Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Asesmen Stabilitas Geoteknik dan Rekomendasi Perbaikan Tanah dengan Soil Grouting dan Drainage Tunnels Khoeri, Heri; Isvara, Wisnu; Pradana, Roberto
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2024): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v9i1.1214

Abstract

Terdeteksinya pergeseran dinding penahan tanah pada awal tahun 2023 di salah satu lokasi tower transmisi DD6+12, dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas tower yang dapat mengakibatkan kegagalan struktur tower. Asesmen dilakukan secara komprehensif terhadap verticality tower, pergeseran dinding penahan tanah, kondisi di bawah permukaan tanah, dan sifat-sifat tanah di sekitar area tower. Hasil asesmen menunjukkan adanya kemiringan pada tower transmisi secara linier dari bawah ke puncak, dengan defleksi di puncak ±20 cm ke arah selatan dan ±7 cm ke barat. Dengan kondisi ini rasio tegangan tehadap tegangan ijin elemen struktur ada yang mencapai 0.91. Walaupun masih dalam batas ijin, jika stabilitas tanah tidak diperbaiki, dikhwatirman tower akan mengalami kegagalan struktur. Scan GPR menunjukkan adanya perbedaan dimensi pondasi dengan as built drawing dan ditemukan adanya rongga di bawah permukaan tanah yang terisi air karena tidak terdrainasi dengan baik, dimana faktor kemanan dalam kondisi ini 1,088 sementara yang disyaratkan 1,5. Kondisi ini yang menyebabkan terjadinya pergeseran dinding penahan tanah. Rekomendasi pembuatan terowongan drainasi (drainage tunnels) di sisi hulu, soil grouting, pemasangan wheep hole pada dinding penahan tanah dan menambahkan secant pile, akan menaikkan faktor keamanan menjadi 1,988.
UJI BEBAN STATIK UNTUK PEMENUHAN KRITERIA KELAIAKAN TEKNIS JEMBATAN WAY SEKAMPUNG Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Pradana, Roberto
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Jembatan merupakan infrastruktur transportasi penting dengan fungsi sosial signifikan, sehingga harus dilakukan penyelenggaraan keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan sesuai Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2022 tentang Keamanan Jembatan dan Terowongan. Parameter daya layan yang harus dipenuhi adalah tidak terlampauinya batas tegangan dan lendutan saat operasional termasuk saat beban maksimum terjadi. Untuk mengetahui perilaku saat beroperasi dilakukanlah uji pembebanan statik. Uji beban statik dilakukan dengan beban bertahap sampai dengan 66 percent UDL (120 ton) dengan kelipatan 16 percent (30 ton), dan selanjutnya beban dihilangkan secara bertahap. Lendutan terukur pada beban 66 percent UDL yaitu 8,698 mm yang diextrapolasi ke 100 percent UDL menjadi 17,888 mm masih di bawah batas lendutan ijin (L/1000 Equals 35.7 mm). Sejalan dengan itu regangan yang diekstrapolasi dari regangan 60 percentUDL yaitu 0,00013 juga masih di bawah batas regangan tarik yang berpotensi menyebabkan beton retak ( Equals 0,00015). Selama tahapan pengujian struktur menunukan bersifat linier elastin, dengan lendutan sisa maksimum 1.3 mm yang masih di bawah batas lendutan sisa ijin (17,4 mm). Berdasarkan parameter uji statik, maka jembatan laik difungsikan.
Geotechnical Stability Assessment and Soil Improvement Recommendations using Soil Grouting and Drainage Tunnels (Case study: Retaining wall displacement at a transmission tower site) Khoeri, Heri; Pradana, Roberto; Isvara, Wisnu; Irwanto, Rachmad
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2024): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2024)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v12i2.8306

