Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perhitungan Biaya Pelaksanaan Konstruksi Pelat Lantai Beton dan Panel Lantai Pada Proyek Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Dwi Kumalasari; Rizqi Ihsan Nur Muhammad; Annas Firman; Tisnawati Tisnawati; Muhammad Abdul Malik Annasir; Nauval Rabbani; Anindita Baskoro Adiyaksa
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 38, No 1 (2024): PENA MARET 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v38i1.4395

Abstract

Perkembangan teknologi pada dunia konstruksi memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Bermacam usaha dilakukan untuk mempercepat dan memudahkan tanpa mengurangi kualitas dari pekerjaan, bahan bangunan, dan konstruksinya. Termasuk dalam pelaksanaan pekerjaan pelat lantai dengan menggunakan panel lantai untuk mempercepat dan memudahkan pekerjaan pelat lantai bangunan bertingkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan anggaran biaya pekerjaan pelat beton konvensional dengan panel lantai dan mengetahui selisih biaya pekerjaan pelat lantai beton konvensional dan panel lantai. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Hasil dari penelitian ini yaitu biaya pelaksanaan panel lantai lebih murah yaitu sebesar Rp 96.814.615,65 dibandingkan dengan pelat konvensional dengan nilai Rp 162.879.434,07 dengan selisih biaya sebesar Rp. 66.064.818,42 atau sekitar 59,44% lebih murah menggunakan panel lantai dibandingkan pelat lantai beton konvensional. Kata Kunci : Pelat lantai beton konvensional, panel lantai, perbandingan anggaran biaya, selisih biaya
Pengaruh Agregat Kasar Batu Kali Manggaran Dan Batu Pecah Tapa Utama Terhadap Kuat Tekan Beton Pada Bangunan Struktur wati, Tisna; Firman, Annas; Kumalasari, Dwi; Annasir, Muhammad Abdul Malik; Rabbani, Nauval; Syakifudin, Riza; Alfin, Yusuf
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v10i1.9413

Abstract

Abstract Good quality concrete is concrete whose basic ingredients are also of good quality. One of the ingredients that make up concrete that determines the compressive strength of concrete is coarse aggregate. Coarse aggregate itself is a resource that is easy to obtain, widely available in nature and in various types. According to its origin, coarse aggregate used as a building material for concrete can be divided into two, namely natural aggregate obtained from rivers and artificial aggregate obtained from crushed stone.  This research was carried out using 3 variations, namely 100% Kali Manggaran stone, 100% Tapa Utama crushed stone, and a combination of 50% Manggaran 50% Tapa Utama with a plan to use concrete quality K225 or 18.68 MPa, according to the minimum requirements of the concrete quality plan for structural work. The results of the research show that the use of 100% Manggaran river stone at a concrete age of 14 days is 14,834 MPa and 18,117 MPa. Meanwhile, the use of 100% crushed stone tapa Utama obtained a concrete compressive strength of 17,256 MPa at a concrete age of 14 days and 21,045 MPa at an age of 28 days and was in accordance with the planned concrete quality. The maximum compressive strength is the 100% crushed stone tapa Utama concrete variation with a concrete age of 28 days. Keywords: Coarse Aggregate, Compressive Strength of Concrete, Manggaran River Stone, Tapa Utama Crushed Stone 
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT KI AGENG SEDAYU KABUPATEN PEKALONGAN ANNASIR, MUHAMMAD ABDUL MALIK
Pondasi Vol 28, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v28i2.32581

Abstract

Rencana pembangunan Rumah Sakit Ki Ageng Sedayu Kabupaten Pekalongan merupakan wujud pihak swasta yang menangkap peluang masih kurangnya ketersediaan rumah sakit untuk melayani masyarakat di Kabupaten Pekalongan.Namun perlu metode untuk mengoptimalkan biaya agar dana yang tersedia dapat dicapai dengan efisien dengan tetap menjaga mutu serta kualitas konstruksi. Oleh karena itu, dilakukan analisis Rekayasa Nilai atau Value Engineering untuk mencari desain alternatif yang lebih hemat biaya tanpa mengurangi kualitas bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komponen yang dapat digunakan sebagai alternatif desain dengan biaya terendah tanpa mengurangi fungsi. Metode penelitian menggunakan analisis komparatif dan analisis deskriptif dengan menerapkan teknik analisis nilai standar, termasuk tahap-tahap seperti pengumpulan informasi, analisis fungsional, kreativitas, evaluasi, dan rekomendasi. Data yang digunakan untuk analisis adalah dokumen Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, dan spesifikasi teknis yang diberikan oleh konsultan perencana dan kemudian dilakukan identifikasi berdasarkan jenis pekerjaan dengan menggunakan rekayasa nilai (value engineering) dengan menggunakan prinsip Pareto dan analisis breakdown. Berdasarkan analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa pekerjaan struktur menyumbang 57,18% dari total biaya proyek, sehingga direkomendasikan dua desain alternatif yaitu penggantian bekisting multiplek dengan tegofilm dan penggunaan beton precast Hollow Core Slab (HCS) pada pelat lantai. Penggunaan desain bekisting tegofilm menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 316.554.292,95 atau 9,41%, sedangkan penggunaan pelat precast Hollow Core Slab (HCS) menghemat Rp 317.658.478,69 atau 9,28% dari anggaran biaya proyek yang direncanakan.
Perhitungan Biaya Pelaksanaan Konstruksi Pelat Lantai Beton dan Panel Lantai Pada Proyek Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Kumalasari, Dwi; Muhammad, Rizqi Ihsan Nur; Firman, Annas; Tisnawati, Tisnawati; Annasir, Muhammad Abdul Malik; Rabbani, Nauval; Adiyaksa, Anindita Baskoro
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 38 No. 1 (2024): PENA MARET 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v38i1.4395

