Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Self Regulated Leraning dengan Perilaku Menyontek Siswa Pada Saat Ujian Santika, Maria; Zikra, Zikra
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0800cons

Abstract

Dewasa ini perilaku menyontek banyak terjadi dikalangan siswa baik dari jenjang SD sampai dengan perguruan tinggi. Menyontek terjadi karena siswa cenderung malas berpikir kompleks dan tidak tahu cara menggunakan strategi belajar efektif meliputi strategi self regulated learning. Self regulated learning diindikasikan dengan kemampuan seseorang untuk  mengontrol dan mengawasi diri sendiri, mampu membuat jadwal belajar sendiri sehingga siswa memiliki manajemen belajar yang baik, dimana hal-hal tersebut diharapkan dapat mengurangi keinginan siswa untuk menyontek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self regulated learning dan gambaran perilaku menyontek siswa saat ujian serta menguji hubungan antara self regulated learning siswa dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 106 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian sebanyak 84 siswa yang dipilih dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket self regulated learning dan angket perilaku menyontek dengan Skala model Likert. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat self regulated learning siswa SMP Negeri 36 Kerinci  berada pada kategori sedang yaitu 72,6%, (2) tingkat perilaku menyontek siswa pada saat ujian SMP Negeri 36 Kerinci berada pada kategori rendah yaitu 54,8%, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self regulated learning dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci dengan besar korelasi -0,350 dan nilai signifikansi 0,001.
Hubungan Self Regulated Leraning dengan Perilaku Menyontek Siswa Pada Saat Ujian Santika, Maria; Zikra, Zikra
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol 3, No 2 (2022): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0800cons

Abstract

Dewasa ini perilaku menyontek banyak terjadi dikalangan siswa baik dari jenjang SD sampai dengan perguruan tinggi. Menyontek terjadi karena siswa cenderung malas berpikir kompleks dan tidak tahu cara menggunakan strategi belajar efektif meliputi strategi self regulated learning. Self regulated learning diindikasikan dengan kemampuan seseorang untuk  mengontrol dan mengawasi diri sendiri, mampu membuat jadwal belajar sendiri sehingga siswa memiliki manajemen belajar yang baik, dimana hal-hal tersebut diharapkan dapat mengurangi keinginan siswa untuk menyontek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self regulated learning dan gambaran perilaku menyontek siswa saat ujian serta menguji hubungan antara self regulated learning siswa dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 106 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian sebanyak 84 siswa yang dipilih dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket self regulated learning dan angket perilaku menyontek dengan Skala model Likert. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat self regulated learning siswa SMP Negeri 36 Kerinci  berada pada kategori sedang yaitu 72,6%, (2) tingkat perilaku menyontek siswa pada saat ujian SMP Negeri 36 Kerinci berada pada kategori rendah yaitu 54,8%, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self regulated learning dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci dengan besar korelasi -0,350 dan nilai signifikansi 0,001.
EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN FACIAL WASH  EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH CINA (Paperomia pellucidaL.)SEDIAAN FACIAL WASH  EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH CINA (Paperomia pellucidaL.) Santika, Maria; Qonitah, Fadilah; Ariastuti, Reni
FARMESTRA: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 02 (2024): Farmestra: Jurnal Pelayanan dan Teknologi Kefarmasian Indonesia
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/0s6vh950

Abstract

If dirt on the face is not cleaned over time, it will accumulate into blackheads and pimples. Acne can also occur due to underlying blockage and inflammation, usually caused by the bacteria Propionibacterium acnes. Ethanol extract of Chinese betel leaves contains alkaloids, tannins, lipids and essential oils which have antibacterial properties. The aim of this research is to find out whether the facial wash formulation can meet the requirements for a good physical properties test and to find out whether the Chinese betel leaf extract (Paperomia pellucida L. Kunth) facial wash preparation has inhibitory power against P.acnes. This research is experimental research. Physical property tests carried out include organoleptic, pH, foamability and viscosity tests. Antibacterial activity testing was carried out using the diffusion method. Facial wash preparations from Chinese betel leaf extract (Paperomia pellucida L. Kunth) are made with concentrations of 0% (F0), 10% (F1), 15% (F2), 20% (F3). The results of the antibacterial activity test were tested using one way anova statistics. The research results showed that the facial wash preparation met the requirements for a good physical properties test and there was no significant difference between the formulas. The average results of the positive control antibacterial activity test for clindamycin had an inhibitory power of 19.53 ± 0.38 mm (strong), the facial wash preparation of Chinese betel leaf ethanol extract with a concentration of 10% was 8.90 ± 0.97 mm ( moderate), 15% concentration 12.00 ± 0.24 mm (strong), 20% concentration 13.33 ± 0.38 mm (strong), and negative control 0 ± 0 (not inhibiting. This study can be concluded that facial wash ethanol extract of Chinese betel leaves can inhibit antibacterial activity and the significant value is 0.000 <0.05, which means there is a difference in each concentration with the positive control
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Melalui Kompetensi Sumber Daya Manusia (Studi Empiris Pada KSP Kopdit Obor Mas Cabang Utama Sikka) Santika, Maria; Mitan , Wilhelmina; Romario , Fransiscus De
Jurnal Projemen UNIPA Vol 12 No 3 (2025): September : Jurnal Projemen UNIPA
Publisher : Universitas Nusa Nipa Maumere

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine whether human resource competency mediates the influence of accounting information systems on the quality of financial reports at Obor Mas Credit Union, Sikka Main Branch. The study employs a quantitative approach using a survey method. The population consists of all employees at Obor Mas Credit Union, Sikka Main Branch, with a saturated sampling technique, resulting in a sample size of 41 respondents. The data used in this study are quantitative, collected through questionnaires completed by respondents using a Likert scale. Data analysis was conducted using the SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 2025 software. The findings indicate that human resource competency mediates the relationship between accounting information systems and the quality of financial reports. The Sobel test results show a calculated t-value of 2.100841, which is greater than the critical t-value at a significance level of 0.05, namely 2.0195 (2.100841 > 2.0195).