Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksistensi Lubuk Larangan Untuk Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Aisyah Aminda; Nuriza Dora
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 2 No 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.617

Abstract

Local wisdom is explicit knowledge that emerges from a period long term that has evolved together with society and its environmentlocal systems that have been experienced together. This research will discuss about local wisdom, namely the role of lubuk arangan in improving the economy society from the perspective of Islamic economic law. As a result of this research that the people in Gunung Tua Julu Village have the habit of opening pitsprohibitions on every Eid or religious holidays. Income from the bottom of the forbidden Part of it will be used for the Parmompang village treasury as one of them Parmompang village program to increase community economic income. By In simple terms, environmental management is the management of natural resources related to how to manage natural resources and methods society interacts with its environment by integrating planning, air management and conservation in the form of Lubuk Larangan. With management properly then Lubuk Larangan runs well and smoothly with results the maximum. The aim of the research is to find out what form of hole management takes prohibitions as a form of local wisdom in the Batang Jujuhan River, Bungo Regency. Qualitative descriptive method, namely to provide an overview and explanation factual and accurate regarding the facts and symptoms existing at the research location, Experiments, namely conducting surveys, collecting data and direct observations in field using questionnaire data or direct interviews with respondents.Meanwhile, secondary data includes an inventory of social, economic, environmental and environmental conditions.The results of the research state that there are forms of local wisdom of the community Parmompang Village, in an effort to manage lubuk ban, lubuk ban Parmompang Village consists of plan the formation of a prohibited hole through deliberation in an effort saving the river water environment, establishing rules and sanctions for forbidden lubuk and the rules alone, there are no sanctions for the forbidden lubuk,The people of Parmompang Village have the belief that those who take fish in the forbidden lubuk will dies,can change people's behavior towards a more positive aspect ecological and social, such as: Using environmentally friendly harvesting tools such as lukah,nets, nets etc., Prohibiting fishing along the prohibited pits, Maintaining and use the bottom as a breeding ground for fish,culture of the people in the forbidden area.
Eksistensi Lubuk Larangan Untuk Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat: Studi Kasus Lubuk Larangan Desa Parmompang Aisyah Aminda; Nuriza Dora
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.617

Abstract

Masyarakat desa Parmompang menjaga nilai-nilai budaya lokal yang telah mereka terima dari nenek moyang mereka namun mereka juga memasukkan unsur-unsur atau kegiatankegiatan.Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang eksplisit yang muncul dari periode panjang yang berevolusi bersama – sama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal yang sudah dialami bersama – sama. Penelitian ini akan membahas tentang kearifan lokal yaitu peranan lubuk larangan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dalam perspektif hukum ekonomi islam. Sebagai hasil dari penilitian ini bahwa masyarakat di Desa Parmompang memiliki kebiasaan membuka lubuk larangan pada setiap lebaran atau hari besar agama. Penghasilan dari lubuk larangan akan dipergunakan sebagian untuk kas desa Parmompang sebagai salah satu program desa untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Secara sederhana, pengelolaan lingkungan merupakan pengelolaan sumber daya alam berkaitan dengan bagaimana cara mengelola sumber daya alam dan cara masyarakat berinteraksi dengan lingkungan nya dengan menyatukan perencanaan, pengelolaan air dan konservasi berupa Lubuk Larangan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pengelolaan lubuk larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Sungai Parmompang. Metode Deskriptif kualitatif, yaitu untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara faktual dan akurat mengenai fakta – fakta dan gejala yang ada di lokasi penelitian, Eksperimen , yaitu melakukan survei, pengambilan data dan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan data kuisioner atau wawancara langsung dengan responden. Sedangkan data sekunder meliputi inventarisasi kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat di kawasan lubuk larangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk – bentuk kearifan lokal masyarakatDesa Parmompang, dalam upaya mengelola lubuk larangan, lubuk larangan Desa Parmompang  terdiri dari : Merencanakan pembentukan lubuk larangan melalui musyawarah dalam upaya menyelamatkan lingkungan perairan sungai,terbentuknya aturan – aturan dan sanksi bagi lubuk larangan dan aturan – aturan saja tidak ada sanksi bagi lubuk larangan ,masyarakat Desa Parmompang mempunyai kepercayaan bahwa yang mengambil ikan dilubuk larangan akan meninggal,dapat mengubah prilaku masyarakat kearah yang lebih posistif dari aspek ekologi dan sosial , seperti : mengunakan alat panen yang ramah lingkungan seperti lukah, jala, jaring dll, melarang menangkap ikan di sepanjang lubuk larangan, Memelihara dan memanfaatkan lubuk sebagai tempat berkembangbiaknya ikan – ikan.
Hakikat Metode Pendidikan Islam Aisyah Aminda; Fellen Afifah; Sarifa Yuliani Siregar; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persfektif filsafat pendidikan Islam metode pendidikan Islam tidaklah sama dengan metode pendidikan yang ada di barat. Walaupun ada beberapa metode yang hampir sama. Dalam perspektif barat ada begitu banyak metode pemilihan yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh pendidikan. Tetapi perlu dicatat bahwa kadang-kadang metode ini tidak sesuai dengan karakteristik sifat manusia. Secara khusus, metode pendidikan Islam harus relevan dengan sifat manusia sebagai makhluk dimensi ganda, yang terdiri dari jism dan spirit dan konsepsi Islam tentang jalan datangnya pengetahuan ke dalam manusia melalui pendengaran (sam'a), penglihatan (bashar) dan hati (qalb). Jika ini tidak dipertimbangkan, maka tidak peduli seberapa baik metode ini dipilih, itu mungkin tidak dapat menyelesaikan masalah. Ada beberapa macam metode yang digunakan dalan pendidikan islam. Al-Syaibany berpendapat bahwa ada 12 (dua belas) metode yang dapat digunakan dalam pendidikan pendidikan islam, yaitu : metode pengambilan kesimpulan atau induktif, metode perbandingan (qiyasah), metode kuliah, metode dialog dan perbincangan, metode lingkaran (halaqah), metode riwayat, metode mendengar, metode membaca, metode imla' (dictation), metode hafalan, metode pemahaman, dan metode lawatan untuk menuntut ilmu (pariwisata).