Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mewujudkan PAUD Berbasis Entrepreneurship melalui Kearifan Lokal Rosidah, Laily; Surya Aprilyanti, Dian
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.305

Abstract

Kegiatan di PAUD diupayakan kegiatan yang dapat merangsang dan mengembangkan semua aspek perkembangan anak salah satu skill yang diharapkan juga diberikan sejak anak usia dini adalah entrepreneurship. Nilai dan perilaku entrepeneurship dapat ditanamkan dan ditumbuhkembangkan di anak usia dini dengan guru melakukannya dalam kehidupan sehari hari melalui stimulasi yang diberikan. Kegiatan entrepreneurship di PAUD dapat dilakukan dengan kegiatan Market Day dengan menjual atau mengolah hasil kebun atau hasil tani dari desanya. Desa Sindang Sari yang mata pencaharian utamanya adalah pertanian dan perkebunan, diharapkan kedepannya akan bisa maju dengan sikap sikap dan karakter yang sejak dini ini dirangsang. Kegiatan tersebut dibuat secara berkelompok dengan pembagian tugas pada masing masing anak. Dengan bantuan guru dan orangtua anak anak melakukan kegiatan dengan membawa nilai dan perilaku yang tepat yang diinginkan yang menjadi tujuan program entrepreneurship. Dalam kegiatan Market Day semua proses anak kerjakan dari mulai awal sampai akhir kemudian dievaluasi oleh guru dan tim pengusul. Pengabdian bertujuan untuk mewujudkan PAUD berbasis enterpreneurship di Desa Sindangsari. Metode pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan dan demonstrasi pelaksanaan pembelajaran entrepreneur di TK Desa Sindang Sari dalam proses kegiatan pembelajaran entrepreneur sejak dini. Diharapkan kegiatan ini akan meumbuhkembangkan sikap mental dan karakter yag harus ada dalam entrepreneur.
Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial yang Diberikan pada Pendidikan Anak Usia Dini Surya Aprilyanti, Dian; Wulansuci, Ghina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.358

Abstract

Pada usia 4-6 tahun anak mulai mengembangkan diri sebagai makhluk sosial pada lingkungan yang lebih luas yaitu di sekolah. Sebagai lingkungan pendidikan selanjutnya yang diperoleh anak usia dini, sekolah memiliki andil yang cukup besar untuk mendapatkan berbagai pengalaman dari ilmu pengetahuan termasuk pengetahuan sosial. Cabang ilmu pengetahuan sosial sendiri tidak menjadi topik yang eksplisit ada pada pembelajaran, penilaian dan kurikulum pendidikan anak usia dini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran berbagai cabang ilmu pengetahuan sosial di pendidikan anak usia dini telah disampaikan dengan jelas sesuai cabang ilmu pengetahuannya. Karena hal tersebut peneliti melakukan penelitian mengenai cabang ilmu pengetahuan sosial yang diberikan pada pendidikan anak usia dini dengan metode penelitian kualitatif.  Peneliti memperoleh data dari guru-guru TK di Kota Serang melalui teknik wawancara dan checklist mengenai cabang ilmu pengetahuan sosial apa yang sudah disampaikan pada anak usia  dini. Hasilnya adalah guru tidak banyak memahami materi dari cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial dan jawabannya merujuk pada interaksi sosial. Dengan terlaksananya cabang ilmu pengetahuan sosial dapat meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini secara optimal sebagai langkah persiapan menciptakan manusia yang memahami dan mampu berinteraksi dengan alam dan kehidupan sosial di masyarakat.
Fasilitas yang Mendukung Lingkungan Inklusi pada Pendidikan Anak Usia Dini Surya Aprilyanti, Dian; Rusdiany, Isti; Kusuma Wardhani, Dina; Maryani, Kristiana
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8751

Abstract

Abstrak. Inklusi bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan mengintegrasikan mereka ke dalam sekolah reguler, sehingga mendorong perkembangan keterampilan dan nilai-nilai positif. Aspek ketersediaan fasilitas yang memadai ini sangat vital karena lingkungan fisik secara langsung memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan stimulasi tumbuh kembang anak, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah Inklusi. Peneliti menemukan bahwa fasilitas yang mendukung pada lingkungan inklusi di PAUD yaitu  adanya fasilitas fisik dan fasilitas psikologis. Fasilitas fisik pada lembaga PAUD inklusi diantaranya Adalah terdapat aksebilitas yang memudahkan anak, toilet ramah anak berkebutuhan khusus, dan sarana prasarana lainnya yang mendukung. Sedangkan fasilitas psikologis pada PAUD lingkungan inklusi Adalah adanya psikolog, shadow teacher, ruang konseling atau ruang khusus untuk terapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk meberikan informasi terkait dengan bagaimana seharusnya fasilitas inklusi yang ada di lingkungan pendidikan anak usia dini. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. hasil dari peneltian ini adalah bahwa TK Bunayyajakarta merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang mendukung lingkungan inklusi baik dalam pembelajaran dan fasilitas baik sarana dan prasarana. Abstract. Inclusion aims to overcome various educational barriers for children with special needs by integrating them into regular schools, thereby encouraging the development of skills and positive values. The availability of adequate facilities is vital because the physical environment directly affects the effectiveness of the learning process and stimulates children's growth and development, especially for those with special needs who attend inclusive schools. Researchers found that facilities that support an inclusive environment in early childhood education include physical and psychological facilities. Physical facilities in inclusive early childhood education institutions include accessibility that facilitates children, toilets that are friendly to children with special needs, and other supporting infrastructure. Meanwhile, psychological facilities in an inclusive early childhood education environment include the presence of psychologists, shadow teachers, counseling rooms, or special rooms for therapy. The purpose of this study was to provide information on how inclusive facilities should be in early childhood education environments. The research method used was descriptive qualitative. The results of this study showed that Bunayyajakarta Kindergarten is an early childhood education institution that supports an inclusive environment in terms of both learning and facilities, including infrastructure.