Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women’s Represantation in The Novel of Sali: Kisah Seorang Wanita Suku Dani By Dewi Linggasari Inayah, Laelatul; Aqidho, Yoga Ayudha
AJIRSS: Asian Journal of Innovative Research in Social Science Vol. 2 No. 2 (2023): AJIRSS: Asian Journal of Innovative Research in Social Science
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/ajirss.v2i2.517

Abstract

This research discusses the novel entitled Sali: Kisah Seorang Wanita Suku Dani by Dewi Linggasari using representation theory. This research aims to represent the role of Dani tribal women in relation to the customs and culture that the Dani tribal community still adheres to, one of which is patriarchal culture. This research also uses cultural studies studies related to the relationship between understanding and representation theory. The main data used in this research are several narrative descriptions and dialogues in the novel entitled Sali: Kisah Seorang Wanita Suku Dani, which was first published in 2007 by the publisher Kunci Ilmu Yogyakarta. This research was conducted without prioritizing numbers, but using a depth of appreciation for the interactions between concepts being studied empirically. This research aims to reveal forms of injustice that are reflected through: 1) The Position of Women, 2) Women's Struggle, and 3) The language used to represent women in the novel Sali: Kisah Seorang Wanita Suku Dani by Dewi Linggasari.
Buddhisme Sastra Tionghoa: Analisis Subjek Radikal Dalam Mait Idup Karya Kwee Tek Hoay Siswanti, Sandra Damar; Inayah, Laelatul
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1: Mei 2025
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.20.1.74-87

Abstract

Sastra peranakan Tionghoa memegang posisi penting di belantara kesusastraan Indonesia. Salah satu penulis karya sastra Peranakan Tionghoa yang terkenal adalah Kwee Tek Hoay. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Mait Idoep (1931). Penelitian ini ditujukan untuk menjawab bagaimana terbentuknya subjek radikal pada diri tokoh utama serta bagaimana momen kekosongan yang tergambar pada tokoh utama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lian Gie mengalami momen kekosongan saat merasa usahanya sia-sia dan tidak dapat mencapai keinginannya. Momen ini memuncak dengan tindakan bunuh diri Lian Gie, yang diinterpretasikan sebagai upaya untuk mencapai "Yang Nyata" dengan membunuh dirinya yang lama dan menjadi subjek baru di luar dunia simbolis. Tindakan radikal muncul sebagai respons terhadap momen kekosongan, bukan sebagai hasil dari perencanaan atau proses bertahap. Lian Gie melakukan dua tindakan radikal, yakni dengan mengingkari kekayaannya dan berusaha menjadi miskin dan bunuh diri untuk lepas dari dunia simbolik.