Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

UJI BEBAN STATIK UNTUK PEMENUHAN KRITERIA KELAIAKAN TEKNIS JEMBATAN WAY SEKAMPUNG Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Pradana, Roberto
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Jembatan merupakan infrastruktur transportasi penting dengan fungsi sosial signifikan, sehingga harus dilakukan penyelenggaraan keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan sesuai Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2022 tentang Keamanan Jembatan dan Terowongan. Parameter daya layan yang harus dipenuhi adalah tidak terlampauinya batas tegangan dan lendutan saat operasional termasuk saat beban maksimum terjadi. Untuk mengetahui perilaku saat beroperasi dilakukanlah uji pembebanan statik. Uji beban statik dilakukan dengan beban bertahap sampai dengan 66 percent UDL (120 ton) dengan kelipatan 16 percent (30 ton), dan selanjutnya beban dihilangkan secara bertahap. Lendutan terukur pada beban 66 percent UDL yaitu 8,698 mm yang diextrapolasi ke 100 percent UDL menjadi 17,888 mm masih di bawah batas lendutan ijin (L/1000 Equals 35.7 mm). Sejalan dengan itu regangan yang diekstrapolasi dari regangan 60 percentUDL yaitu 0,00013 juga masih di bawah batas regangan tarik yang berpotensi menyebabkan beton retak ( Equals 0,00015). Selama tahapan pengujian struktur menunukan bersifat linier elastin, dengan lendutan sisa maksimum 1.3 mm yang masih di bawah batas lendutan sisa ijin (17,4 mm). Berdasarkan parameter uji statik, maka jembatan laik difungsikan.
Pemeriksaan Kelaikan Fungsi Dengan Uji Beban Statik Pada Jembatan Gelagar Komposit Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Isvara, Wisnu
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i1.4969

Abstract

Parameter daya layan yang harus dipenuhi untuk aspek keamanan jembatan adalah tidak terlampauinya batas tegangan dan batas lendutan pada saat operasional termasuk saat kondisi pembebanan maksimum terjadi. Untuk mengetahui perilaku Jembatan Komposit A30 Persimpangan Underpass Bekambit saat beroperasi dilakukanlah uji pembebanan statik. Uji dilakukan dengan beban bertahap sampai dengan 60% beban rencana (UDL) dan selanjutnya beban dihilangkan pula secara bertahap.. Lendutan terukur pada beban 60% UDL yaitu  21.77 mm yang diextrapolasi ke 100% UDL menjadi 36.28 mm masih di bawah batas lendutan sisa terpasang yaitu 72.4 mm menurut spesifikasi jembatan gelagar komposit A30 dan juga masih di bawah batas lendutan ijin maksimum L/800 yaitu 37.5 mm. Sejalan dengan itu penambahan tegangan pada UDL100% yang diekstrapolasi dari tegangan 60%UDL yaitu 73.64 MPa artinya hanya 32 % dari tegangan ijin SM490 230 MPa. Elastisitas material selama pengujian menunjukkan hasil yang linier, dengan lendutan sisa maksimum 1.14 mm masih di bawah lendutan sisa yang diijinkan yaitu 7.5 mm. Sehingga berdasarkan hasil uji beban statik, jembatan dapat dinyatakan laik untuk difungsikan.
ASESMEN RELIABILITAS JEMBATAN RANGKA BAJA BENTANG 55 M DENGAN UJI BEBAN STATIK DAN DINAMIK Khoeri, Heri; Pradana, Roberto; Nugroho, Panji
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji beban jembatan baik statik maupun dinamik bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penggunanya selama masa layan. Pada uji beban dinamik penilaian didasarkan parameter dinamik berupa frekuensi alami, rasio redaman, kekakuan dan pola getar, sementara pada uji beban statik menggunakan parameter tidak terlampauinya batas tegangan dan lendutan saat operasional termasuk saat pembebanan maksimum. Uji beban dinamik dilakukan dengan memberikan eksitasi buatan dengan menjatuhkan roda depan truk dari ketinggian 20 cm, percepatan direkam mulai sebelum sampai sesudah aplikasi beban. Dari hasil analisis modal eksperimental (EMA) data percepatan diperoleh frekuensi alami 2,906Hz lebih dari rencana (1.44Hz) dan rata-rata jembatan bentang 55m di Indonesia (2.53Hz), namun rasio redaman 5.222%+0.705% mengindikasikan adanya disipasi energi yang besar, yang bisa jadi akibat adanya defect. Sementara dari uji beban statik, lendutan pada bentang tengah dengan beban 52UDL adalah 15mm yang diextrapolasi ke 100%UDL menjadi 28.85mm, masih di bawah lendutan ijin 45 mm. Begitupun pada bentang tepi lendutan 52%UDL terukur 9.26mm yang diextrapolasi ke 100%UDL menjadi 17.81mm juga masih di bawah lendutan ijin 28mm, namun rasio lendutan sisa terhadap lendutan maksimum 0.385+0.034 melebihi batas ijin yaitu 0.2 menunjukkan perilaku inelastis saat loading-unloading. Uji beban statik dan dinamik menunjukkan keseuaian hasil pada perkiraan kapasitas dan adanya indikasi kerusakan.Kata kunci: asesmen, dinamik, jembatan, statik, uji beban
Formulasi Kuat Tekan Perkerasan Landasan Pacu Dari Sampel Acak Terstruktur Transmisi Permukaan Ultrasonik Khoeri, Heri; Isvara, Wisnu; Nugroho, Panji
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.131-141

