Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penentuan Penentuan Tingkat Kerusakan Pantai Air Kodok, Desa Hatu - Pulau Ambon Lilipory, Isak; Pattiselanno , Steanly R.R.
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1797

Abstract

Pola pengembangan dan penempatan infrastruktur di sepanjang pesisir pantai yang diterapkan di Pulau Ambon, selain menyajikan daya tarik yang luar biasa, juga menyimpan potensi kerawanan yang tinggi.  Karena infrastruktur yang dibangun akan terdampak langsung menghadapi daya rusak alam lewat kondisi perairan pantai saat tejadi gelombang yang besar.  Akibatnya adalah abrasi, erosi, ataupun sedimentasi yang langsung  mempengaruhi morfologi pantai. Hal ini juga yang terjadi pada Pantai Air Kodok Desa Hatu  yang terletak pada posisi bentang koordinat -3.7219 BT, 128.0636 LS sampai dengan Pantai Waikiri pada koordinat -3.7243 BT, 128.0606 LS, di mana pada daerah pantai Desa Hatu adanya objek vital seperti Aproach Light (Lampu Pendaratan Pesawat), jalan provinsi yang menghubungan akses masyarakat dari Hatu, Liliboi dan Allang ke Kota Ambon, serta pemukiman penduduk yang masuk area sempadan pantai.Fenomena tersebut, menarik untuk didalami terhadap besarnya dampak yang terjadi, dan salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kriteria kerusakan daerah pantai adalah menggunakan standar Surat Edaran Menteri PUPRNo.8/SE/M/2010 tentang Pemberlakukan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa penilaian kerusakan pantai dan penentuan prioritasnya berdasarkan kerusakan lingkungan dan tingkat kepentingannya pada lokasi Desa Hatu masuk kategori prioritas E (tidak diutamakan), untuk kerusakan akibat erosi/abrasi dan kerusakan bangunan pantai Desa Hatu, temasuk kategori kurang diutamakan (prioritas D), sampai dengan amat sangat diutamakan – darurat (prioritas A), yaitu pada kerusakan tembok laut  sepajang 55 m, di antara STA 0+100 s/d 0+200 akibat gerusan gelombang.
TINJAUAN KEBUTUHAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI AIR BESAR (ARBES) DESA BATU MERAH Natsir, Annisa Artika Diva; Lilipory, Isak; Hutubessy, Vector R. R
Journal Agregate Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i1.2567

Abstract

Clean water is a source of life for every living creature, including humans who need drinking water and daily necessities. The aim of this final assignment is to determine the need for clean water for the community in Batu Merah Village, RT 004/ RW 017. Furthermore, to determine the capacity of water needs for the community at this time to find out the predicted increase in the population of RT 004 / RW 017 Air Besar Batu Merah Village and how much The RAB is large for community needs for the next 5 years (2023-2027). The data analysis technique used in this writing is a quantitative analysis method/technique, where the data needs to be calculated using mathematical calculations in Microsoft Excel software. The results of the analysis show that the water demand in Batu Merah Village RT.004/Rw 017, based on the analysis results obtained, is 164.64 m³/day. Meanwhile, the reservoir capacity is not able to accommodate water needs so the water is not enough for the needs of the people of RT 004/ RW 017 Air Besar Batu Merah Village. Water flow is carried out 24 hours per day, because the required discharge based on the calculation results is insufficient for the RT 004/ RW 017 Air Besar Batu Merah Village area. From the calculation results of the discharge requirement: 113.94 m3/day and the population for the next 5 years is: 1002 people with water requirements of: 135.27 m3/day, then the clean water requirement for RT 004/RW 017 is not sufficient for the next 5 years.
Penentuan Penentuan Tingkat Kerusakan Pantai Air Kodok, Desa Hatu - Pulau Ambon Lilipory, Isak; Pattiselanno , Steanly R.R.
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1797