Abstract

Perkembangan teknologi pada dunia konstruksi memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Bermacam usaha dilakukan untuk mempercepat dan memudahkan tanpa mengurangi kualitas dari pekerjaan, bahan bangunan, dan konstruksinya. Termasuk dalam pelaksanaan pekerjaan pelat lantai dengan menggunakan panel lantai untuk mempercepat dan memudahkan pekerjaan pelat lantai bangunan bertingkat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan anggaran biaya pekerjaan pelat beton konvensional dengan panel lantai dan mengetahui selisih biaya pekerjaan pelat lantai beton konvensional dan panel lantai. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Puskesmas Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. Hasil dari penelitian ini yaitu biaya pelaksanaan panel lantai lebih murah yaitu sebesar Rp 96.814.615,65 dibandingkan dengan pelat konvensional dengan nilai Rp 162.879.434,07 dengan selisih biaya sebesar Rp. 66.064.818,42 atau sekitar 59,44% lebih murah menggunakan panel lantai dibandingkan pelat lantai beton konvensional. Kata Kunci : Pelat lantai beton konvensional, panel lantai, perbandingan anggaran biaya, selisih biaya
STUDI PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH BATU BARA PADA KUAT TEKAN BETON Rabbani, Nauval; Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Firman, Annas; Malik Annasir, Muhammad Abdul; Agung Wahyudi , Pribadi
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/stima.v8i0.1213

Abstract

Kota Pekalongan dan sekitarnya memiliki banyak pabrik tekstil yang menggunakan bahan batu bara. Dalam penelitian ini memanfaatkan limbah tersebut dalam pembuatan beton. Penelitian dirancang dengan mensubstitusi sebagian pasir dengan fly ash dan bottom ash. Komposisi dasar campuran beton digunakan 1 semen : 2 pasir : 3 agregat kasar. Proporsi substitusi pada campuran sebesar 10%, 15%, 20%, dan 25%. Benda uji dibuat sesuai dengan standar yang berlaku dalam bentuk silinder 15 x 30 cm. Uji kuat tekan dilakukan setelah benda uji dilakukan perendaman dalam air selama 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan, benda uji mengalami fluktuasi hasil. Pada campuran 10% substitusi mengalami penurunan sebesar 2,3% dibanding beton normal, namun pada campuran 15% mengalami kenaikan kuat tekan sebesar 15,16% terhadap beton normal. Kuat tekan optimal didapatkan pada campuran 25% dengan nilai rata-rata 21,89 MPa.
PENGARUH CURING AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN AGREGAT HALUS ABU BATU Tisnawati, Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Rabbani, Nauval; Abdul Malik Annasir, Muhammad; Firman, Annas; Trilaksono, Fizal
SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) Vol 8 (2024): STIMA 8.0 : Menuju Kesinambungan : Inovasi dan Adaptasi Teknologi untuk Pembangunan Be
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Based on the source, aggregates can be divided into two, namely natural and artificial. Along with the increasing development of infrastructure using concrete structures, the demand for fine aggregate in the form of sand has also increased, so innovations have emerged to use artificial fine aggregate in the form of stone ash. Stone ash is a material that comes from the process of breaking down and filtering natural rock produced from crushed stone industry waste with a size of less than 0.5 cm. Stone ash was chosen as a building block for concrete because Pekalongan City frequently experiences tidal floods, resulting in the flooding of old and newly built buildings, such as roads and houses made of concrete. Concrete structures generally harden quickly and dry easily, therefore concrete curing is carried out so that the water content of the concrete does not decrease quickly, thereby producing good quality concrete. The concrete curing process is an important method for maintaining concrete quality because it not only maintains the moisture content on the inside or surface of the concrete, but also ensures that the concrete produced is of the desired quality. This research was carried out using experimental methods and was carried out at the Construction Engineering Laboratory, Pekalongan University. The objects of this research include testing materials with fine aggregate in the form of stone ash and making concrete samples to determine the effect of seawater curing on the compressive strength of concrete. The compressive strength results for well water treatment were 18,064 MPa for 14 day old concrete and 22,867 MPa for 28 day old concrete. Meanwhile, concrete treatment with sea water has a compressive strength of 16,400 MPa for 14 day old concrete and 20,416 MPa for 28 day old concrete. From these results it can be concluded that treating concrete with sea water can affect the compressive strength value of concrete. Keywords: Compressive Strength, Rock Ash, Sea Water