Abstract

Landasan pacu (Runway) merupakan salah satu penentu keamanan dan keselamatan operasional bandara, kerusakan perkerasan runway dapat membahayakan operasi penerbangan. Untuk mengetahui daya dukung perkerasan beton bertulang, maka kuat tekan beton menjadi hal penting untuk diperiksa. Uji tekan pada sampel beton inti merupakan cara yang paling akurat untuk menentukan kuat tekan beton, namun waktu yang tersedia untuk pemeriksaan pada runway sangat terbatas, sehingga pengujian tidak merusak (Non destructive test, NDT) dengan uji cepat rambat gelombang ultrasonik (ultrasonic pulse velocity test, UPVT) dan uji palu pantul (Rebound Hammer test, RHT) menjadi alternatif pilihan. Pada landasan pacu pengujian ultrasonik yang memungkinkan adalah dengan metode transmisi langsung (indirect transmission method, ITM) atau metode transmisi permukaan (surface transmission method), yang dalam banyak penelitian menunjukkan nilai akurasi yang lebih rendah dibandingkan dengan direct transmission method (DTM). Penelitian dilakukan dengan sampel acak terstruktur 1245 data RHT di sepanjang runway 3645 m, 45 pengukuran DTM dan 15 uji sampel beton inti. Hasil pengujian menunjukkan ada hubungan kuat antara hasil RHT dengan ITM, ditemukan korelasi rendah antara ITM dengan kuat tekan beton, , dan tidak ada hubungan antara ITM dan .  Namun secara bersama-sama ITM dan RHT menunjukkan korelasi yang kuat dengan fc’, dimana dengan faktor determinasi.
ANALISIS PEMBINAAN OLAHRAGA HOCKEY DI KABUPATEN KENDAL Nugroho, Panji; Rahayu, Setya
Plyometric: Jurnal Sains dan Pendidikan Keolahragaan Vol 4 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/ply.v4i1.4991

Abstract

Pembinaan olahraga penting untuk meningkatkan prestasi Hoki. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui bagaimana pembinaan hoki sebagai cabang olahraga unggulandi Kabupaten Kendal.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif denganpendekatan studi kasus. Responden adalah administrator, pelatih, atlet. Variabel penelitianterdiri dari pembinaan, organisasi, sumber daya manusia, pendanaan, dan infrastruktur.Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi datamenggunakan triangulasi sumber. Analisis data dengan reduksi, tampilan data, penarikankesimpulan.Hasil Penelitian menunjukkan FHI Kabupaten Kendal sebagai organisasi hoki diKabupaten Kendal, pembinaan hoki telah terselenggara dengan baik namun memilikikendala pada pelaksanaan program pelatihan, pendanaan, dan infrastruktur yang kurangmemadai, sumber daya manusia sedikit atau terbatas tetapi memiliki kualitas yang baik,terdapat 120 atlet, 3 pelatih dengan lisensi nasional dan pengalaman yang baik.Kesimpulan bahwa pembinaan hoki Kabupaten Kendal mengalami kemajuan dalampeningkatan prestasi. Sumber daya manusia terpenuhi dari atlet dan pelatih. KelemahanFHI Kabupaten Kendal adalah minimnya sarana, prasarana dan pendanaan.
Quick Assessment of Bridge Performance Based on Dynamic Parameters Acquired with Smartphone Application Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Pradana, Roberto
Clean Energy and Smart Technology Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/cest.v2i2.86

