Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POSSIBILITY REALIZATION OF SUB-DISTRICT PARK AND TPU BASED ON RDTR IN BEKASI CITY Elisa Ayu Setyawati; Anita Sitawati Wartaman; Benny Benyamin Suharto
Journal of Synergy Landscape Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1, No 2, February 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.263 KB) | DOI: 10.25105/tjsl.v1i2.10359

Abstract

To be a sustainable city, the New Urban Agenda (NUA) mandates that every resident must be served by GOS. The GOS provided must be close to the population and evenly distributed in each neighborhood. The neighborhood unit has around 120,000 inhabitants, namely the sub-district. Bekasi City plans in the RDTR to provide sub-district GOS such as a sub-district park and a public cemetery (TPU). The availability of public GOS in Bekasi City is currently 3.73% of the city area in 2019, which is still far from the standard requirement of about 20%. To overcome several problems related to public GOS, especially parks and TPUs, the Bekasi City Government created a program of 1,000 parks spread over 12 sub-districts and preparing TPU land every year. This study aims to examine the possibility of realizing the plan from the government based on the RDTR, land use, and land prices. This research is descriptive with a quantitative approach. Analytical methods used spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) and quantitative descriptive analysis. As a result, the sub-district parks realized about 61% and 39% unrealized, and TPUs about 57% realized and 43% unrealized. The possibility of realization, namely the government's ability, is likely big or small. The possibility of realization can be a direction for development like sub-district priorities based on distribution and quantity. To fulfill the distribution required high costs due to the high price of land. However, to fulfill the quantity, looking for sub-districts with large areas and big opportunities for realization.
TREN SEWA APARTEMEN JANGKA PENDEK DI PINGGIRAN KOTA (KASUS: CIBUBUR) Setyawati, Elisa Ayu; Swasto, Deva Fosterharoldas
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 1 (2024): VOLUME 5 NOMOR 1 MARET 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i1.8223

Abstract

Apartemen di Cibubur kini menjadi alternatif hunian di pinggiran kota. Secara umum partemen dapat digunakan sebagai tempat tinggal dan investasi properti melalui sewa. Strategi penyewaannya beragam berupa sewa jangka panjang dan jangka pendek. Perkembangan tren sewa jangka pendek muncul melalui apartemen dengan layanan hospitality seperti hotel. Meskipun demikian, masalah perizinan dan perpajakan mengenai sewa apartemen jangka pendek belum diatur dengan jelas. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara dengan informan seperti pengembang, penghuni, pengelola apartemen, dan agen properti. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana untuk membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, tren sewa apartemen jangka pendek merupakan hal yang umum terjadi dan terjadi juga di Cibubur. Tren sewa apartemen jangka pendek ini dijelaskan dalam 2 konsep yaitu fleksibilitas dan keberlanjutan tren sewa. Tren sewa jangka pendek terus berkembang sebagai alternatif penginapan untuk mendukung kebutuhan salah satunya kegiatan wisata. Namun saat ini, belum ada regulasi yang mengatur sewa jangka pendek khusunya apartemen.
Analisis Potensi Pariwisata di Kelurahan Tongkaina Kota Manado Elisa Ayu Setyawati; Rulina Yismaya Titu Eki; Timothy Balirante
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v12i01.19954

Abstract

Kelurahan Tongkaina merupakan wilayah pesisir di Kota Manado yang menjadi pintu gerbang menuju Taman Nasional Bunaken. Berdasarkan lokasi inilah yang menjadikan Tongkaina menjadi daya tarik tersendiri baik secara alam maupun budaya. Daya tarik yang dimiliki ini menjadi modal utama dalam mengembangkan potensi pariwisata di Tongkaina, hingga disebut sebagai desa/kampoeng wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pariwisata berdasarkan kondisi eksisting dan merumuskan strategi pengembangan pariwisata di Kelurahan Tongkaina. endekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta didukung pemetaan spasial. Analisis dilakukan menggunakan konsep 4A (attraction, accessibility, amenities, dan ancillary) serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Tongkaina memiliki potensi atraksi wisata yang kuat, terutama pada wisata alam pesisir, mangrove, dan kekayaan budaya lokal. Namun, aspek aksesibilitas masih terbatas, baik dari segi infrastruktur maupun kemudahan transportasi. Selain itu, ketersediaan amenitas seperti fasilitas pendukung wisata masih belum memadai, dan kelembagaan pengelolaan pariwisata belum berjalan optimal. Berdasarkan analisis SWOT, diperoleh bahwa kekuatan utama terletak pada potensi sumber daya alam dan dukungan kebijakan pemerintah, sementara kelemahan mencakup keterbatasan sarana prasarana dan pengelolaan. Dengan demikian, diperlukan strategi pengembangan yang terintegrasi, meliputi peningkatan aksesibilitas, pengembangan fasilitas wisata, penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Kelurahan Tongkaina sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal.