Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Exclusive Breastfeeding on Stunting Toddlers: A Scoping Review Putri, Rokhiyatul Maila; Sumardiyono, Sumardiyono; Andarini, Ismiranti
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i1.3888

Abstract

Toddlers, defined as children under five in the early stages of development, experience rapid growth but are vulnerable to nutritional problems such as stunting. Stunting is characterized by a child's height being shorter than the normal standard for their age, resulting from long-term undernutrition, recurrent infectious diseases, and inappropriate feeding practices. Exclusive breastfeeding is an important measure to prevent stunting, as breast milk provides the complete micronutrients and macronutrients necessary for optimal growth and development. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of exclusive breastfeeding on stunting in toddlers. Method: The research design employed a scoping review approach, following the PRISMA-ScR flowchart. Articles were identified through searches on Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and the DOAJ database using keywords such as "effect" AND "giving" AND "exclusive breastfeeding" OR "stunted toddlers". The initial search yielded 821 articles, with six articles meeting the inclusion criteria for the final analysis. Result: The study found a significant relationship between exclusive breastfeeding (p-value=0.003) and the incidence of stunting in toddlers. Specifically, 75.9% of stunted toddlers and 67.2% of toddlers had not received exclusive breastfeeding. Conclusion: Exclusive breastfeeding affects the stunting in toddlers.
Evaluasi dan Tindak Tanjut Upaya Penanganan Stunting di Desa Potronayan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali Kristisanthy, Akwilina Dwi; Putri, Rokhiyatul Maila; Mulyani, Sri
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.14718

Abstract

Background: Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui program intervensi sensitif dan spesifik, namun belum secara optimal untuk menurunkan angka kejadian stunting. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk megidentifikasi masalah dan faktor penyebab masalah serta memberikan rekomendasi solusi alternatif untuk penaganan dan pencegahan stunting stunting di Desa Potronayan Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah PAR (Participatory Action Research). Data diperoleh dari data sekunder dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dan disampaikan melalui FGD untuk pra-rembuk dan musyawarah stunting. Hasil: Belum tercapai beberapa indikator intervensi sensitif dan spesifik penaganan stunting yaitu ASI ekslusif, pemantauan tumbuh kembang, KB pascapersalinan, akses sanitasi yang layak dan pendampingan pada keluarga beresiko stunting. Untuk mengatasi permasalahan yang didapatkan maka diberikan beberapa usulan rekomendasi program yaitu Garda Pendukung ASI (GARDU ASI), Ikatan Cinta Posyandu (ICIP), Gerakan Bersama Pantau Pasca Salin (GEMA PAULIN) dan Sanitasi Layak Warga Sehat (SAYA SEHAT). Kesimpulan: Belum tercapainya beberapa upaya intervensi sensitif dan spesifik dalam penanganan stunting di desa Potronayang desebabkan oleh multi faktor, oleh sebab itu diperlukan komitmen bersama dalam menjalankan upaya penaganan stunting.
Fulfilment minimum acceptable diet, exclusive breastfeeding, and infectious disease with stunting Putri, Rokhiyatul Maila; Sumardiyono, Sumardiyono; Andarini, Ismiranti
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 3, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).169-178

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah kondisi yang menyebabkan kegagalan pertumbuhan selama 1000 hari pertama kehidupan karena kekurangan nutrisi yang berlangsung lama. Kabupaten Brebes merupakan wilayah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Tengah yaitu sebesar 29.1%. Stunting dipengaruhi langsung oleh status infeksi anak serta konsumsi zat gizi makro maupun mikro.Tujuan: Studi ini menyelidiki bagaimana Minimum Acceptable Diet (MAD), ASI eksklusif, dan penyakit infeksi berkorelasi dengan stunting pada anak-anak berusia 6 hingga 23 bulan di Kabupaten Brebes.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini dilakukan pada kelompok anak berusia 6 hingga 23 bulan yang terdaftar di SSGI 2022 Kabupaten Brebes. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 189 anak yang didapatkan dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data dianalisis secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan uji regresi logistik biner. Hasil: Balita yang tidak mencapai MAD berisiko 1.30 kali mengalami stunting dan balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi memiliki risiko 1.33 kali terkena stunting namun tidak signifikan secara statistik (p-value >0.05). Tidak signifikan variabel tersebut dapat disebabkan karena MAD yang dipengaruhi oleh beberpa faktor seperti pendidikan ibu dan ayah, kunjungan antenatal, dan tempat tinggal serta definisi penyakit infeksi yang terlalu luas. Hubungan yang tidak signifikan antara MAD dan stunting mungkin juga disebabkan oleh bias dalam pengukuran MAD, yang mengandalkan ingatan akan asupan makanan selama 24 jam terakhir. Sedangkan,balita tidak ASI eksklusif dapat meniurunkan risiko stunting 2.38 kali dan signifikan secara statistik (p-value 0.013). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara MAD dan penyakit infeksi dengan stunting namun terdapat korelasi yang signifikan antara ASI eksklusif terhadap stunting. KATA KUNCI: ASI eksklusif; minimum acceptable diet; penyakit infeksi; stunting  ABSTRACTBackground: Stunting is a condition resulting from long-term malnutrition, leading to growth failure within the first 1,000 days of life. Brebes Regency has the highest stunting rate in Central Java, at 29.1%. The child's level of infection and the amount of macro- and micronutrients they consume directly impact stunting. Objectives: This study aims to analyze the relationship between the Minimum Acceptable Diet (MAD), exclusive breastfeeding, and infectious diseases with stunting among children aged 6-23 months in Brebes Regency. Methods: This quantitative study utilized secondary data from the 2022 SSGI and employed a cross-sectional design. The study population consisted of children aged 6-23 months, as recorded in the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) data for Brebes Regency. A total of 189 children were included in the study, selected through total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately with a frequency distribution table, bivariately with a Chi-Square test, and multivariately with a binary logistic regression test.Results: Toddlers who do not reach the MAD have a 1.30 times risk of experiencing stunting, and toddlers with a history of infectious diseases have a 1.33 times risk of stunting, but this is not statistically significant (p-value >0.05). This variable is insignificant because MAD is influenced by several factors, such as the mother's and father's education, antenatal visits, and place of residence, as well as a definition of infectious disease that is too broad. The insignificant relationship between MAD and stunting may also result from biases in measuring MAD, which rely on the recall of food intake over the past 24 hours. Meanwhile, toddlers who are not exclusively breastfed can increase the risk of stunting 2.38 times, and it is statistically significant (p-value 0.013). Conclusion: Stunting is not correlated with either MAD or infectious disease; however, it is significantly associated with exclusive breastfeeding.  KEYWORDS: exclusive breastfeeding; infectious diseases; minimum acceptable diet; stunting