Abstract

The road management regulation aims to achieve reliable and excellent road services that prioritize the interests of the community by ensuring the functional and competitive performance of the roads, as well as community participation in road management in accordance with Republic of Indonesia Law No. 2 of 2022. As part of the community, when crossing the Tegineneng Bridge on the Tegineneng-Sp. Tanjung Karang road section in Lampung Province and feeling discomfort from the bridge vibrations, participating individuals conducted vibration measurements using 2 smartphones. The gyroscopes in the smartphones, packaged within a g-force application, were capable of recording real-time vibrations in a user-friendly manner, and the output data was compatible with existing modal analysis software. Subsequently, vibration data recordings using the SSI algorithm yielded dynamic parameters such as a natural frequency of 2.009Hz and a damping ratio of 7.927%. The frequency of 2.009Hz for a span of 60m is lower compared to bridges of the same span from the dynamic bridge test regression equation in Indonesia, which is 2.347Hz. Under these conditions, it is estimated that the Tegineneng Bridge experienced minor structural damage with a damage level of 14.1% and its capacity is lower by 28.2% than the empirical estimate. The damping ratio exceeding 5% is estimated to be due to excessive energy dissipation through cracks in the concrete or through defects in the connections between steel frame elements. It is recommended that relevant stakeholders conduct a detailed inspection of the bridge to ensure its safety and undertake necessary measures to guarantee the safety of its users.
Rainfall-Induced Shallow Slope Failure and Mechanism-Based Stabilization of Telecommunication Infrastructure Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Rizqullah, Naufal Rafif
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2026): EDISI MARET 2026
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v11i1.8315

Abstract

Rainfall-induced shallow slope failure is a recurrent geotechnical hazard in tropical regions, particularly for slopes supporting critical infrastructure. This paper presents a case study of a shallow translational failure at a telecommunication facility in Batam, Indonesia, following prolonged heavy rainfall. The study integrates subsurface investigation (six boreholes with SPT, electrical resistivity surveys, and laboratory testing) to establish engineering stratigraphy consisting of three units: an upper loose to medium silty sand (Unit I), a medium to dense sand (Unit II), and competent sandstone (Unit III). Limit-equilibrium stability analyses were performed under dry and various rainfall infiltration scenarios, with rainfall effects represented by a rising perched water table (PWT). Results show that the slope is highly stable under dry conditions (factor of safety, FS ? 1.996). However, as the PWT rises from 4 m to 1 m below ground surface, the FS progressively decreases from 1.384 to 0.931, indicating that rainfall-induced pore water pressure increase and loss of matric suction are the governing failure mechanisms. Based on this mechanism, a combined mitigation strategy incorporating surface drainage improvement and soldier pile reinforcement was developed. Under the most critical rainfall scenario (PWT at 1 m depth), the reinforced slope achieves an FS of approximately 1.593, exceeding the recommended minimum of 1.5 for strategic infrastructure. The study highlights the necessity of explicitly incorporating rainfall-driven groundwater rise into slope stability assessments for critical facilities in tropical environments and provides a mechanism-based framework for effective stabilization.
Uji Beban Statis Dan Dinamis Jembatan Baja Komposit Batang Toru-4 Khoeri, Heri; Nugroho, Panji
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 13 No.3 Desember 2025 Special Edition: E
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v13i3.10749

Abstract

Bridges are vital infrastructure that require feasibility evaluation before being used to ensure user safety. Feasibility assessment can be done through dynamic and static tests. The dynamic parameters used are natural frequency and damping ratio, while static parameters include deflection and strain during loading. This study conducted forced vibration tests and static load tests on the Batang Toru-4 Bridge. The vibration test results showed a natural frequency of 3,248 Hz, lower than the minimum limit of 3,357 Hz according to Bina Marga empirical data, but still above the British Standard, and a damping ratio of 7.636%, indicating an indication of excessive energy dissipation which is generally due to defects in the structure. However, the static test showed a maximum deflection at 100% UDL of 11.9 mm, still far below the permissible limit of 50 mm. The residual deflection ratio was also only 0.044, still below the permissible limit of 0.2. Therefore, with these results, the bridge was declared functionally fit, but it was recommended to conduct further checks to ensure that excessive damping was not caused by structural damage. The calculated relative capacity is approached by a more conservative dynamic load test compared to a static load test, so that the dynamic load test is an alternative test with a relatively faster time, easier and more conservative results compared to the static load test.