Abstract

The detection of a retaining wall displacement in early 2023 at one of the DD6+12 transmission tower sites raised concerns about the tower's stability, potentially leading to structural failure. A comprehensive assessment was conducted on the tower's verticality, retaining wall displacement, subsurface conditions, and soil properties around the tower area. The assessment results revealed a linear inclination of the transmission tower from the base to the top, with a deflection at the top of approximately ±20 cm to the south and ±7 cm to the west. With this condition, some structural elements reached a stress-to-permitted stress ratio of 0.91. Although still within allowable limits, without soil stabilization, it is at risk of structural failure. GPR scan results showed differences in foundation dimensions compared to the as-built drawings and identified cavities filled with water beneath the ground surface due to poor drainage, resulting in a safety factor of 1.088, whereas the required safety factor is 1.5. This condition caused the retaining wall displacement. Recommendations including constructing drainage tunnels upstream, soil grouting, installing wheep holes in the retaining walls, and adding secant piles would increase the safety factor to 1.988.
ASESMEN RELIABILITAS JEMBATAN RANGKA BAJA BENTANG 55 M DENGAN UJI BEBAN STATIK DAN DINAMIK Khoeri, Heri; Pradana, Roberto; Nugroho, Panji
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji beban jembatan baik statik maupun dinamik bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penggunanya selama masa layan. Pada uji beban dinamik penilaian didasarkan parameter dinamik berupa frekuensi alami, rasio redaman, kekakuan dan pola getar, sementara pada uji beban statik menggunakan parameter tidak terlampauinya batas tegangan dan lendutan saat operasional termasuk saat pembebanan maksimum. Uji beban dinamik dilakukan dengan memberikan eksitasi buatan dengan menjatuhkan roda depan truk dari ketinggian 20 cm, percepatan direkam mulai sebelum sampai sesudah aplikasi beban. Dari hasil analisis modal eksperimental (EMA) data percepatan diperoleh frekuensi alami 2,906Hz lebih dari rencana (1.44Hz) dan rata-rata jembatan bentang 55m di Indonesia (2.53Hz), namun rasio redaman 5.222%+0.705% mengindikasikan adanya disipasi energi yang besar, yang bisa jadi akibat adanya defect. Sementara dari uji beban statik, lendutan pada bentang tengah dengan beban 52UDL adalah 15mm yang diextrapolasi ke 100%UDL menjadi 28.85mm, masih di bawah lendutan ijin 45 mm. Begitupun pada bentang tepi lendutan 52%UDL terukur 9.26mm yang diextrapolasi ke 100%UDL menjadi 17.81mm juga masih di bawah lendutan ijin 28mm, namun rasio lendutan sisa terhadap lendutan maksimum 0.385+0.034 melebihi batas ijin yaitu 0.2 menunjukkan perilaku inelastis saat loading-unloading. Uji beban statik dan dinamik menunjukkan keseuaian hasil pada perkiraan kapasitas dan adanya indikasi kerusakan.Kata kunci: asesmen, dinamik, jembatan, statik, uji beban
Asesmen Stabilitas Geoteknik dan Rekomendasi Perbaikan Tanah dengan Soil Grouting dan Drainage Tunnels (Studi Kasus: Pergeseran Dinding Penahan Tanah Pondasi Tower Transmisi) Khoeri, Heri; Isvara, Wisnu; Pradana, Roberto
Jurnal Spesialis Teknik Sipil (JSpTS) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jspts.v5i2.12067

Abstract

The detection of a retaining wall displacement in early 2023 at one of the DD6+12 transmission tower sites raised concerns about the tower's stability, potentially leading to structural failure. A comprehensive assessment was conducted on the tower's verticality, retaining wall displacement, subsurface conditions, and soil properties around the tower area. The assessment results revealed a linear inclination of the transmission tower from the base to the top, with a deflection at the top of approximately ±20 cm to the south and ±7 cm to the west. With this condition, some structural elements reached a stress-to-permitted stress ratio of 0.91. Although still within allowable limits, without soil stabilization, it is at risk of structural failure. GPR scan results showed differences in foundation dimensions compared to the as-built drawings and identified cavities filled with water beneath the ground surface due to poor drainage, resulting in a safety factor of 1.088, whereas the required safety factor is 1.5. This condition caused the retaining wall displacement. Recommendations including constructing drainage tunnels upstream, soil grouting, installing wheep holes in the retaining walls, and adding secant piles would increase the safety factor to 1.988.
Quick Assessment of Bridge Performance Based on Dynamic Parameters Acquired with Smartphone Application Khoeri, Heri; Nugroho, Panji; Pradana, Roberto
Clean Energy and Smart Technology Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/cest.v2i2.86

Abstract

The road management regulation aims to achieve reliable and excellent road services that prioritize the interests of the community by ensuring the functional and competitive performance of the roads, as well as community participation in road management in accordance with Republic of Indonesia Law No. 2 of 2022. As part of the community, when crossing the Tegineneng Bridge on the Tegineneng-Sp. Tanjung Karang road section in Lampung Province and feeling discomfort from the bridge vibrations, participating individuals conducted vibration measurements using 2 smartphones. The gyroscopes in the smartphones, packaged within a g-force application, were capable of recording real-time vibrations in a user-friendly manner, and the output data was compatible with existing modal analysis software. Subsequently, vibration data recordings using the SSI algorithm yielded dynamic parameters such as a natural frequency of 2.009Hz and a damping ratio of 7.927%. The frequency of 2.009Hz for a span of 60m is lower compared to bridges of the same span from the dynamic bridge test regression equation in Indonesia, which is 2.347Hz. Under these conditions, it is estimated that the Tegineneng Bridge experienced minor structural damage with a damage level of 14.1% and its capacity is lower by 28.2% than the empirical estimate. The damping ratio exceeding 5% is estimated to be due to excessive energy dissipation through cracks in the concrete or through defects in the connections between steel frame elements. It is recommended that relevant stakeholders conduct a detailed inspection of the bridge to ensure its safety and undertake necessary measures to guarantee the safety of its users.