Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Dukungan Keluarga dan Tradisi dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada Bayi Usia 0-6 Bulan Dewi, Minati; Sihombing, Prita Irena; Purba, Pebriyanti Akbar; Syaputri, Ema Cory; Desiwati, Desiwati; Hanum, Parida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6223

Abstract

Waktu pemberian MP-ASI harus sesuai dengan usia bayi. Pemberian MP-ASI terlalu dini dapat berdampak buruk pada bayi. Bayi yang mendapat MP-ASI kurang dari 4 bulan akan mengalami risiko gizi kurang 5 kali besar disbanding dengan bayo yang mendapatkan MP-ASI pada umur 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan tradisi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Klinik Diana Tanjung Mulia Kota Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah semua ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan yang berjumlah 64 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan total sampling sebanyak 64 orang. Variabel yang diukur adalah pengetahuan, dukungan keluarga, tradisi dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan pengetahuan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,024) dan tradisi (p=0,021) dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan tradisi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan.
Pengaruh Asupan Protein Hewani dan Status Gizi Dalam Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas di Serang dan Tangerang Sugiatini, Titin Eka; Oktavia, Nurrohmah; Susanti, Susanti; Dewi, Minati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54714

Abstract

Latar Belakang: Luka perineum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada persalinan pervaginam dan dapat meningkatkan risiko infeksi serta keterlambatan pemulihan ibu nifas apabila tidak ditangani secara optimal. Faktor nutrisi, khususnya asupan protein hewani dan status gizi, berperan penting dalam proses penyembuhan luka melalui mekanisme regenerasi jaringan, sintesis kolagen, dan peningkatan daya tahan tubuh. Di Indonesia, khususnya Serang dan Tangerang tingginya angka kejadian luka perineum masih disertai dengan masalah status gizi ibu postpartum yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh asupan protein hewani (ikan gabus dan dada ayam) serta status gizi terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah Serang dan Tangerang. Metode: Desain penelitian ini adalah desain quasi-experiment menggunakan pendekatan post-test with control group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan November–Desember 2025 di fasilitas kesehatan wilayah Serang dan Tangerang. Sampel penelitian berjumlah 120 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil statistik Chi Square Test menunjukkan 2. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value <0,001, yang menandakan adanya perbedaan distribusi kategori penyembuhan luka perineum antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada hari ketujuh postpartum. Nilai p-value IMT = 0,000 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan IMT dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Nilai p-value = 0,000 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi berdasarkan LILA Kesimpulan: Protein hewani dan status gizi berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka perineum ibu nifas