Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Posyandu Sofa, Reka Maya; Sugiatini, Titin Eka
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i4.2162

Abstract

Posyandu dengan frekuensi kunjungan balitanya kurang dari 8 kali pertahun dianggap masih rawan. Berdasarkan data di Desa Cigoong tahun 2022 capaian kunjungan balita ke posyandu hanya 44,18%. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke    Posyandu diantaranya pengetahuan, pendidikan, paritas, pekerjaan dan dukungan ayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan posyandu di Desa Cigoong Selatan Kecamatan Cikulur Wilayah Kerja Puskesmas Pamandegan Kabupaten Lebak Banten Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita terhitung dari bulan November 2023 berjumlah 77 responden dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji uji  square. Hasil analisis univariat diketahui sebagian besar ibu tidak aktif pada pelaksaan posyandu 55,8%, pengetahuan kurang 66,2%, pendidikan ibu rendah 80,5%, paritas multipara & grandemultipara 77,9%, bekerja 53,2%, dan suami tidak mendukung 51,9%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,001), pendidikan (p value = 0,025), paritas (p value = 0,006), pekerjaan (p value = 0,000) dan dukungan suami (p value = 0,000) dengan pelaksanaan posyandu. Pengetahuan, pendidikan, paritas, pekerjaan dan dukungan suami berhubungan dengan pelaksanaan posyandu.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Sosial Budaya dengan Pemberian Makanan MP-ASI Dini pada Bayi Fransiska, Yuliana; Sugiatini, Titin Eka
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i4.2174

Abstract

MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga yang dimaksudkan untuk menyesuaikan kemampuan alat pencernaan bayi dalam menerima MP-ASI. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian MP ASI dini diantaranya pengetahuan dan sosial budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dan sosial budaya dengan pemberian makanan MP-ASI dini pada bayi di wilayah Desa Pasir Gintung Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 7 sampai dengan usia 24 bulan sebanyak 102 responden dengan tehnik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji uji  square. Hasil analisis univariat diketahui sebagian besar ibu tidak memberikan makanan MP-ASI dini 70,6%, tingkat pengetahuan baik 59,8% dan sosial budaya positif 53,9%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p value= 0,000) dan sosial budaya (p value= 0,000) dengan pemberian makanan MP-ASI dini pada bayi. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan sosial budaya  dengan pemberian makanan MP-ASI dini pada bayi. Tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang MP ASI sehingga ibu dapat mengetahui dengan baik tentang pemberian MP ASI, hal ini guna mendukung kemajuan program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
THE ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN EXTRINSIC AND INTRINSIC MOTIVATION WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN INFANTS 0-6 MONTHS OF AGE AT THE RANGKASBITUNG HEALTH CENTRE AREA, LEBAK REGENCY, BANTEN PROVINCE IN 2023 Juwita, Erna Triana; Sugiatini, Titin Eka
HEARTY Vol 12 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i4.16157

Abstract

Based on the preliminary study on the respondents of the Rangkasbitung Community Health Centre Area, Lebak-Banten Regency, it was found that mothers who did not carry out exclusive breastfeeding were caused by various factors, including the small amount of breast milk produced by the mother or even not coming out. Other causes are working mothers and external factors that influence them such as stress (deep thoughts) experienced by new mothers. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of extrinsic and extrinsic motivation in exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months in the Rangkasbitung Health Centre Area, Lebak-Banten Regency. The method used in this study was a descriptive analytic survey method with a cross-sectional study design. The research sample was 21 respondents consisting of breastfeeding mothers and infants aged > 6 months to 24 months who came to Posyandu Teratai 13 which is located at Kp. Selahaur, Cijorolebak Village, Rangkasbitung District, Lebak-Banten Regency. The results showed that there was a relationship between extrinsic motivation (p value of 0.004) and intrinsic motivation (p value of 0.001) with exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months in the Rangkasbitung Health Centre Area, Lebak-Banten Regency. The value of extrinsic motivation of respondents was mostly in the high category, namely 11 respondents (52.4%), the value of intrinsic motivation of respondents was mostly in the high category, namely 13 respondents (61.9%) and most of them provided exclusive breastfeeding, namely 15 respondents (71.4%) out of a total of 21 respondents.
Dampak Baby Spa terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 3-5 Bulan di Momby Spa Labuan Kabupaten Pandeglang Ardila, Ardila; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19260

