Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengobatan Tradisional Penyakit Herpes (Dompo) pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai Anggi Ratulangi; Nuriza Dora
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 2 No 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.614

Abstract

This research examines the beliefs of the Javanese people regarding the traditional treatment of herpes (dompo) in Pon Village by using a spraying method which can only be carried out by married couples with special requirements which is still carried out today. This type of research uses qualitative research with an ethnographic method. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews and documentation studies. The aim of this research is to examine the beliefs of the Javanese people regarding traditional treatment for dompo disease and procedures for its treatment. The results of this research explain the knowledge of Javanese people regarding dompo treatment that has been passed down from generation to generation. The conclusion of this research is that the Javanese people still use traditional healing methods which are still maintained to this day.
Hakikat Manusia Sebagai Individu Dan Keluarga Serta Masyarakat Anggi Ratulangi; Putri Winanda; Mhd. Thohirkan Sirait; Juara Monang Nasution
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 1 No 1 (2023): Terbitan Edisi Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v1i1.75

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Adanya masyarakat dikarenakan individu-individu saling bersatu seingga membentuk suatu sistem seperti nilai, norma, peraturan dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Sebelum membentuk suatu masyarakat, unit terkecil yakni individu itu sendiri. Kemudian membentuk sistem organisasi paling dasar yang disebut keluarga. Keluarga sendiri minimnya terdiri dari dua individu yang saling berkaitan dalam rasa keharomanisan untuk hidup bersama. Dari keluarga inilah yang kemudian membentuk individu yang memiliki hak dan kewajiban sepakat untuk bermasyarakat. Hal ini karena hubungan manusia sebagai invidivu, keluarga dan masyarakat saling berkaitan tak dapat terpisahkan dalam kehidupan sosial.
Pengobatan Tradisional Penyakit Herpes (Dompo) pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai Anggi Ratulangi; Nuriza Dora
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.614

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kepercayaan masyarakat Suku Jawa terkait pengobatan tradisional penyakit herpes (dompo) di Desa Pon dengan cara pengobatan menggunakan metode penyemburan yang hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri dengan persyaratan khusus yang masih dilakukan sampai saat ini. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan medote etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat kepercayaan masyarakat Suku Jawa terkait pengobatan tradisional penyakit dompo dan tatacara pengobatannya. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai pengetahuan masyarakat jawa terkait pengobatan dompo didapat secara turun temurun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa masyarakat suku Jawa masih menggunakan metode pengobatan tradisional yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.
Hakikat Hukuman Dalam Pendidikan Islam Anggi Ratulangi; Sindi Sahputri; Fadli Abidin Harahap; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, hukuman diberikan kepada peserta didik yang telah melanggar aturan dan berbuat kesalahan. Hukuman diberikan bertujuan untuk menyadarkan peserta didik untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Hukuman bukan bermakna siksaan ataupun penderitaan. Hukuman yang diberikan harus berlandaskan undang-undang. Seorang pendidik yang menanamkan nila-nila Islam dalam setiap proses pengajaran dan pembelajarannya tentua ia tidak akan memberikan atau menjatuhkan hukuman dengan amat berat. Dalam Islam pun kita diajarkan untuk selalu menyayangi dan mengasihi sesama makhluk di muka bumi. Pemberian hukuman yang berat akan membuat peserta didik bersifat anarkis. Hal itu dikarenakan mereka yang senantiasa diberikan hukuman bak fisik maupun non fisik yang terlalu memberatkan atau bahkan menjatuhkan mental peserta didik tersebut. Oleh sebab itu, dalam makalah ini kami membahas terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam mula dari pengertian, tujuan sampai kepada bentuk-bentuk hukuman. Sebagai calon pendidik, sudah seharusnya kita memahami terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam. Hal bertujuan ke depannya bagaimana cara kita mengimplentasikan hukuman (punishment) dengan baik berlandaskan aturan yang berlaku.