Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Reading Skills of Grade 1 Students of SDN 6 Yangapi Through Pop Up Book Media: Analisis Keterampilan Membaca Siswa Kelas 1 SDN 6 Yangapi Melalui Media Pop Up Book Janawati , Desak Putu Anom; Andika, I Putu Bayu; Pradnyana, Puti Beny
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v13i1.1623

Abstract

The aim of the research is to analyze children's reading skills through Pop Up Books. Data was collected using a quantitative descriptive method, which means a type of research that uses quantitative data to describe or explain phenomena or variables that can be measured and calculated. The sample was 34 students, namely 17 men and 17 women. The low reading skills in this class are the reason for researchers to research. Reading skills are classified as good (B) with a calculation result of 75%.
PKM pendampingan pembuatan e-book aplikatif dan penguatan pojok baca di SD Janawati, Desak Putu Anom; Purnami, Ni Made Ayu; Putra, I Ketut Dedi Agung Susanto; Andika, I Putu Bayu; Putra, Kadek Yogi Dwipayana; Mahardika, Pande Komang Yogi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27566

Abstract

Abstrak  Menumbuhkan kapabilitas guru di bidang pembuatan e-book aplikatif dan memperkuat penggunaan pojok baca di sekolah dasar merupakan sasaran dari program. Metode yang digunakan adalah pendampingan yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dimulai dengan identifikasi kebutuhan sekolah, penyusunan materi pelatihan, dan koordinasi dengan pihak sekolah. Tahapan pelaksanaan meliputi pelatihan pembuatan e-book aplikatif dan penguatan pojok baca, yang meliputi sosialisasi teknologi e-book, pelatihan teknis, praktik pembuatan e-book, pengadaan buku, desain dan pengelolaan pojok baca, serta pengenalan kepada siswa.Setelah pelatihan, evaluasi dilakukan melalui angket dan wawancara untuk mengukur keberhasilan program. Hasil angket dari 8 peserta menunjukkan rata-rata skor di atas 4.0, yang mencerminkan kepuasan tinggi terhadap pelatihan. Wawancara dengan guru mengungkapkan pengalaman positif, materi implementasi yang baik, serta tantangan terkait akses teknologi. Peningkatan minat baca siswa juga dilaporkan sebagai dampak positif dari program ini.Program ini berhasil mencapai tujuan dalam meningkatkan keterampilan guru dan memperkuat penggunaan pojok baca. Namun, ada beberapa area yang perlu diperhatikan untuk perbaikan di masa depan, seperti penyediaan akses teknologi yang lebih baik dan sesi pelatihan lanjutan. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada dukungan pihak sekolah dan komitmen guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran mereka.     Kata Kunci : pengabdian kepada masyarakat; aplikatif e-book; pojok baca; keterampilan guru, minat baca siswa.  Abstract    Cultivating the abilities of educators in the field of creating practical e-books and strengthening the use of reading corners in elementary schools are the goals of the program. The method employed is mentoring, those are planning, carrying out, and assessing. Starting by conducting  a needs assessment of the school, develops training materials, and coordinates with the school authorities. The implementation phase includes training on creating practical e-books and reinforcing reading corners, which involves socializing e-book technology, technical training, hands-on practice in e-book creation, procuring books, designing and managing reading corners, and introducing them to students.After the training, evaluation is conducted through surveys and interviews to measure the program's success. Survey results from 8 participants indicate an average score above 4.0, reflecting high satisfaction with the training. Interviews with teachers revealed positive experiences, effective material implementation, and challenges related to technology access. An increase in student reading interest was also reported as a positive outcome of this program.This program successfully achieved its goals of improving teachers' skills and enhancing the use of reading corners. However, there are several areas that need attention for future improvement, such as providing better access to technology and offering follow-up training sessions. The sustainability of this program heavily relies on support from school authorities and teachers' commitment to continuously innovate their teaching methods. Keywords: community service; practical e-book; reading corner; teacher skills; student reading interest.
Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Andika, I Putu Bayu; Astuti, Ni Putu Eni; Darmayanti, Ni Wayan Sri
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10323

Abstract

Kesulitan belajar merupakan salah satu tantangan utama dalam proses pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 3 Bangbang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas seluruh siswa dan wali kelas dari kelas I hingga VI, serta enam orang tua siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Sampel siswa ditentukan berdasarkan peringkat akademik, yaitu dua siswa dengan capaian tertinggi dan dua dengan capaian terendah di setiap kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar disebabkan oleh kombinasi faktor internal, seperti rendahnya motivasi, kurangnya kepercayaan diri, serta kebiasaan dan kesiapan belajar yang belum optimal; dan faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang monoton, keterbatasan sarana, minimnya dukungan orang tua, dan pengaruh negatif teknologi. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan holistik yang menganalisis faktor internal dan eksternal secara terpadu serta meninjau dampaknya terhadap prestasi dan dinamika belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penanganan kesulitan belajar memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, dan siswa.
Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Andika, I Putu Bayu; Astuti, Ni Putu Eni; Darmayanti, Ni Wayan Sri
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10323

Abstract

Kesulitan belajar merupakan salah satu tantangan utama dalam proses pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 3 Bangbang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas seluruh siswa dan wali kelas dari kelas I hingga VI, serta enam orang tua siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Sampel siswa ditentukan berdasarkan peringkat akademik, yaitu dua siswa dengan capaian tertinggi dan dua dengan capaian terendah di setiap kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar disebabkan oleh kombinasi faktor internal, seperti rendahnya motivasi, kurangnya kepercayaan diri, serta kebiasaan dan kesiapan belajar yang belum optimal; dan faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang monoton, keterbatasan sarana, minimnya dukungan orang tua, dan pengaruh negatif teknologi. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan holistik yang menganalisis faktor internal dan eksternal secara terpadu serta meninjau dampaknya terhadap prestasi dan dinamika belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penanganan kesulitan belajar memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, dan siswa.