Abstract

ABSTRACT Infancy is a golden age and a critical period of development, it is said to be a critical period because at this time the baby is very sensitive to the environment and it is said to be a golden period because infancy lasts very short and cannot be repeated. In stimulating child development with baby SPA can help children get the appropriate stimulation. Baby Spa which is done at the age of 3-5 months is very useful for supporting the development of gross and fine motor skills of babies. Purpose This study aims to determine the impact of Baby Spa on the Growth and Development of Children Aged 3-5 Months at Momby Spa Labuan, Pandeglang Regency. The type of research used in this study is quantitative research. Quantitative research uses a type of pre-experimental research with pre-test and post-test in one group (One-group pre-posttest). The number of samples in this study was 36 children. Univariate data analysis is displayed in the form of a frequency distribution table. Bivariate analysis using the T test with the help of SPSS. Based on the results of the normality test, in the data before Baby Spa p = 0.001 0.05, and after Baby Spa the p value = 0.000<0.05, it can be concluded that the data is normally distributed. From the T-test table before and after baby spa in the experimental group, it can be seen that the 2-tailed probability (significance) value is 0.000 <0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that this study shows that there is a significant difference in children who have baby spa. It can be concluded that there is an impact of Baby Spa on the growth and development of children aged 3-5 months at Momby Spa Labuan, Pandeglang Regency. Baby spa stimulation plays a role in improving the growth and development of babies so that they can develop optimally supported by other factors. Regular and continuous stimulation can encourage the formation and strengthen the relationship between nerves that have been formed. Keywords: Baby Spa, Growth and Development, Children Aged 3-5 Months  ABSTRAK Masa bayi adalah masa keemasan serta masa kritis perkembangan, dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan dikatakan masa keemasan karena masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali. Dalam menstimulasi perkembangan anak dengan baby SPA dapat membantu agar anak memperoleh rangsangan yang sesuai. Baby Spa yang dilakukan pada usia 3-5 bulan sangat bermanfaat untukmenunjang perkembangan motorik kasar dan halus bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak  Baby SpaTerhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 3-5 Bulan Di Momby Spa Labuan Kabupaten Pandeglang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian pra-experimental dengan pre test dan post test dalam satu kelompok (One-group pre-posttest). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 anak. Analisis data univariat ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil uji normalitas, pada data sebelumdilakukan Baby Spa p= 0,001<0,05, dan setelah dilakukan Baby Spa nilai p= 0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Dari tabel uji wilcoxon sebelum dilakukan baby spa dan sesudah dilakukan baby spa pada kelompok eksperimen dapat diketahui nilai probabilitas (signifikansi) 2-tailed adalah 0,000< 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada anak yang dilakukan baby spa. Dapat disimpulkan bahwa adanya dampak Baby Spa terhadap tumbuh kembang anak usia 3 – 5 bulan di Momby Spa Labuan Kabupaten Pandeglang. Stimulasi baby spa berperan dalam meningkatkan tumbuh kembang bayi agar dapat berkembang secara optimal didukung dengan faktor lainnya. Stimulasi yang teratur dan terus menerus dapat mendorong pembentukan dan memperkuat hubungan antar saraf yang sudah terbentuk. Kata Kunci: Baby Spa, Pertumbuhan dan Perkembangan, Anak Usia 3-5 Bulan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Konseling terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe di Puskesmas Pematang Kragilan, Serang Eviyana, Eviyana; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19259

