Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengidentifikasi Kendala Siswa Saat Berkomunikasi Dengan Teman Sebaya Lesmana, Gusman; Laila, Laila; Anggraina, Yunissa Aristi
Journal of Student Development Informatics Management (JoSDIM) Vol 4, No 1: JoSDIM | Januari 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/josdim.v4i1.5385

Abstract

Peer association is an interaction with people who have the same age, status, hobbies and thoughts, in interacting they consider and prefer to join with people who have similarities in these things, so that it can influence ethics. communicate. This is generally the basis for the purpose of this analysis, namely to reveal and describe the big picture of peer interactions, how big is the picture of peer communication ethics.
Penerapan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy Untuk Mengurangi Kecanduan Media Sosial Pada Siswa Kelas IX SMPN 14 Binjai Anggraina, Yunissa Aristi; Asbi, Asbi
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 3 No 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan media sosial telah menjadi masalah serius di kalangan remaja, termasuk siswa SMP, yang berdampak negative pada prestasi akademik, interaksi sosial, dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mengurangi kecanduan media sosial pada siswa kelas IX SMPN 14 Binjai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain siklus ganda, melibatkan tiga siswa yang terindentifikasi mengalami kecanduan media sosial berdasarkan hasil angket dan wawancara. Intervensi dilakukan melalui konseling individual REBT, dengan fokus pada perubahan pola pikir irasional menjadi rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan REBT efektif mengurangi kecanduan media sosial. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahapan siklus. Pada tahap awal, dilakukan identifikasi masalah melalui serangkaian kegiatan observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Dari proses ini terpilih tiga siswa yang menunjukkan gejala kecanduan media sosial. Tahap berikutnya melibatkan pelaksanaan konseling personal dengan pendekatan REBT yang difokuskan pada modifikasi pola pikir tidak rasional. Teknik utama yang digunakan meliputi pembahasan kognitif untuk menentang keyakinan irasional dan pengenalan terhadap pemikiran yang lebih rasional. Hasil intervensi menunjukkan perkembangan positif berupa: (1) pemahaman yang baik mengenai efek buruk media sosial, (2) pergeseran aktivitas ke hal-hal yang lebih bermanfaat, (3) pengurangan waktu akses platform digital, serta (4) peningkatan dalam mengatur respon emosional.