Perkembangan teknologi pendidikan mendorong lahirnya berbagai platform pembelajaran daring, namun banyak di antaranya belum mampu memberikan pengalaman belajar yang benar-benar personal. Sering kali, antarmuka yang kurang intuitif menyebabkan siswa kesulitan memahami progres belajar, menavigasi materi, maupun mengakses informasi penting secara efisien. Kondisi ini berpotensi menurunkan motivasi dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang antarmuka (user interface) pada platform pembelajaran daring Smart System Academy (SSA) agar lebih ramah pengguna dan mendukung pembelajaran yang dipersonalisasi. Proses ini mencakup lima langkah utama, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, serta Test. Pada tahap Empathize, kegiatan dilakukan dengan wawancara dan observasi, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan user persona serta user journey map pada tahap Define. Pada tahap Ideate dilakukan analisis pesaing serta penyusunan user flow dan wire flow untuk memetakan alur interaksi. Hasilnya diwujudkan dalam bentuk prototipe hi-fi menggunakan Figma pada tahap Prototype. Prototipe yang dihasilkan meliputi fitur utama: login, verifikasi wajah, dashboard akademis, course, dan chatbot. Fitur-fitur ini memberikan kemudahan navigasi, meningkatkan keamanan, serta memperkaya pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Evaluasi dilakukan dengan instrumen System Usability Scale (SUS) terhadap 26 responden yang terdiri dari pengelola SSA dan pengguna akhir. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata skor 70,19 yang termasuk kategori acceptable usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Design Thinking terbukti mampu menghasilkan desain antarmuka yang lebih mudah dipahami, fleksibel, serta mendukung proses pembelajaran daring yang ter personalisasi.