Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Putusan Nomor 66/Pid.B/2014/Pn.Amp dalam Kasus Pidana Pembunuhan: Adanya Pertimbangan Hakim yang Tidak Sesuai dengan Ketentuan Hukum Gunawan Widjaja; Delia Bazlina
Bulletin of Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v4i2.1334

Abstract

This study analyzes Decision Number 66/Pid.B/2014/PN.Amp in a murder case, highlighting the alleged inconsistencies in judicial considerations with legal provisions. A normative approach was used to evaluate the consistency of the judge's considerations with the available evidence, adherence to legal procedures, and principles of justice. The analysis reveals that the District Court of Amlapura applied Article 338 of the Criminal Code (ordinary murder), despite evidence suggesting premeditation that should be categorized under Article 340 (premeditated murder). The High Court of Denpasar corrected this by applying Article 340 and increasing the prison sentence to 13 years. This correction aligns better with the facts and principles of justice, setting a better legal precedent for judicial practices in Indonesia.  
Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perjudian Online Delia Bazlina; Adrian Bima Putra
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2031

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan siber, salah satunya perjudian online yang memberikan dampak serius bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana perjudian online sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 94/Pid.Sus/2022/PN Jkt Pst. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan dukungan pendekatan empiris, melalui telaah peraturan perundang-undangan, doktrin, asas hukum, dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan hukum yang berlaku dengan praktik pemidanaan, di mana hakim lebih menekankan pertimbangan non-yuridis sehingga vonis yang dijatuhkan jauh lebih ringan daripada ancaman pidana maksimal. Temuan ini mengimplikasikan perlunya konsistensi penerapan hukum, pembaruan regulasi, dan penguatan kapasitas aparat penegak hukum agar putusan pengadilan mampu mencerminkan keadilan substantif serta memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan digital