Erwansyah, Ronald
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN SATURASI OKSIGEN DAN ASAM LAKTAT PADA NELAYAN SETELAH PULANG BEKERJA DI DESA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Oktaria, Selly; Syahputra, Muhammad Budi; Erwansyah, Ronald
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v8i1.57078

Abstract

Kelelahan pekerjaan dapat menyebabkan menurunkan konsentrasi sehingga dapat mengakibatkan resiko kecelakaan kerja. Nelayan suatu pekerjaan yang dengan mencari ikan dilaut banyak menggunakan aktivitas otot yang tinggi. Aktivitas otot membutuhkan ATP, dimana ATP tersebut dapat dibentuk dari hasil metabolisme yang membutuhkan oksigen. Oksigen yang masuk ke paru akan berikatan dengan hemoglobin. Ikatan oksigen hemoglobin ini dapat diukur melalui  saturasi oksigen. Ketika oksigen tidak dapat memenuhi kebutuhan maka metabolisme tubuh akan menyebabkan terbentuknya asam laktat. Konsentrasi asam laktat yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama manusia. Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa oleh proses glikolisis dan akhirnya glukosa akan membentuk ATP. Proses glikolisis ini membutuhkan oksigen untuk membentuk ATP yang banyak. Jika oksigen tidak mencukupi maka glukosa diubah menjadi laktat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah Nelayan di Desa precut yang sesuai kriteria inklusi dengan jumlah 27 orang yang diambil secara purposive sampling dengan dilakukan pengukuran saturasi oksigen dengan menggunakan alat oksimeter dan konsentrasi asam laktat  dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari. Dimana didapatkan rata-rata saturasi oksigen sebesar 97,85 %,  saturasi oksigen minimum 95% dan maksimum 99%. Rata-rata konsentrasi asam laktat sebesar 14,15 mmol/L, konsentrasi laktat minimum 7 mmol/L dan maksimum 21 mmol/L.
GAMBARAN SATURASI OKSIGEN DAN ASAM LAKTAT PADA NELAYAN SETELAH PULANG BEKERJA DI DESA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Oktaria, Selly; Syahputra, Muhammad Budi; Erwansyah, Ronald
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol. 8 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v8i1.57078

Abstract

Kelelahan pekerjaan dapat menyebabkan menurunkan konsentrasi sehingga dapat mengakibatkan resiko kecelakaan kerja. Nelayan suatu pekerjaan yang dengan mencari ikan dilaut banyak menggunakan aktivitas otot yang tinggi. Aktivitas otot membutuhkan ATP, dimana ATP tersebut dapat dibentuk dari hasil metabolisme yang membutuhkan oksigen. Oksigen yang masuk ke paru akan berikatan dengan hemoglobin. Ikatan oksigen hemoglobin ini dapat diukur melalui  saturasi oksigen. Ketika oksigen tidak dapat memenuhi kebutuhan maka metabolisme tubuh akan menyebabkan terbentuknya asam laktat. Konsentrasi asam laktat yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama manusia. Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa oleh proses glikolisis dan akhirnya glukosa akan membentuk ATP. Proses glikolisis ini membutuhkan oksigen untuk membentuk ATP yang banyak. Jika oksigen tidak mencukupi maka glukosa diubah menjadi laktat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah Nelayan di Desa precut yang sesuai kriteria inklusi dengan jumlah 27 orang yang diambil secara purposive sampling dengan dilakukan pengukuran saturasi oksigen dengan menggunakan alat oksimeter dan konsentrasi asam laktat  dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari. Dimana didapatkan rata-rata saturasi oksigen sebesar 97,85 %,  saturasi oksigen minimum 95% dan maksimum 99%. Rata-rata konsentrasi asam laktat sebesar 14,15 mmol/L, konsentrasi laktat minimum 7 mmol/L dan maksimum 21 mmol/L.
Penyuluhan dan Penanganan Fisioterapi dengan Modalitas Infrared di Desa Bengkel Kecamatan Bengkel Kabupaten Serdang Bedagai Anggriani, Anggriani; Maryaningsih, Maryaningsih; Vera, Yeni; Erwansyah, Ronald; Aini, Nurul; Sulaiman, Sulaiman; Sutandra, Lagut; Maryani, Maryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5996

Abstract

Desa Bengkel Kecamatan Bengkel  Kabupaten Serdang Bedagai merupakan daerah pedesaan yang banyak menghadapi masalah kesehatan seperti stroke, nyeri punggung bawah, gangguan keseimbangan dan masalah kesehatan lainnya, hal ini terjadi karena keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan salah satunya akses fisioterapi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, pencegahan cedera dan penyakit, rehabilitasi dan pemulihan fisik, peningkatan akses terhadap pelayanan fisioterapi dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan ceramah dan pemberian pelayanan serta penanganan fisioterapi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian  fisioterapi dengan modalitas infrared dan penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat Desa Bengkel sebesar 75%, dan terdapat 25% yang tidak mengalami perubahan pengetahuan. Pemberian infrared bermanfaat mengurangi nyeri, meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan meningkatkan kesehatan pada kulit, memproduksi kolagen serta memberikan efek relaksasi pada tubuh. Kesimpulan: pemberian pelayanan fisioterapi dengan modalitas infrared berhasil meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Bengkel, terdapat perubahan positif dalam kondisi kesehatan masyarakat yang mendapatkan pelayanan fisioterapi, terutama pada masalah muskuloskeletal. Melalui pemberian penyuluhan dan penanganan fisioterapi dengan infrared, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya peran fisioterapi dalam kesehatan mereka dan memiliki keterampilan untuk merawat diri sendiri secara lebih efektif