Abstract

ABSTRACT WHO states that more than 30% of the world's population suffers from anemia, in developed countries it is 4.3-20% and in developing countries it is 30-48%, while 38% of anemia occurs in pregnant women. In 2023 in Indonesia, 27.7% of pregnant women will experience anemia. Coverage of giving Fe tablets to pregnant women in Indonesia is 88.5%, and in Banten Province it reaches 93.8%. Taking Fe tablets during pregnancy can reduce various risks such as low birth weight, premature labor, hyperemesis gravidarum, premature rupture of membranes, and infection. One of the factors that causes pregnant women not to want to take Fe tablets is a lack of knowledge. Efforts by health workers to increase knowledge through health education by providing counseling to pregnant women about Fe tablets, including compliance with taking iron supplements. To determine the effect of health education through counseling on increasing pregnant women's knowledge about Fe tablets. Quasi experiment with one group pretest-posttest method. The sample in this study was all 32 pregnant women in the 1st, 2nd and 3rd trimesters who underwent pregnancy checks (ANC) at the Pematang Kragilan Community Health Center, Serang in December 2024. The sampling technique was total sampling. Before being given health education through counseling, the majority of pregnant women had sufficient knowledge, 59.4% and afterward, 65.6% had good knowledge. There is an influence of health education through counseling on increasing pregnant women's knowledge about Fe tablets with a p value of 0.000. There is an influence of health education through counseling on increasing pregnant women's knowledge about Fe tablets.  Keywords: Health Education, Knowledge, Pregnant Women, Fe Tablets  ABSTRAK WHO menyebutkan lebih dari 30% penduduk di dunia mengalami anemia, di negara maju sebesar 4,3-20% dan pada negara berkembang sebesar 30-48%, sedangkan 38% anemia terjadi pada ibu hamil. Pada tahun 2023 di Indonesia terdapat 27,7% ibu hamil mengalami anemia. Cakupan pemberian Tablet Fe pada ibu hamil di Indonesia sebesar 88,5%, dan di Provinsi Banten mencapai 93,8%. Minum tablet Fe selama hamil bisa mengurangi berbagai macam resiko seperti berat bayi lahir rendah, persalinan premature, hyperemesis gravidarum, ketuban pecah dini, dan infeksi. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu hamil tidak mau mengonsumsi tablet Fe adalah kurangnya pengetahuan. Upaya tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan dengan memberikan konseling kepada ibu hamil tentang tablet Fe, termasuk kepatuhan minum suplemen zat besi. Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui konseling terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe. Quasi eksperimen dengan metode one grup pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 1,2 dan 3 yang melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) di Puskesmas Pematang  Kragilan, Serang pada bulan Desember 2024 sebanyak 32 orang, teknik pemgambilan sampel yaitu total sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui konseling mayoritas ibu hamil berpengetahuan cukup 59,4% dan sesudahnya berpengetahuan baik 65,6%. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui konseling terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe nilai p value0,000. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui konseling terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe.  Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Ibu hamil, Tablet Fe
Massage effleure terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III Fauziah, Sri; Sugiatini, Titin Eka
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i3.22183

Abstract

Pada kehamilan akan mengalami perubahan fisik dan sistem dalam tubuh. Selama proses adaptasi tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan, salah satunya adalah nyeri punggung. Meskipun nyeri punggung adalah hal fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu penanganan, seperti massage effleure. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas massage effleure terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di PMB N Pakuhaji Kabupaten Tangerang tahun 2024. Metode pre-eksperimental desain dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang telah memasuki kehamilan trimester III (28-40 minggu) yang melakukan kunjungan ke PMB Bd Neng Euis Komala Rizki Pakuhaji Kabupaten Tangerang sebanyak 31 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Analisis univariat diketahui nyeri punggung pada ibu hamil trimester III sebelum diberikan massage effleure dengan rata-rata nyeri punggung 4,16, sesudah diberikan massage effleure dengan rata-rata nyeri punggung 1,74. Hasil analisis bivariat terdapat efektivitas massage effleure terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dengan nilai p = 0,000. Adanya efektivitas massage effleure terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dan diperlukan kerja sama dengan tenaga kesehatan dan keluarga dalam melaksanakan teknik massage endorphine untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan.
Efektifitas Antara Jamu Gapyokan Terhadap Pemberian Asi Pada Masa Nifas di BPM Bidan Asah Dariyah, Sri; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10537

