Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAGU MADURA SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA (TINJAUAN WACANA KRITIS) Dzarna, Dzarna; Hima, Rofiatul; Rahmawati, Erdita Nur; Asmy, Eka Jabbar
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 2 (2022): CaLLs, December 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i2.7445

Abstract

Lagu menjadi sarana hiburan yang disukai banyak kalangan. Selain sebagai hiburan, lagu juga sebagai media untuk mengenalkan budaya di suatu daerah. Salah satunya adalah lagu Madura atau lagu yang menggunakan Bahasa Madura. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui budaya masyarakat Madura dalam lagu-lagu Madura yang mengarah pada pendidikan, pengajaran dan pembiasaan. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough yang terdiri dari tahap kebahasaan, praktik kewacanaan, dan pratek sosiokultural. Sumber data terdiri dari 3 lagu Madura yang bertema pendidikan, pengajaran dan pembiasaan. Sedangkan data yaitu diksi, frase dan lirik-lirik lagu Madura yang menggambarkan budaya masyarakat Madura. Proses analisis data dilakukan tiga tahap yaitu tahap deskripsi, tahap interpretasi, dan tahap eksplanasi. Masing-masing tahap yaitu mengarah pada teori yaitu teks kebahasaan yang fokus pada kosakata yang mengandung kata ideologi, praktik kewacanaan yang  fokus pada pelibat wacana yang mengarah pada peran masyarakat dan praktek sosiokultural yang mengarah pada konteks situasional. Hasil penelitian ini, pendidikan masyarakat Madura pada teks lagu mengarah pada pendidikan pesantren dan begitu menjunjung tinggi seorang guru atau kiyai. Pada pengajaran masyarakat Madura begitu patuh pada pengajaran yang diajarkan oleh kiyai, ustad, guru, dan tokoh agama. Sedangkan pembiasaan, budaya masyarakat Madura suka bergoyun atau bercanda tentang keinginan untuk berpoligami. Ketiga budaya diatas tercermin dalam lirik-lirik lagu Madura.
Senyapan Keraguan Tuturan Narasumber Sujiwo Tejo dalam Tayang Bincang Karni Ilyas Club Rahayu, Febrianti Dwi; Amilia, Fitri; Hima, Rofiatul
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20541

Abstract

This research aims to describe the duration of the shortest, medium and longest silent silences as well as the form of filled silences in Sujiwo Tejo's speech on the Karni Ilyas Club talk show. The method used in this research is descriptive qualitative. At the data collection stage, this research uses documentation, listening and note-taking techniques. Data analysis in this study used the HBB advanced technique matching method and the agih method with an advanced technique in the form of the lesap technique. The results of this study showed that the shortest silent silence duration was 285 ms when saying Yes // [285] and 297 ms when saying logic // [297]. Silent silences of medium duration were obtained with a duration of 462 ms, 371 ms when saying I use //[462] and screenshoot //[371] and 492 ms when saying there //[492]. Meanwhile, long silent silences have a duration of 3251 ms when saying baseball //[3251], and 3809 ms when saying Pak Karni //[3809]. The form of filled silences in Sujiwo Tejo's speech consists of filled sounds and words.