Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOCIO-DEMOGRAPHIC RELATIONSHIP WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING BY MOTHERS OF TODDLERS AGED 6-59 MONTHS IN THE WORKING AREA OF DRIEN RAMPAK PUBLIC HEALTH CENTER, ARONGAN LAMBALEK DISTRICT Nailul Azmi; Teuku Muliadi; Cukri Rahma
MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i3.216

Abstract

Exclusive breastfeeding plays a vital role in ensuring optimal nutrition for infants aged 0–6 months. Nevertheless, its coverage remains low in several areas, including West Aceh Regency. This study aimed to analyze the relationship between sociodemographic factors and exclusive breastfeeding practices among mothers of children aged 6–59 months in the Drien Rampak Public Health Center, Arongan Lambalek Subdistrict. Using an analytical survey with a cross-sectional design, a total of 267 respondents were selected through accidental sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using the chi-square test. The findings indicated significant associations between maternal knowledge (p=0.000), maternal education (p=0.000), maternal occupation (p=0.000), and economic status (p=0.017) with exclusive breastfeeding practices. Conversely, paternal education (p=0.080) and paternal occupation (p=0.290) did not show significant relationships. These results suggest that maternal knowledge, education, and occupation are key determinants in the success of exclusive breastfeeding, while paternal factors have a less direct influence. Strengthening maternal education and awareness, alongside supportive occupational conditions and adequate economic resources, may enhance exclusive breastfeeding rates in the region.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND PHYSICAL ACTIVITY WITH THE NUTRITIONAL STATUS OF FINAL STUDENTS OF THE 2021 CLASSIFICATION AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES, TEUKU UMAR UNIVERSITY Cut Nela Yulisa; Nasrianti Syam; Cukri Rahma; Ravi Masitah
MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i3.222

Abstract

Nutritional problems remain a significant public health challenge, encompassing both undernutrition and overnutrition, which affect quality of life and productivity. Stress levels and physical activity are factors that may influence nutritional status, particularly among final-year students who often face high academic pressure. This study aimed to analyze the relationship between stress levels and physical activity with nutritional status among final-year students of the 2021 cohort at the Faculty of Health Sciences, Teuku Umar University. This research employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 142 respondents were selected using a simple random sampling technique from a population of 220 students. Stress levels were measured using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), physical activity using the Physical Activity Level (PAL), and nutritional status based on Body Mass Index (BMI). The data were analyzed using Spearman correlation with a significance level of p<0.05. The results showed that most respondents had normal nutritional status (64.1%), experienced severe stress (38%), and had light physical activity (35.2%). Statistical analysis revealed no significant relationship between stress levels and nutritional status (r = -0.068, p = 0.425), nor between physical activity and nutritional status (r = 0.030, p = 0.722). These findings suggest that nutritional status among students may be influenced by other factors beyond stress and physical activity. Therefore, it is recommended that students maintain healthy eating habits and balanced lifestyles despite academic pressures, while further research should explore additional determinants of student nutritional status.
Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Risiko Terjadinya Gastritis Pada Mahasiswa Universitas Teuku Umar Angkatan Tahun 2021 Rapidah Yanti Br Ujung; Cukri Rahma; Khairunnas; Safrida
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi, ditandai dengan gejala seperti nyeri ulu hati, mual dan muntah. Mahasiswa memiliki risiko tinggi mengalami gastritis akibat gaya hidup dan kebiasaan makan yang tidak teratur. Faktor seperti frekuensi makan yang tidak teratur, konsumsi makanan berminyak, pedas, instan serta stress turut mempengaruhi timbulnya gejala gastritis. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan dengan risiko terjadinya gastritis pada mahasiswa Universitas Teuku Umar angkatan tahun 2021. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel sebanyak 283 mahasiswa dari enam fakultas dipilih menggunakan rumus Krejcie & Morgan. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang kebiasaan makan dan gejala gastritis, dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan Sebanyak 228 responden (80,6%) berisiko gastritis. Mayoritas memiliki kebiasaan makan yang buruk (82%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dan risiko gastritis dengan nilai p-value = 0,034 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan makan dan risiko gastritis. Mahasiswa dengan kebiasaan makan buruk lebih berisiko mengalami gastritis dibandingkan mereka yang memiliki pola makan baik.
Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Lansia Dm Tipe 2 Di Uptd Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025 Laila Apriani Hasanah Harahap; Dina Olivia Santika; Sri wahyuni muhsin; Cukri Rahma
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita Diabetes Melitus (DM) memiliki risiko kematian yang tinggi yang erat kaitannya dengan kadar gula darah dan faktor gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik. Pengendalian DM secara rutin serta pemantauan kadar gula darah sangat penting, khususnya pada kelompok lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2 di UPTD Puskesmas Johan Pahlawan tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 88 orang lansia yang terdiagnosis DM tipe 2, dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (77,3%), memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol (80,7%), pola makan berlebihan (78,4%), dan aktivitas fisik rendah (50,0%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola
PENYULUHAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN PENINGKATAN KOMPETISI DASAR KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN ANTROPOMETRI DI DESA KUTA PADANG KABUPATEN ACEH BARAT Laila Apriani Hasanah Harahap; Cukri Rahma; Meutia Faradhiba; Siti Fitri Maysarah Siregar; Eva Flourentina Kusuma Wardhani; Firman Firdauz Saputra; Wardah Iskandar; Sri Wahyuni Muhsin; Rinawati Rinawati; Safrida Safrida; Marniati Marniati; Suci Eka Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.. Masa pertumbuhan merupakan masa esensial bagi anak-anak untuk mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang cukup. Namun, sekitar 2,9 juta anak di Indonesia masih mengalami gizi buruk. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi balita. Pemberian makanan tambahan (PMT) atau suplementasi gizi khususnya bagi balita merupakan salah satu strategi peningkatan akses pangan bergizi untuk pemenuhan kebutuhan balita dalam mengatasi masalah gizi. Secara teknis, sering ditemui kesalahan menggunakan timbangan yang tidak layak dan tidak dikalibrasi serta kesalahan dalam pemasangan timbangan dan pembacaan hasil. kader posyandu sangat berperan penting dalam upaya kesehatan masyarakat. Kader posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat melalui posyandu. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan terkait pemberian makanan tambahan dan peningkatan kompetisi dasar kader posyandu dalam pengukuran antropometri di desa kuta padang. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian Masyarakat serta kader posyandu dan masyrakat sudah mampu menerima penjelasan dan dapat mengaplikasikannya. Keywords : Pemberian Makanan Tambahan, AntropometriThe future of a nation depends on the success of children in achieving optimal growth and development. The growth period is an essential period for children to get adequate nutrition and nutritional intake. However, around 2.9 million children in Indonesia are still malnourished. Growth monitoring is one of the main activities of the nutrition improvement program, which focuses on preventing and improving the nutritional status of children under five. Providing additional food (PMT) or nutritional supplementation, especially for toddlers, is one of the strategies to increase access to nutritious food to meet the needs of toddlers in overcoming nutritional problems. Technically, there are often errors using inappropriate and uncalibrated scales as well as errors in installing scales and reading results. posyandu cadres play an important role in public health efforts. Posyandu cadres are at the forefront of services to the community through posyandu. The coaching activities carried out are providing counseling related to supplementary feeding and increasing the basic competition of posyandu cadres in anthropometric measurements in kuta padang village. The method of implementation starting from preparation, implementation, evaluation have all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals and posyandu cadres and the community have been able to receive explanations and can apply them.Keywords: Supplementary Feeding, Antrhopometri