Abstract

ABSTRACT During the postpartum period, the mother will experience many physical changes that are physiological in nature and cause a lot of discomfort in the early postpartum period. The first two years of age are a crucial phase for a child because optimal nutrition during this period reduces morbidity and mortality, reduces the risk of chronic disease, and promotes better overall development. Therefore, optimal breastfeeding, when children are aged 0-23 months, is very important. However, the coverage of exclusive breastfeeding is only 52% in 2017, at least this has reached 50% of the national target, but the coverage of exclusive breastfeeding continues to decline as children get older so it is important to have various efforts to support the smooth production of breast milk, one of which is traditional herbal medicine. The gepyokan mentioned can be useful for increasing the milk production of nursing mothers.  To determine the effectiveness of gapyokan herbs on breastfeeding during the postpartum period at PMB Midwives Asah. The type of research conducted was static group comparison research, which is a pre-experimental design by adding a control group, by observing the treatment group after treatment and observing the control group only. The method of data collection used was the researcher directly giving herbal medicine to post partum mothers and conducting interviews and observations based on questionnaires and checklists to find out the smoothness of breastfeeding in post partum mothers. Then the data were analyzed using a non-parametric statistical test, namely the Man-Whitney test. Based on the results of data analysis, it was found that there were 28 respondents (70%) producing smooth breastfeeding consisting of 20 respondents (100%) who consumed gapyokan herbs and 8 respondents (40%) who produced breast milk smoothly but did not consume gapyokan herbs, while 12 Respondents (60%) did not expend breast milk smoothly and did not consume gapyokan herbs. There is an effect of giving gapyokan herbs on the smooth production of breast milk in Post Partum mothers in the Midwife Asah PMB area in 2022 KeyWords: Post Partum, Breastfeeding, Herb, Gapyokan  ABSTRAK Pada masa nifas, ibu akan mengalami banyak perubahan fisik yang bersifat fisiologis dan menimbulkan banyak ketidaknyamanan pada awal masa nifas. Usia dua tahun pertama adalah fase penting bagi seorang anak karena nutrisi yang optimal selama periode ini mengurangi morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan yang lebih baik secara keseluruhan. Oleh karena itu pemberian ASI secara optimal pada saat anak berusia 0-23 bulan menjadi sangat penting. Namun cakupan ASI eksklusif baru 52% pada tahun 2017, setidaknya sudah mencapai 50% dari target nasional, namun cakupan ASI eksklusif terus menurun seiring dengan bertambahnya usia anak sehingga penting dilakukan berbagai upaya untuk mendukung program tersebut. melancarkan produksi ASI, salah satunya jamu tradisional. Gepyokan tersebut bisa bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Untuk mengetahui efektivitas jamu gapyokan terhadap pemberian ASI pada masa nifas di PMB Bidan Asah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian perbandingan kelompok statis, yaitu rancangan pra-eksperimen dengan menambahkan kelompok kontrol, dengan mengamati kelompok perlakuan setelah perlakuan dan mengamati kelompok kontrol saja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian jamu secara langsung pada ibu post partum dan melakukan wawancara serta observasi berdasarkan kuesioner dan checklist untuk mengetahui kelancaran menyusui pada ibu post partum. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji statistik non parametrik yaitu uji Man-Whitney. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat 28 responden (70%) menghasilkan ASI lancar yang terdiri dari 20 responden (100%) mengkonsumsi jamu gapyokan dan 8 responden (40%) menghasilkan ASI lancar tetapi tidak mengkonsumsi jamu gapyokan, sedangkan 12 responden (60%) tidak lancar mengeluarkan ASI dan tidak mengkonsumsi jamu gapyokan. Ada pengaruh pemberian jamu gapyokan terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu Post Partum di wilayah PMB Bidan Asah Tahun 2022. Kata Kunci: Nifas, Menyusui, Jamu, Gepyokan
Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa Karyamekar Kabupaten Bogor melalui Optimalisasi Peran Kader Pembangunan Manusia Firdaus, Gita Lestari; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11220

