pusat kegiatan sosial, pelayanan dan perdagangan. Kecamatan Palu Barat juga menjadi pusat pengembangan sarana dan prasarana yang ada di Kota Palu. Kecamatan ini bukan merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kota Palu, akan tetapi menjadi kecamatan terdampak dan mengalami kerusakan terparah saat kejadian gempa bumi 28 September 2018, hingga menimbulkan kerugian materiil dan jumlah korban jiwa yang tidak sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapasitas adaptasi masyarakat terhadap bencana gempa bumi sebagai upaya dalam mitigasi bencana di Kecamatan Palu Barat.Penelitian ini menggunakan analisis skoring dan deskriptif dalam mensintesis hasil analisis dengan metode kuantitatif. Kapasitas adaptasi masyarakat dilihat dari 4 (empat) faktor yaitu dukungan finansial, kemampuan masyarakat, komunitas pendukung, serta teknologi dan informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas adaptasi di Kecamatan Palu Barat berada pada tingkat sedang. Hal ini menunjukkan bahwa untuk bertahan tinggal di Kecamatan Palu Barat dan menghadapi bencana gempa bumi yang akan datang sewaktu-waktu, setiap keluarga memiliki kemampuan yang kuat atau telah berupaya beradaptasi semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan masing-masing rumah tangga meskipun belum optimal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana untuk mereka yang melakukan aktivitas di daerah rawan bencana gempa bumi agar dapat meminimalisir resiko bencana gempa bumi di Kecamatan Palu Barat
POLA DAN SEBARAN UMKM BERDASARKAN JENISNYA DI PERKOTAAN AMPANA KABUPATEN TOJO UNA-UNA Fajar Maghfirah, Fitriah; Sarifuddin, Sarifuddin; Oksan, Fergiawan
Jurnal Ekonomi Trend Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/trend.v13i1.521

Abstract

UMKM memainkan peran penting dalam menopang perekonomian nasional Indonesia.Menurut data dari Kementerian Koperasi, terdapat sekitar 64,2 juta UMKM yangmenyumbang sekitar 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai lebihdari 8.500 triliun rupiah. UMKM juga terbukti tangguh saat krisis, seperti saat pandemi.Dalam konteks tata ruang, Pasal 44 ayat 2 dan Pasal 57 ayat 7 RTRW menyebut Ampanasebagai pusat kegiatan lokal yang fokus pada pengembangan UMKM. Penelitian inimenganalisis pola sebaran UMKM berdasarkan jenisnya menggunakan metodedeskriptif dan analisis Nearest Neighbor. Hasil penelitian bahwa Ampana memiliki 915UMKM yang didominasi oleh usaha mikro. Kata kunci: Usaha Mikro Kecil Menengah, Pola Spasial, Sebaran UMKM
Rancangan Konsep Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Di Kelurahan Bonerato Kabupaten Tojo Una-Una Julia, Fratika; Maghfirah, Fitriah Fajar; Saleh, Rachmat; Laguni, Khaerunnisa
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 18 No 1 (2024): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v18i1.361

Abstract

Slums are one of the urban problems that impact environmental quality, public health, and regional sustainability. Bonerato Village in Tojo Una-Una Regency faces various settlement problems such as limited basic infrastructure, inadequate sanitation, poor drainage, and low quality of community housing. This study aims to formulate a concept for preventing and improving the quality of slum settlements through an architectural and regional planning approach. The research method uses a qualitative descriptive approach with field observations, interviews, and analysis of the physical conditions of the environment. The results show that the concept of handling slum settlements can be implemented through improving the quality of basic infrastructure, environmental spatial planning, providing green open spaces, community-based sanitation management, and strengthening community participation in area management. This concept is expected to create a healthy, safe, and sustainable residential environment.
TRANSFORMASI POLA PERMUKIMAN PESISIR PASCA TSUNAMI DI KECAMATAN TAWAELI KOTA PALU Takwim, Supriadi; Eisenring, Deltri Dikwardi; Winarta, Ardiansyah; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Maghfirah, Fitriah Fajar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal settlements in Tawaeli District, Palu, were severely damaged by the earthquake and tsunami of September 28, 2018, making it necessary to examine the transformation of spatial patterns and their implications for safer settlement planning. This study aims to identify changes in coastal settlement patterns before and after the tsunami, analyze the associated socio-economic impacts, evaluate the effectiveness of mitigation and spatial planning policies, and assess forms of community resilience and adaptation strategies. A descriptive–exploratory qualitative approach was employed, supported by spatial analysis. Primary data were obtained through in-depth interviews with affected residents, community leaders, and technical officials, as well as field observations and participatory mapping. Secondary data were derived from multi-temporal satellite imagery, tsunami hazard zoning maps, and planning documents such as spatial plans and detailed spatial plans, along with relevant institutional reports. The results show that prior to the tsunami, coastal settlements in Tawaeli were predominantly characterized by a linear pattern following the coastline and main roads. After the disaster, a mixed pattern emerged, including partial retreat from coastal zones, the development of permanent housing clusters in hilly areas, and self-reconstruction in certain coastal segments. Spatial planning policies have incorporated tsunami hazard considerations through the designation of high-risk zones; however, their implementation remains partial and not yet fully aligned with livelihood needs. Communities have responded through various adaptation strategies, including building modifications, gradual relocation, and livelihood diversification. This study concludes that the transformation of coastal settlement patterns in Tawaeli is the result of an interaction between disaster pressures, spatial planning policies, and community agency. Therefore, post-disaster spatial planning should simultaneously integrate risk reduction, livelihood sustainability, and the strengthening of community resilience.