Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Kebijakan Meningkatkan Kontribusi PDB Maritim dan Ekonomi Biru Afandi, Frendy
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 2 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0702.1217-1225

Abstract

Pemerintah mencanangkan ekonomi biru sebagai salah satu cara mendorong kemandirian bangsa pada asta cita ke-2. Pembangunan pemerintahan saat ini melanjutkan sektor maritim yang menjadi salah satu sasaran penting pembangunan. PDB maritim mempunyai 12 klaster komponen penyusun mencakup sektor perikanan, energi, industri, transportasi, hingga wisata bahari. Pemetaan sektor-sektor unggulan PDB maritim yang menjadi pengungkit perekonomian dengan metode Sistem Neraca Sosial dan Ekonomi (SNSE) menjadi hal yang penting. Salah satu program prioritas yang diusung pada RPJMN 2025-2029 adalah pengembangan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru. Kegiatan prioritasnya adalah pengembangan industri garam dan produk olahan hasil laut. Hasil analisis sektor unggulan menunjukkan 5 dari 12 klaster berperan penting dalam mengungkit perekonomian. Sehingga strategi kebijakan terfokus pada sektor-sektor unggulan dimaksud dapat digunakan sebagai dasar program kegiatan untuk mendukung target pembangunan.
Ekonomi Syariah dan Industri Halal sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Afandi, Frendy; Lestari, Febriana
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 3 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0703.1307-1319

Abstract

Ekonomi syariah dan industri halal menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika geopolitik global. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadikan ekonomi syariah dan industri halal sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut bersesuaian dengan Asta Cita 2 yang secara eksplisit mendorong kemandirian nasional yang salah satunya melalui ekonomi syariah. Ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mencapai Indonesia Emas 2045 mencakup 4 hal utama, yaitu peningkatan investasi di sektor industri halal, pengembangan perbankan dan keuangan syariah, penguatan regulasi, dan fasilitasi inovasi teknologi. Ekonomi syariah dan industri halal dapat mengungkit ekonomi melalui konsumsi dan investasi. Oleh karena itu, diperlukan percepatan sertifikasi halal untuk meningkatkan daya saing industri halal di pasar internasional dan mendorong inovasi pembiayaan syariah guna mendukung UMKM halal. Platform e-commerce dan rantai pasok halal menjadi kunci untuk efisiensi dan perluasan akses pasar. Investasi sumber daya manusia dan riset diperlukan untuk mengembangkan produk halal inovatif (pangan, farmasi, dan kosmetik) yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Harmonisasi standar halal global, literasi keuangan syariah yang rendah, dan keterbatasan infrastruktur digital menjadi tantangan yang perlu diatasi. Langkah strategis seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, kolaborasi lintas sektor, dan insentif diperlukan untuk mendorong penciptaan diversifikasi ekonomi serta ekosistem halal yang kuat guna menjadikan Indonesia pemimpin pasar halal global.
Upaya Mendongkrak Perekonomian Melalui Sektor Pengungkit PDB Syariah dan Industri Halal Afandi, Frendy; Nastiti, Nur
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 3 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0703.1354-1365

Abstract

Ekonomi syariah dapat menjadi ujung tombak pembangunan nasional mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. PDB syariah dan industri halal menjadi esensial untuk menjadi perhatian pemerintah. PDB syariah terdiri dari 8 klaster, yaitu makanan dan minuman halal; pariwisata ramah muslim; tekstil, kulit, dan fashion muslim; media dan rekreasi syariah; sediaan farmasi halal dan sediaan fasilitas kesehatan; energi terbarukan; keuangan syariah; dan syariah lainnya. Sektor pengungkit PDB syariah dianalisis menggunakan pendekatan Sistem Neraca Sosial dan Ekonomi (SNSE). Ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru jika mengacu pada prioritas nasional ke-2 di RPJMN 2025-2029. Penguatan dilakukan pada industri halal, UMKM halal, ekspor halal dan kerjasama ekonomi syariah internasional, keuangan syariah, dan dana sosial syariah (ZISWAF). Sektor pengungkit PDB syariah ada 7 dari 8 klaster yang ada. Kebijakan terfokus pada sektor pendongkrak dimaksud diharapkan dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%.