Abstract

Pola pengembangan dan penempatan infrastruktur di sepanjang pesisir pantai yang diterapkan di Pulau Ambon, selain menyajikan daya tarik yang luar biasa, juga menyimpan potensi kerawanan yang tinggi.  Karena infrastruktur yang dibangun akan terdampak langsung menghadapi daya rusak alam lewat kondisi perairan pantai saat tejadi gelombang yang besar.  Akibatnya adalah abrasi, erosi, ataupun sedimentasi yang langsung  mempengaruhi morfologi pantai. Hal ini juga yang terjadi pada Pantai Air Kodok Desa Hatu  yang terletak pada posisi bentang koordinat -3.7219 BT, 128.0636 LS sampai dengan Pantai Waikiri pada koordinat -3.7243 BT, 128.0606 LS, di mana pada daerah pantai Desa Hatu adanya objek vital seperti Aproach Light (Lampu Pendaratan Pesawat), jalan provinsi yang menghubungan akses masyarakat dari Hatu, Liliboi dan Allang ke Kota Ambon, serta pemukiman penduduk yang masuk area sempadan pantai.Fenomena tersebut, menarik untuk didalami terhadap besarnya dampak yang terjadi, dan salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kriteria kerusakan daerah pantai adalah menggunakan standar Surat Edaran Menteri PUPRNo.8/SE/M/2010 tentang Pemberlakukan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa penilaian kerusakan pantai dan penentuan prioritasnya berdasarkan kerusakan lingkungan dan tingkat kepentingannya pada lokasi Desa Hatu masuk kategori prioritas E (tidak diutamakan), untuk kerusakan akibat erosi/abrasi dan kerusakan bangunan pantai Desa Hatu, temasuk kategori kurang diutamakan (prioritas D), sampai dengan amat sangat diutamakan – darurat (prioritas A), yaitu pada kerusakan tembok laut  sepajang 55 m, di antara STA 0+100 s/d 0+200 akibat gerusan gelombang.
PENENTUAN PARAMETER GELOMBANG LAUT BERDASARKAN DATA ANGIN YANG MENGACU PADA ECMWF (EUROPEAN CENTRE FOR MEDIUM-RANGE WEATHER FORECAST) DIPERAIRAN DUSUN WAEYOHO, DESA KAWA, KAB. SBB Saharti; Lilipory, Isak; Pattiselanno, Steanly R. R.
Journal Agregate Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i2.2389

Abstract

In West Seram Regency, precisely in Waeyoho Hamlet, Kawa Village, which has an area of ​​20 hectares / 0.2 Km2 with a coastline length of 2 Km, is one of the places where most of the people earn their income from sea products (fishermen), where when they go out in the morning or in the afternoon then we will return to land the next day. Seeing this situation, when we are going to carry out shipping activities, of course, we need daily weather information such as wave height from strong winds that occur in the middle of the sea. Prediction of wave parameters using the wind data approach method taken from ECMWF (European Center for Medium-range Weather Forecast) data. Wind data obtained at the research location in the waters of Waeyoho Hamlet, Kawa Village, Sbb Regency, Maluku in 2023 throughout January - October has a dominant northwest wind direction with a wind speed of 11.10 m/s, based on the monthly wind speed graph. The highest wind speed was obtained in May, July, August, and September, the relationship between wind speed on land and at sea was obtained by the value RL = 1.1 and the value Uw = 12.21 m/s, the wind stress factor (Ua) was obtained 15, 41 m/s, The average effective fetch value from the research location was 346.03 Km. Forecasting deep sea waves with limited fetch conditions, the value Hmo= 4.63m Tm=10.89 s, t=19.8 hours was obtained
TINJAUAN KEBUTUHAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI AIR BESAR (ARBES) DESA BATU MERAH Natsir, Annisa Artika Diva; Lilipory, Isak; Hutubessy, Vector R. R
Journal Agregate Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i1.2567

Abstract

Clean water is a source of life for every living creature, including humans who need drinking water and daily necessities. The aim of this final assignment is to determine the need for clean water for the community in Batu Merah Village, RT 004/ RW 017. Furthermore, to determine the capacity of water needs for the community at this time to find out the predicted increase in the population of RT 004 / RW 017 Air Besar Batu Merah Village and how much The RAB is large for community needs for the next 5 years (2023-2027). The data analysis technique used in this writing is a quantitative analysis method/technique, where the data needs to be calculated using mathematical calculations in Microsoft Excel software. The results of the analysis show that the water demand in Batu Merah Village RT.004/Rw 017, based on the analysis results obtained, is 164.64 m³/day. Meanwhile, the reservoir capacity is not able to accommodate water needs so the water is not enough for the needs of the people of RT 004/ RW 017 Air Besar Batu Merah Village. Water flow is carried out 24 hours per day, because the required discharge based on the calculation results is insufficient for the RT 004/ RW 017 Air Besar Batu Merah Village area. From the calculation results of the discharge requirement: 113.94 m3/day and the population for the next 5 years is: 1002 people with water requirements of: 135.27 m3/day, then the clean water requirement for RT 004/RW 017 is not sufficient for the next 5 years.
Tinjauan Pasang Surut Pada Daerah Pantai Sukaraja, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat Lamaelo, Rafika; Lilipory, Isak; Hutubessy, Vector R R
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 10 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.787

