Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Metode Qiraati Meningkatkan Bacaan Al-Qur’an Di Taman Pendidikan Al-Qur’an Syaikh Daud Al-Masrur Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Mukhlasin
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 10 (2024): NJMS - Mei 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Implementasi Metode Qiraati Dalam Meningkatkan Bacaan Al-Qur’an Di Taman Pendidikan Al-Qur’an Syaikh Daud Al-Masrur Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana Taman Pendidikan Al-Qur’an Syaikh Daud Al-Masrur Kabupaten Bungo Provinsi Jambi mengimplementasikan Metode Qiraati dan apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan bacaan al-qur’an dilembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pimpinan TPQ, pengurus, tenaga pendidik dan santri. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi keterpercayaan hasil penelitian diperoleh dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketelitian pengamatan, triangulasi data dan konsultasi pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Metode Qiraati Dalam Kesimpulan penelitian ini adalah TPQ Syaikh Daud Al-Masrur mampu melaksanakan program metode qiraati dengan baik bahkan unggul dengan cara pengawasan dan keseriusan pihak lembaga dalam memenuhi dan menjalani program yang direncanakan sehingga hampir semua proses belajar bisa meningkat dengan optimal.
PELATIHAN TIE DYE: AKTIVITAS MENYENANGKAN DAN EDUKATIF UNTUK PESERTA DIDIK KELAS TINGGI SDN 01 BENDOSARI Roas Irsyada; Fanisha Heavi Indria; Radita Hasanah; Mukhlasin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 04 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan tie dye sebagai aktivitas kreatif dan edukatif bagi peserta didik merupakan hal yang penting dilakukan di Desa Bendosari melihat kegiatan tersebut belum pernah dilakukan di sekolah dasar yang ada di Bednosari termasuk pada kelas tinggi di SDN 01 Bendosari. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana kegiatan tie dye dapat meningkatkan keterampilan artistik, kolaborasi, dan kognitif peserta didik. Dengan metode yang melibatkan pembuatan desain dan pewarnaan kain, pelatihan ini memberikan pengalaman praktis yang mendukung pembelajaran sambil menyenangkan. Artikel ini menyoroti manfaat kegiatan ini dalam memperkuat keterampilan motorik halus, pemecahan masalah, dan kerja sama di antara peserta didik. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan tie dye tidak hanya memperkaya pengalaman belajar peserta didik tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih interaktif dan menarik di kelas.
Ruang Lingkup Studi Islam Interdisipliner: Pendekatan Sejarah dan Relevansinya di Era Milenial Achmad Taufiq; Abdus Salam; Mukhlasin; Muhammad Tis Asuh Shobirin; Muhammad Hori
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3zbhws67

Abstract

Interdisciplinary Islamic studies is a scientific approach that has developed in response to the complexity of Islamic realities amidst modern social, cultural, and technological dynamics. Islam is understood not only as normative teachings derived from the Qur'an and Hadith, but also as a historical and social phenomenon that continues to evolve. This article aims to examine the scope of interdisciplinary Islamic studies, emphasizing the scientific approach, historical development, and its relevance in the millennial era. This research employs a qualitative approach with library research, through a review of various classical and contemporary literature relevant to Islamic studies and interdisciplinary approaches. The results demonstrate that an interdisciplinary approach, particularly one based on history, can provide a more contextual, critical, and comprehensive understanding of Islam by integrating Islamic sciences and the social and humanities. This historical approach helps uncover the dynamics of Islamic thought and practice, which are rich, dialogical, and adaptive to changing times. In the context of the millennial era, interdisciplinary Islamic studies have strategic relevance in interpreting contemporary Islamic phenomena such as digital da'wah, shifts in religious authority, and changes in the religiosity of the younger generation. Thus, interdisciplinary Islamic studies are expected to strengthen moderate, inclusive, and humanist attitudes, while ensuring Islam remains relevant and solution-oriented in facing the challenges of modern life without losing the fundamental values ​​of its teachings.  Abstrak Studi Islam interdisipliner merupakan pendekatan keilmuan yang berkembang sebagai respons atas kompleksitas realitas keislaman di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi modern. Islam tidak hanya dipahami sebagai ajaran normatif yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga sebagai fenomena historis dan sosial yang terus mengalami perkembangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ruang lingkup studi Islam interdisipliner dengan menitikberatkan pada pendekatan keilmuan, perkembangan historis, serta relevansinya di era milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui penelaahan terhadap berbagai literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan kajian studi Islam dan pendekatan interdisipliner. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner, khususnya berbasis sejarah, mampu menghadirkan pemahaman Islam yang lebih kontekstual, kritis, dan komprehensif dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu sosial-humaniora. Pendekatan sejarah membantu menyingkap dinamika pemikiran dan praktik keislaman yang kaya, dialogis, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks era milenial, studi Islam interdisipliner memiliki relevansi strategis dalam membaca fenomena keislaman kontemporer seperti dakwah digital, pergeseran otoritas keagamaan, dan perubahan pola keberagamaan generasi muda. Dengan demikian, studi Islam interdisipliner diharapkan mampu memperkuat sikap moderat, inklusif, dan humanis, serta menjadikan Islam tetap relevan dan solutif dalam menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental ajarannya