Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psikoedukasi : Generasi Z dan Kesehatan Mental Oktariani; Ayu, Lodiana
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v4i2.77

Abstract

Gen Z dikenal sebagai generasi "Digital Native" pertama. Individu yang lahir dan berkembang di lingkungan digital dan teknologi, belajar cara menggunakan teknologi dan berinteraksi dengan jejaring sosial pada usia yang sangat muda dan cenderung dianggap tergantung pada teknologi. Menurut American Psychological Association, generasi Z, mudah mengalami stress salah satu penyebabnya adalah pandemi, ketidakpastian tentang masa depan, dan berita buruk di internet dan media sosial. Sebuah survei multi-tahun yang diterbitkan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa hampir dua pertiga dari Gen Zers (65%) telah melaporkan bahwa setidaknya satu masalah kesehatan mental telah terjadi selama dua tahun terakhir. Gangguan stress dan kecemasan bahkan depresi merupakan gangguan yang sering di alami oleh para generasi Z. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa, mampu dan mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan mental mereka, yaitu dengan mengurangi ekspetasi yang berlebihan terhadap pasangan, pendidikan dan juga masa depan, mampu menghargai proses yang sudah dilalui dan percaya keberhasilan dilalui dengan proses yang tidak instan, jika masalah kesehatan mental sudah tidak mampu dihadapi sendiri dan mengganggu kehidupan generasi Z maka mintalah bantuan dari tenaga professional dan melakukan komunikasi terbuka dengan keluarga, teman terdekat dan lain – lain dapat mengurangan beban emosional para generasi ini.
Mental Health as the Key to Learning Motivation among Psychology Students with Dual Roles Natasya, Natasya; Srefani, Cornelia; Darma Sambo, Surya; Rizki Fadhila, Sherly; Sari, Nurvica; Mirza, Rina; Ayu, Lodiana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19945

Abstract

Mental health and learning motivation are two very important factors in higher education, as both directly impact academic achievement and student well-being. High learning motivation can help students stay more focused and committed to their studies, while good mental health supports their ability to manage stress and academic challenges. Although many studies discuss these two factors separately, few have examined the relationship between learning motivation and mental health, especially in students who work while studying. This study aims to identify the relationship between learning motivation and mental health among students at the Faculty of Psychology, Universitas Prima Indonesia, who are also working while attending classes. Using a quantitative approach with Pearson's correlation technique, this study involved 146 students as the sample. The results show a significant positive relationship between learning motivation and students' mental health, with a correlation value of 0.746 and a significance of p = 0.000, meaning that the higher a student's motivation to learn, the better their mental health. These findings highlight the importance of learning motivation in supporting students' psychological well-being. Educational institutions can develop programs that support the enhancement of both learning motivation and students' mental health, particularly for those who work while studying, to help them effectively cope with academic and personal challenges.Kesehatan mental dan motivasi belajar adalah dua faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan tinggi, karena keduanya berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan mahasiswa. Motivasi belajar yang tinggi dapat membantu mahasiswa untuk lebih fokus dan berkomitmen terhadap studi individu, sementara kesehatan mental yang baik mendukung kemampuan individu dalam mengelola stres dan tantangan akademik. Meskipun banyak penelitian yang membahas keduanya secara terpisah, belum banyak yang mengkaji hubungan antara motivasi belajar dan kesehatan mental, terutama pada mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi belajar dan kesehatan mental pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia yang menjalani perkuliahan sambil bekerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi Pearson, penelitian ini melibatkan 146 mahasiswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan kesehatan mental mahasiswa, dengan nilai korelasi sebesar 0.746 dan signifikansi p = 0.000, yang berarti semakin tinggi motivasi belajar seorang mahasiswa, semakin baik pula kesehatan mental individu. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya motivasi belajar dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Lembaga pendidikan dapat mengembangkan program yang mendukung peningkatan motivasi belajar serta kesehatan mental mahasiswa, terutama bagi individu yang bekerja sambil kuliah, guna membantu individu mengatasi tantangan akademik dan kehidupan pribadi secara lebih efektif. 
Pop-Up Books as a Learning Innovation: Their Influence on Elementary School Students’ Motivation to Learn Nasution, Mawaddah; Padya, Adiba Dwi; Sitepu, Melyani Sari; Wanda, Karina; Ayu, Lodiana
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i2.940

Abstract

One of the problems that often occurs is that students are lazy to study and like to skip school. In addition, teachers are not successful in providing motivation to students and the minimal use of learning media. One solution that can be used to overcome this problem is to use pop up book media. The purpose of this study was to determine the effect of using pop-up book media on students' learning motivation. The instrument used to measure the effect of motivation was a questionnaire given to students. The population in this study was 42 students. The sampling technique used total sampling, namely all populations were sampled. Data testing was carried out using normality tests, homogeneity tests, N-Gain tests and to answer the hypothesis using the Independent T.Test. The results of the hypothesis show that the value of a < sig is 0.001 < 0.05 which means that pop up book media has an effect on student learning motivation. In addition, the N-Gain acquisition shows that its influence is in the medium category. It can be concluded that Pop UP Book Learning Media has an effect on students' learning motivation in science learning at SDN 067258 Medan Amplas.
Emotion Regulation as the Key to Coping with Work Stress in Working Students Hartini, Sri; F, Cornelissen; Xiesoria, Cheerly; Kitaroe, Angeli; Ginting, Megawati; Mirza, Rina; Ayu, Lodiana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19250

Abstract

Working students faced academic and work-related pressures that could trigger job stress, affecting psychological well-being and performance. Emotion regulation played a crucial role in helping individuals adaptively cope with pressure. This study analyzed the relationship between emotion regulation and job stress among 94 working students using a quantitative method with a correlational analysis technique. Data were collected through a questionnaire using the Job Stress Scale based on Robbins et al. (2019) and the Emotion Regulation Scale from Gross (2015). The results showed a significant negative relationship between emotion regulation and job stress, where students with good emotion regulation experienced lower job stress levels. The psychological aspect of job stress had the strongest correlation with emotion regulation compared to physiological and behavioral aspects. Individuals who used adaptive emotion regulation strategies were better at managing pressure than those who used maladaptive strategies. These findings supported Gross’s theory and previous research on job stress and psychological well-being. The study’s implications emphasized the importance of emotion regulation-based interventions in academic and work environments to help students manage stress effectively and maintain a balance between academic and job demands. Mahasiswa yang bekerja menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan yang dapat memicu stres kerja, berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kinerja. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan secara adaptif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres kerja pada 94 mahasiswa yang bekerja, menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Stres Kerja berdasarkan teori Robbins et al. (2019) dan skala Regulasi Emosi dari Gross (2015). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan stres kerja, di mana mahasiswa dengan regulasi emosi yang baik mengalami tingkat stres kerja lebih rendah. Aspek psikologis stres kerja memiliki korelasi paling kuat dengan regulasi emosi dibandingkan aspek fisiologis dan perilaku. Individu yang menggunakan strategi regulasi emosi adaptif lebih mampu mengelola tekanan dibandingkan yang menggunakan strategi maladaptif. Temuan ini mendukung teori Gross serta penelitian sebelumnya mengenai stres kerja dan kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam lingkungan akademik dan pekerjaan untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara efektif, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.