Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Wisata Alam Air Terjun (Curug) di Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat Primanty, Annisa
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v4i2.1387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun (Curug) di Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi secara langsung, wawancara, dan studi literatur. Desa Curugrendeng memiliki potensi sumber daya alam yang masih alami, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Salah satu daya tarik wisata yang diunggulkan dan menjadi nama serta identitas desa ini adalah air terjun Curugrendeng. Hingga saat ini, pengembangan potensi wisata alam ini belum mencapai tingkat optimal. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi peningkatan kunjungan wisatawan, diantaranya fasilitas yang terbatas, kurangnya promosi, dan serta kurangnya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu strategi yang perlu dilakukan adalah melalui peningkatan kapasitas SDM dengan adanya pelatihan kepariwisataan maupun edukasi sadar wisata, peningkatan sarana prasarana berupa fasilitas umum dan infrastruktur, kerjasama dengan pihak swasta, kelembagaan, pemerintah daerah dan investor/stakeholder, pengembangan ekowisata, pelestarian lingkungan, bantuan modal usaha, serta dilakukannya strategi branding/promosi secara efektif melalui media digital. Dengan merumuskan strategi yang tepat, diharapkan Desa Curugrendeng dapat mengoptimalkan potensinya sebagai destinasi wisata air terjun yang menarik, memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal, serta mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan pariwisata di daerah tersebut.
Community Involvement and Attachment in Developing Panundaan Pioneer Tourism Village: Applying Extended Social Exchange Theory Sobarna, Aditia; Primanty, Annisa; Novianti, Evi; Yustikasari, Yustikasari
Jurnal Komunikasi Vol 18, No 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v18i2.25449

Abstract

This study examines the impact of community involvement and attachment on the development of pioneer tourism villages, specifically focusing on Panundaan Tourism Village in West Java, Indonesia. Employing a quantitative methodology, the research utilizes structured questionnaires to gather data from residents, analyzing their perceptions of the costs and benefits associated with tourism development. Utilizing Social Exchange Theory as a theoretical framework, this study seeks to understand how perceived costs and benefits influence community support for tourism initiatives and how these perceptions correlate with residents' life satisfaction. The analysis, conducted through Structural Equation Modeling, reveals that deeper community attachment enhances perceived benefits but also heightens awareness of costs. The findings highlight the complex interplay between community involvement, perceived benefits, and life satisfaction, offering insights into strategies for sustainable tourism development in pioneer tourism villages.
Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Air Terjun (Curug) Di Desa Curugrendeng Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat Primanty, Annisa
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 6 No. 2 (2023): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v6i2.742

Abstract

Desa Curugrendeng merupakan salah satu desa potensial yang ada di Kecamatan Jalancagak, kabupaten subang. Desa Curugrendeng terletak di daerah pegunungan dan berbukit-bukit, berada pada ketinggian 500 m dari permukaan laut dengan jarak ke kota kecamatan yaitu 3 Km dan ke ibu kota kabupaten 17 Km. Sesuai dengan Topografi Desa Curugrendeng, terdapat sumber mata air bagi kehidupan masyarakat Desa Curugrendeng yaitu mata air Teja, Cicerewed dan Cimutan. Terdapat pula potensi daya tarik wisata yang ada di desa Curugrendeng yaitu air terjun (curug) Curugrendeng. Pengembangan potensi wisata air terjun di Desa Curugrendeng membutuhkan strategi yang tepat sasaran Selain dari curug ini pun terdapat beberapa objek yang bisa dijadikan potensi wisata, diantaranya pertanian sebagai kawasan agrowisata yaitu : Area Pertanian, Area Perkebunan, Area Peternakan, Lingkungan Seni Dan Upacara Ruwatan Bumi yang anggap sebagai Hari Krida Pertanian.. Penelitian Ini bertujuan untuk 1) mengetahui potensi wisata daya tarik wisata air terjun di wilayah Desa Curugrendeng Di Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat, Indonesia berdasarkan analisis SWOT 2) Menentukan strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun di Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, kabupaten subang. Penelitian Ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui rumusan strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Desa Curugrendeng memiliki potensi sumber daya alam berupa potensi alam (curug, pertanian, perkebunan), peternakan, lingkungan masyarakat, seni dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan sebagai Desa wisata dengan memanfaatkan kekuatan dan berkonsentrasi pada peluang pengembangan produk, meningkatkan strategi promosi, dan bekerjasama dengan stakeholder. Daya tarik wisata yang diunggulkan dan menjadi nama serta identitas desa ini adalah air terjun Curugrendeng. 2) Strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun oleh Desa Curugrendeng berupa pengembangan serta memperbaiki berbagai komponen meliputi atraksi wisata, aksesibilitas, fasilitas, kelembagaan, dan pelestarian lingkungan untuk meningkatkan wisatawan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa potensi dan strategi wisata dilihat dari klasifikasi pengoptimalan pengelolaan masing-masing air terjun di Desa Curugrendeng. Selain itu strategi lainnya adalah peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan-pelatihan, menjalin kerjasama dengan kelembangaan, pemerintah daerah dan investor/stakeholder, pengembangan sarana prasarana berupa fasilitas umum dan infrastruktur, bantuan modal usaha, serta pengembangan Desa Curugrendeng dalam hal strategi branding/promosi secara efektif melalui media digital.