Abstract

Tinjauan Pasang Surut Pada Daerah Pantai Sukaraja, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat. Tugas Akhir Politeknik Negeri Ambon. Pasang surut  merupakan suatu fenomena gerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama peristiwa alam yang terjadi di kawasan pantai oleh matahari, bumi, dan bulan. Perencanaan pembangunan di tepi pantai sangatlah mendukung kemajuan suatu daerah dalam meningkatkan potensi yang ada serta dalam rangka melindungi daerah pantai dari terpaan gelombang yang terjadi. Dari hal tersebut yang menjadi masalah penelitian ini “Berapa elevasi tertinggi muka air laut di Pantai Sukaraja” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elevasi muka air laut di Pantai Sukaraja. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Penelitian yang dilakukan adalah observasi pasang surut. Observasi dilakukan selama 15 hari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data dengan Software UGM MCR Dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tipe campuran, cenderung semi-diurnal, dimana terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan amplitudo dan periode berbeda  dengan nilai 0.25 < F ≤ 1.5 di mana F = 1,002 dan Elevasi muka air laut desa Sukaraka tingi tertinggi (HHWL) terjadi sebesar 137,5023 cm (+56,2424 cm dari MSL) dan elevasi muka air rendah terendah (LLWL) terjadi sebesar 11,0121 cm (-70,2478 cm dari MSL).
Tinjauan Kapasitas Dan Pelayanan Pada Pelabuhan Ferry: Studi Kasus Pada Pelabuhan Ina Marina Di Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah Lilipory, Isak; Breemer, Jacob; Eko, Sri Utami Meladya
JURNAL SIMETRIK Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v16i1.3584

Abstract

Ina Marina Ferry Port in Kota Masohi plays an important role in connecting various islands in the Central Maluku Regency and serves as the main access point for residents and tourists traveling to destinations across the Maluku region. The purpose of this research is to identify internal and external factors that influence the port's capacity and services, and to analyze its facilities, including the waiting area and parking lot. The findings show that Ina Marina Ferry Port has several strengths, such as its strategic location, adequate pier, affordable tariffs, and basic facilities. However, weaknesses were identified, including a limited waiting area, the absence of gender-separated toilets, inefficiencies in the ticketing system, and inadequate facilities for larger vehicles. Externally, the port faces opportunities such as increasing passenger demand, development of new routes, potential investment, and tourism partnerships, alongside threats including competition, government regulations, weather conditions, environmental risks, and rising operational costs. Capacity analysis using the arithmetic method indicates that the waiting area and motorcycle parking lot will not meet the projected demand in 2034, while facilities for four-wheel and six-wheel vehicles remain adequate. Service analysis using SWOT places the port in Quadrant III (WO), suggesting that the main strategy is to leverage external opportunities to address internal weaknesses.Keywords : Capacity, Service, Ina Marina Port, Arithmetic, SWOT
Tinjauan Pengaruh Gelombang Terhadap Kerusakan Struktur Bangunan Pantai (Talud) Pantai Pasir Putih di Negeri Wakal Sanadi, Faudzan; Lilipory, Isak; Matitaputty, Apri Adam
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 10 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i10.796

Abstract

Abrasi dapat menimbulkan permasalahan dan kerugian yang sangat besar dengan rusaknya pemukiman dan fasilitas-fasilitas sekitar pantai tersebut. Agar kerusakan pantai tidak berlanjut dilakukan penanganan serius terhadap perlindungan pantai baik secara alami maupun dengan perlindungan buatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu perkuatan pantai dengan menggunakan dinding pantai. Perkuatan pantai diperlukan di sepanjang pantai dan digunakan sebagai pelindung pantai terhadap serangan gelombang, menahan tanah di belakangnya, serta mengurangi limpasan gelombang ke daratan di belakangnya.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter gelombang laut yang mengakibatkan kerusakan struktur bangunan talud dan menghitung besar energi gelombang yang mengakibatkan kerusakan struktur bangunan talud. Berdasarkan hasil analisis data angin dalam windrose dikelompokan ke dalam tujuh penjuru mata angin   (Barat, Barat Laut, Barat Daya, Timur, Tenggara, Selatan, Timur Laut) arah angin yang paling dominan selama 5 tahun bergerak dari arah Barat Laut dengan kecepatan maksimum 11,10 m/detik. Dari peramalan gelombang menggunakan grafik peramalan gelombang diperoleh tinggi gelombang 1,5 m dan periode gelombang 5 det dengan durasi waktu 3 jam yang terjadi di perairan Pantai Pasir Putih.