Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA Farahani, Narulita; Fitri, Rahmadhani; Selaras, Ganda Hijrah; Farma, Siska Alicia
Jurnal Edukasi Biologi Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Edukasi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v9i2.19519

Abstract

Biologi merupakan pelajaran yang kompleks sehingga membuat beberapa kesulitan siswa dalam proses pembelajaran terhadap mata pelajaran tersebut, kesulitan tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi siswa itu sendiri dan kondisi lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kesulitan dalam proses belajar yang dihadapi siswa pada mata pelajaran biologi SMA. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang menggunakan metode literature review, Subjek dalam penelitian ini berupa artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan judul penelitian. Data analisis penelitian ini adalah artikel-artikel yang sampelnya terdiri dari 5 artikel.Hasil penelitian kesulitan menunjukkan dalam proses belajar pada mata pelajaran biologi dikategorisasikan tinggi yang dipengaruhi oleh kondisi siswa maupun kondisi lingkungan sekitar.
Analisis Kebutuhan Booklet pada Materi Sel dan Transpor Zat melalui Membran untuk Peserta Didik Fase F SMA Farahani, Narulita; Helendra, Helendra
MASALIQ Vol 5 No 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v5i6.7939

Abstract

The topic of cells and substance transport across membranes is a fundamental component of biology instruction for Phase F students, as outlined in the Kurikulum Merdeka. However, the abstract nature of the material—characterized by numerous scientific terms and the inability to be directly observed—often poses challenges for student comprehension. Additionally, limitations in instructional media and teaching materials further hinder the learning process. This study aims to analyze the need for developing a biology booklet as a teaching resource on cell structures and membrane transport mechanisms for Phase F senior high school students. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Four-D development model, with the current focus on the define phase. The study involved both teachers and Phase F students, with data collected through questionnaires regarding biology learning experiences and interest in educational media. Descriptive-qualitative analysis was conducted to provide an overview of instructional material needs. The results indicate that although students exhibit a high interest in biology, many still struggle to understand the topic of cells and membrane transport. The majority of respondents expressed a need for a booklet as a learning medium to support concept comprehension through visual and systematic presentation. It can therefore be concluded that developing a booklet on this topic is a concrete necessity that may enhance the effectiveness of biology instruction in senior high schools.
Penerapan Pendidikan Inklusi SMA 3 Swasta Muhammadiyah Padang Novriyanti, Ernie; Kurniati, Rahmi; Hikmah, Nurul; Farahani, Narulita; Syarif, Silvi Aprilia
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i3.1914

Abstract

Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengikut sertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak sebayanya di sekolah reguler terdekat. Sistem ini mengutamakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap kemampuan dan kebutuhan setiap siswa dengan dukungan dari guru. Penelitian ini bertujuan mengobservasi penerapan pendidikan inklusif di SMA Swasta 3 Muhammadiyah Padang, sebuah sekolah yang telah menerima siswa berkebutuhan khusus namun belum terakreditasi sebagai sekolah inklusi. Kendala utama dalam penerapan ini termasuk kurangnya tenaga pengajar khusus dan fasilitas yang memadai. Meski demikian, sekolah ini menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dengan menempatkan siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler, memberikan penyesuaian dalam pembelajaran, dan mendorong lingkungan pertemanan yang mendukung. Observasi dilakukan melalui wawancara dengan wakil kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kekurangan, dukungan dari masyarakat dan orang tua terhadap sekolah ini sangat tinggi. Beberapa siswa berkebutuhan khusus dari sekolah ini melanjutkan ke perguruan tinggi atau bekerja dengan sukses. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru, masyarakat, dan pemerintah untuk mengatasi tantangan dan mengoptimalkan penerapan pendidikan inklusif.