Abstract

ABSTRACT Stunting is a major public health problem. In 2022, there were 16 toddlers suffering from stunting in Karyamekar village, and it will increase in January 2023 to 20 people. The occurrence of stunting in toddlers will have an impact on them. To minimize the incidence of stunting in toddlers, it is necessary to focus on stunting prevention. One of the implementers of stunting prevention convergence is the human development cadre. This study aims to determine the implementation of stunting prevention convergence in Karyamekar village, Bogor Regency, through optimizing the role of human development cadres (KPM) in 2023. The research design used in this study was cross-sectional. The sample technique used was total sampling, with a total sample of 45 people. Data analysis in this study was univariate and bivariate using the SPSS program. From the univariate analysis, it was found that there were 23 respondents (51.1%) who carried out stunting prevention convergence and 24 respondents (53.3%) who did not optimally carry out their role as human development cadres. The results of the statistical test obtained a p value of 0.000, which means that there is a relationship between optimizing the role of human development cadres and implementing stunting convergence. There is a relationship between optimizing the role of human development cadres and implementing stunting convergence. It is hoped that Karyamekar Village will conduct training and guidance related to the duties of human development cadres and the implementation of stunting prevention convergence so that human development cadres can carry out their roles optimally and can carry out stunting prevention convergence to the fullest. Keywords: Convergence, Stunting, Role of Cadres  ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. Pada tahun 2022 balita yang menderita stunting di desa Karyamekar adalah 16 orang dan meningkat pada bulan Januari 2023 menjadi 20 orang. Terjadinya stunting pada balita akan memberikan dampak kepada balita. Untuk meminimalkan kejadian stunting pada balita maka perlu dilakukan konvergensi pencegahan stunting. Salah satu pelaksana dari konvergensi pencegahan stunting adalah kader pembangunan manusia. Untuk mengetahui pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting di desa Karyamekar Kabupaten Bogor melalui optimalisasi peran kader pembangunan manusia (KPM) tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Tekhnik sample yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 45 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan program SPSS. Dari analisa univariat diperoleh hasil responden yang melaksanakan konvergensi pencegahan stunting ada 23 (51,1%) dan respondne yang tidak optimal menjalankan perannya sebagai kader pembangunan manusia ada 24 (53,3%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p value 0,000, yang artinya ada hubungan antara optimalisasi peran kader pembangunan manusia dengan pelaksanaan konvergensi stunting. Terdapat hubungan antara optimalisasi peran kader pembangunan manusia dengan pelaksanaan konvergensi stunting. Diharapkan bagi Desa Karyamekar untuk melakukan pelatihan dan pembinaan terkait tugas kader pembangunan manusia dan pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting sehingga kader pembangunan manusia dapat menjalankan perannnya secara optimal dan dapat melaksanakan konvergensi pencegahan stunting dengan maksimal. Kata Kunci: Konvergensi, Stunting, Peran Kader
Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa Cibogo Kabupaten Tangerang Melalui Optimalisasi Peran Kader Posyandu Anjarningsih, Diah Ayuk; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.10881

Abstract

ABSTRACT Stunting is a disorder of growth and development in children due to chronic energy deficiency and recurrent infections. In 2023, the number of cases of stunting in Cibogo village will increase from 2022. For this reason, efforts are needed to prevent stunting. The effort that can be made is to monitor the growth and development of toddlers once a month through Posyandu activities. In carrying out posyandu activities, posyandu cadres are needed. The purpose of this study was to determine the convergence of stunting prevention in Cibogo Village, Tangerang District, through optimizing the role of Posyandu cadres in 2023. This research method is quantitative research with an analytic design. The sample in this study were Posyandu cadres in Cibogo village who had received an appointment decree. The sample technique used is total sampling, with a total sample of 65 people. The data analysis used in this study was univariate and bivariate using the statistical test used was the Chi-Square Test. The results from univariate analysis show that 34 (52.3%) respondents implemented stunting prevention convergence and 42 (64.6%) respondents were optimal in carrying out their role as posyandu cadres. From the statistical test results with the chi square test, there is a p value of 0.004, which means that there is a relationship between optimizing the role of posyandu cadres and implementing stunting prevention convergence. There is a relationship between optimizing the role of posyandu cadres and implementing stunting prevention convergence. It is hoped that Posyandu cadres in Cibogo Village will use the results of this research as a means of increasing knowledge regarding their role as implementers of stunting prevention convergence. Keywords: Optimizing the Role of Posyandu Cadres, Stunting  ABSTRAK Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkebangan anak akibat kekurangan energi kronis dan infeksi berulang.  Pada tahun 2023 angka kejadian stunting di desa Cibogo meningkat dari tahun 2022. Untuk itu diperlukan upaya mencegah terjadinya stunting.  Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memantau pertumbuhan dan perkembangan balita 1 bulan sekali melalui kegiatan posyandu. Dalam pelaksanaan kegiatan posyandu dibutuhkan kader posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting di desa Cibogo Kabupaten Tangerang melalui optimalisasi peran kader posyandu tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah kader posyandu di desa Cibogo yang sudah mendapatkan SK penunjukan. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 65 orang. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data univariat dan bivariat, uji statistic yang digunakan adalah Chi-Square Test. Dari analisa univariat diperoleh hasil 34 (52,3%) responden melaksanakan konvergensi pencegahan stunting dan 42 (64,6%) responden optimal dalam menjalankan perannya sebagai kader posyandu. Dari hasil uji statistic dengan chi square test diperoleh nilai p value = 0,004 yang artinya terdapat hubungan antara optimalisasi peran kader posyandu dengan pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting. Terdapat hubungan antara optimalisasi peran kader posyandu dengan pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting. Diharapkan bagi kader posyandu di Desa Cibogo untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai sarana menambah pengetahuan terkait perannya sebagai pelaksana konvergensi pencegahan stunting. Kata Kunci: Optimalisasi Peran Kader Posyandu, Stunting 
Strategi Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Puskesmas Kota Baru Kabupaten Karawang Mulyani, Beni; Sugiatini, Titin Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10773

