Nabila, Hanna
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Evaluasi CIPP dalam Mengevaluasi Program Kesetaraan Paket C di PKBM Istiqomah Salsabila, Al Fitrah; Khalmayra, Assyifa; Bagaskara, Evan; Nabila, Hanna; Tazkiyatunnufus, Mala
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.10030

Abstract

Abstract: CIPP stands for context, input, process and product. This evaluation model aims to improve the program. The CIPP evaluation model in its implementation is more widely used by evaluators, this is because this evaluation model is more comprehensive when compared to other evaluation models. The program evaluation used to evaluate the package c equivalency programs at pkbm istiqomah is the cipp model because it is easier to measure the efficiency of the ongoing program, and measure the success rate and shortcomings of an ongoing program. To see the success and achievement of a program based on product evaluation (results), the Package C equivalency education program can be said to be good if there is a fairly good quality improvement in students and the percentage of student graduation reaches 100%.Key Words: Evaluation, Cipp Evaluation, Equality ProgramAbstrak: CIPP merupakan singkatan dari context, input, process dan product. Evaluasi model ini memiliki tujuan untuk memperbaiki program. Orientasi dari evaluasi ini adalah sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan dari decicion maker (pemegang keputusan). Model evaluasi CIPP dalam pelaksanaannya lebih banyak digunakan oleh para evaluator, hal ini dikarenakan model evaluasi ini lebih komprehensif jika dibandingkan dengan model evaluasi lainnya. Evaluasi program yang digunakan untuk mengevealuasi program-progam kesetaraan paket C pada PKBM Istiqomah adalah model CIPP karena lebih mudah untuk mengukur keefisienan dari program yang berlangsung, dan mengukur tingkat keberhasilan serta kekurangan dari suatu program yang berjalan. Untuk melihat keberhasilan dan tercapai nya suatu program tersebut Berdasarkan evaluasi product (hasil), program pendidikan kesetaraan Paket C dapat dikatakan sudah baik apabila adanya peningkatan kualitas yang cukup baik pada peserta didik dan persentase kelulusan peserta didik mencapai 100%.Kata Kunci: Evaluasi, Evaluasi CIPP, Program Kesetaraan
Model Evaluasi CIPP dalam Mengevaluasi Program Kesetaraan Paket C di PKBM Istiqomah Salsabila, Al Fitrah; Khalmayra, Assyifa; Bagaskara, Evan; Nabila, Hanna; Tazkiyatunnufus, Mala
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 10 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.10030

Abstract

Abstract: CIPP stands for context, input, process and product. This evaluation model aims to improve the program. The CIPP evaluation model in its implementation is more widely used by evaluators, this is because this evaluation model is more comprehensive when compared to other evaluation models. The program evaluation used to evaluate the package c equivalency programs at pkbm istiqomah is the cipp model because it is easier to measure the efficiency of the ongoing program, and measure the success rate and shortcomings of an ongoing program. To see the success and achievement of a program based on product evaluation (results), the Package C equivalency education program can be said to be good if there is a fairly good quality improvement in students and the percentage of student graduation reaches 100%.Key Words: Evaluation, Cipp Evaluation, Equality ProgramAbstrak: CIPP merupakan singkatan dari context, input, process dan product. Evaluasi model ini memiliki tujuan untuk memperbaiki program. Orientasi dari evaluasi ini adalah sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan dari decicion maker (pemegang keputusan). Model evaluasi CIPP dalam pelaksanaannya lebih banyak digunakan oleh para evaluator, hal ini dikarenakan model evaluasi ini lebih komprehensif jika dibandingkan dengan model evaluasi lainnya. Evaluasi program yang digunakan untuk mengevealuasi program-progam kesetaraan paket C pada PKBM Istiqomah adalah model CIPP karena lebih mudah untuk mengukur keefisienan dari program yang berlangsung, dan mengukur tingkat keberhasilan serta kekurangan dari suatu program yang berjalan. Untuk melihat keberhasilan dan tercapai nya suatu program tersebut Berdasarkan evaluasi product (hasil), program pendidikan kesetaraan Paket C dapat dikatakan sudah baik apabila adanya peningkatan kualitas yang cukup baik pada peserta didik dan persentase kelulusan peserta didik mencapai 100%.Kata Kunci: Evaluasi, Evaluasi CIPP, Program Kesetaraan
HUBUNGAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SD Nabila, Hanna; Nurjannah, Fitri; Tia Dita Lathifa Yuwono; Putri Ramadhani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.53401

Abstract

This study aims to determine the relationship between students’ learning interest and learning outcomes in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject for fifth-grade elementary school students. Learning interest is one of the important factors that can influence students' success in the learning process. Students with a high level of learning interest tend to be more active, focused, and enthusiastic in participating in learning activities, enabling them to achieve better learning outcomes. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of all fifth-grade students at a public elementary school in Pekanbaru City. Since the population was relatively small, the sampling technique used was total sampling (saturated sampling). Data were collected through questionnaires and tests. The questionnaire was used to measure students’ learning interest, while the test was used to assess learning outcomes on the topic of “Classification of Animals Based on Their Feeding Habits.” The collected data were analyzed using the Product Moment correlation test. The results of the study indicate that there is a positive relationship between learning interest and students’ learning outcomes in the IPAS subject. The higher the students’ learning interest, the higher their learning outcomes. Conversely, low learning interest may contribute to lower learning outcomes. Therefore, learning interest plays an important role in improving students’ learning outcomes in the IPAS subject.