Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE DEVELOPMENT OF TARJÎḤ METHOD IN ISLAMIC LAW: TRACING THE THOUGHTS OF MUḤAMMAD ‘ALÎ AL-SÂBÛNÎ IN RAWAÎ’ AL-BAYÂN Mualim, Much.; Baharuddin, Didin
Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Vol 23, No 2 (2022): Islamic Law and Economic
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ua.v23i2.17638

Abstract

This article aims to trace the thoughts of Muhammad ‘Ali al-Sâbûni in attempt to develop the tarjîh method through the interpretation of ahkâm verses in Rawâî’ al-Bayân book. This is substantial to study since tarjîh is one of solutions taken by many ulama when there is a contradicting argument. Besides, the tarjîh principles used by al-Sâbûni have distinction compared to other ulama. This is library research included in qualitative study, implementing textual approach and Holsti’s version of content analysis. The analysis tools used in this article are tarjîh theories in usûl al-fiqh, both general theories of al-Shaukânî and al-Âmidi, which were then developed by Wahbah al-Zuhaili, as well as the application theories of tarjîh Ḥusain al- Ḥarbî. The results show that al-Sâbûni in Rawâî’ al-Bayân develops certain tarjîh principles and implements the method which is in accordance with those principles. In this case, there are 22 tarjîh principles and 16 implementation methods, taken from the solid source and basis such as Quran, hadith, theories in ‘ulûm al-Qur’ân and usûl al-fiqh, as well as the arguments of previous ulama. Implementation wise, al-Sâbûni is able to do innovative and objective tarjîh which are far from mazhab’s fanaticism.
ANALISIS FATWA SYAIKH SYAUQI IBRAHIM ‘ABDUL KARIM ‘ALLAM TENTANG CHILDFREE ulath, sanusi; Thalhah, Thalhah; Mualim, Much.
TAHKIM Vol. 18 No. 2 (2022): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v18i2.3882

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan fatwa Syaikh Syauqi> Ibra>hi>m ‘Abdul Kari>m ‘Alla>m seorang Mufti Agung Mesir tentang hukum childfree, yang dijadikan dasar oleh sebagian umat Islam dalam membolehkan childfree, tujuannya untuk mengetahui dan mendeskripsikan fatwa Syaikh Syauqi> Ibra>hi>m ‘Abdul Kari>m ‘Alla>m tentang childfree dan juga untuk mengetahui analisis dalil hukum yang digunakan Syaikh Syauqi> Ibra>hi>m ‘Abdul Kari>m ‘Alla>m dalam mengeluarkan fatwa tentang childfree. penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, Syaikh Syauqi> Ibra>hi>m ‘Abdul Kari>m ‘Alla>m membolehkan praktik childfree dalam fatwanya dengan tiga syarat: a). harus dengan kesepakatan bersama antara suami istri. b) penerapannya hanya bersifat personal antar pasangan, tidak diterapkan secara umum dan dipromosikan. c). memiliki alasan atau sebab sesuai syari>’at Islam yakni mendatangkan mas}la>hah dan menolak mud}a>rat. Kedua, Analisis dalil hukum yang digunakan Syaikh Syauqi> Ibra>hi>m ‘Abdul Kari>m ‘Alla>m dalam fatwanya tentang childfree adalah Al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 46 sebagai dasar bahwa kedudukan anak hanya sebagai perhiasan bukan sebagai kewajiban. b) hadis-hadis shahih tentang kebolehan ‘azl sebagai qiyas dibolehkannya childfree dengan kesamaan illat yaitu meniadakan anak di masa datang, dan kebolehannya hanya dengan kesepakatan dan kemashlahatan. c)  pendapat ulama lintas mazhab yang memperkuat hadis dibolehkannya ‘azl sebagai qiyas dibolehkannya childfree. d) Saddudz dzari>’ah-nya adalah menutup jalan dari mud}a>rat yang ditimbulkan pada kesehatan istri ketika memiliki anak, atau juga karena kekhawatiran tidak dapat merawat anak, yang mud}a>rat-nya lebih besar dari pada mas}la>hah.