Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDEKATAN STUDI ISLAM DALAM PERSPEKTIF MULTIKULTURAL Anwar , Syamsul; Kambali, Kambali
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Approach to Islamic Studies from a Multicultural Perspective. The Islamic study approach based on the view of multiculturalism is a paradigm in which Islam is part of the study of a pluralistic society which prioritizes tolerance and mutual respect for the differences that exist in society with different concepts of understanding Islam at the technical and practical levels in each region. The approach to Islamic studies in the theological aspect based on a multicultural view is an approach that prioritizes the washatiyah side, which implements the concept of mutual respect for diversity by finding a middle way based on peace, benefit and balance in life with fellow Muslims who are different in terms of religious ritual practices. The Islamic study approach to aspects of philosophy based on a multicultural view is an approach in which Islam does not separate aspects of philosophy that developed previously, where in terms of practicing Islamic beliefs it has a combination of philosophy between culture and Islam and has different varieties. So Islam must actually be able to combine different philosophical concepts for the good of society. The Islamic study approach to historical aspects based on a multicultural view emphasizes the historical acculturation aspect. Where in Islam it does not abandon existing past history, but instead history is the most important part of Islam and the development of Islam is due to its long history which is the motivation to survive until now. Likewise, when Islam applies to societies that have different histories, Islam connects their history as part of developing and advancing in civilization. The approach to Islamic studies in the sociological aspect is based on the multicultural view that Islam always respects differences in culture, race and ethnicity. Tolerance for differences is very high, so it is easily accepted in society, because the principle on which it is built is rahmatan lil alamin.
MASKULINITAS TOKOH YEON SHI-EUN DALAM DRAMA KOREA WEAK HERO CLASS 1 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Lusiawati, Juntanti; Muljani , Sutji; Anwar , Syamsul
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 6 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v6i1.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maskulinitas yang digambarkan pada tokoh Yeon Shi-Eun dalam drama Korea Weak Hero Class 1 dan implikasi hasil penelitian pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berupa adegan dan dialog. Wujud data berupa tuturan dan gambar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, observasi tidak langsung dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode informal dengan pragmatik konteks, didukung oleh teori semiotika penanda dan petanda. Hasil penelitian ini dibagi menjadi tujuh kategori karakter menurut Janet Saltzman Chafetz diantaranya penampilan fisik laki-laki, fungsional laki-laki, seksual laki-laki, emosional laki-laki, intelektual laki-laki, interpersonal laki-laki, dan karakter personal laki-laki. Implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas XI mengenai teks film/drama.
MASKULINITAS TOKOH YEON SHI-EUN DALAM DRAMA KOREA WEAK HERO CLASS 1 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Lusiawati, Juntanti; Muljani , Sutji; Anwar , Syamsul
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 6 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v6i1.2779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maskulinitas yang digambarkan pada tokoh Yeon Shi-Eun dalam drama Korea Weak Hero Class 1 dan implikasi hasil penelitian pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini berupa adegan dan dialog. Wujud data berupa tuturan dan gambar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, observasi tidak langsung dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode informal dengan pragmatik konteks, didukung oleh teori semiotika penanda dan petanda. Hasil penelitian ini dibagi menjadi tujuh kategori karakter menurut Janet Saltzman Chafetz diantaranya penampilan fisik laki-laki, fungsional laki-laki, seksual laki-laki, emosional laki-laki, intelektual laki-laki, interpersonal laki-laki, dan karakter personal laki-laki. Implikasi bagi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas XI mengenai teks film/drama.
Pengaruh Qigong Exercises Sebagai Evidence Based Nursing Practice Terhadap Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Hibatullah, Fatih; Anwar , Syamsul; Yunitri , Ninik; Nurhayati , Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55680

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang umum terjadi pada lansia dan meningkatkan risiko morbiditas serta mortalitas. Karena sering tidak bergejala, pengendalian hipertensi pada lansia menjadi tantangan, terutama dalam kepatuhan pemeriksaan tekanan darah, terapi jangka panjang, dan penerapan gaya hidup sehat. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis berperan penting dalam membantu mengontrol dan menstabilkan tekanan darah. Penerapan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP), seperti latihan Qigong exercises, berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung pengendalian hipertensi pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh Qigong Exercises terhadap mengontrol tekanan darah pada lansia, melalui pendekatan One Group Pretest – Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 11 lansia dengan hipertensi di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat, yang pilih secara Purposive. Intervensi dilakukan selama dua kali seminggu selama 8 minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan setiap minggu. Hasil penerapan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP) dengan intervensi Qigong exercises menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik, masing-masing sebesar 13 mmHg dan 7 mmHg (p = 0,000). Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan praktik keperawatan berbasis bukti, khususnya pemberian intervensi Qigong exercises, terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah pada lansia.