Abstract

ABSTRACT The Immunization Program is part of basic health services. The coverage of routine immunization for children in Indonesia has decreased since the COVID-19 pandemic broke out. To catch up with this, the Ministry of Health launched the National Childhood Immunization Month (BIAN) 2022. The achievement data for BIAN Puskesmas Kotabaru in 2022 are OPV (100.4), IPV (86.5), DPT-HB-HiB (90.6), MR (95.3). BIAN at the Kotabaru Health Center focused on MR immunization, the result was 95.3. To knowing the Implementation Strategy for the National Child Immunization Month (Bian) at the Kota Baru Health Center in Karawang Regency in 2023. The research design used is quantitative, in this study with a cross sectional approach. The population in this study were infants who carried out immunizations at the Kota Baru Health Center, Karawang Regency in February 2023, totaling 97 people. The sample in this study amounted to 30 people with random sampling technique. The type of data used in this research is primary data. The independent variables (independent) in this study are the role of the family and the role of posyandu cadres. The dependent variable (dependent) in this study is Basic Immunization Achievement. Data processing is carried out through editing, coding, scoring, tabulating, and data entry stages. Bivariate data analysis using the chi square test. The role of the family and posyandu cadres has a significant relationship with the achievement of the national child release month (BIAN) with a p value of 0.002 <0.05. Health workers must be able to make the community aware besides the mother, the most important thing is that the family environment (general public) is given information regarding the importance of immunization in a complete and timely manner. Keywords: National Child Immunization Month (BIAN), Role of the Family, Role of Posyandu Cadres  ABSTRAK Program Imunisasi adalah bagian dari pelayanan kesehatan dasar. Cakupan imunisasi rutin anak di Indonesia menurun sejak pandemi COVID-19 merebak. Untuk mengejar ketertinggalan itu, Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Data capaian BIAN Puskesmas Kotabaru tahun 2022 yaitu OPV (100,4), IPV (86,5), DPT-HB-HiB (90,6), MR (95,3). BIAN di Puskesmas Kotabaru difokuskan imunisasi MR yaitu hasilnya 95,3. Diketahuinya Strategi Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bian) Di Puskesmas Kota Baru Kabupaten Karawang Tahun 2023. Desain Penelitian yang digunakan jenis kuantitatif, dalam penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang melakukan imunisasi di Puskesmas Kota Baru Kabupaten Karawang pada bulan Februari tahun 2023 yang berjumlah 97 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan Teknik random sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Variabel bebas (independen) dalam penelitian ini adalah Peran keluarga dan peran kader posyandu. Variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah Capaian Imunisasi Dasar. Pengolahan data dilakukan melalui tahap editing, coding, scoring, tabulating, dan entry data. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Peran keluarga dan kader posyandu memiliki hubungan signifikan dengan capaian bulan imunisasi anak nasional (BIAN) dengan nilai p 0,002<0,05.Tenaga kesehatan harus mampu menyadarkan masyarakat selain ibunya yang terpenting juga adalah lingkungan keluarga (masyarakat umum) diberikan informasi terkait pentingnya imunisasi secara lengkap dan tepat waktu. Kata Kunci: Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Peran Keluarga, Peran Kader Posyandu