Perancangan ini dilatarbelakangi dari perancang yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya tari Poh Kipah yang beredar di Aceh Utara. Tari Poh Kipah merupakan warisan budaya yang keberadaanya kini mulai menghilang dari peredaran masyarakat, hal tersebut diakibatkan oleh perang dan konflik berkepanjangan yang terjadi di Aceh. Oleh karena itu, perancang tertarik untuk mencari tahu dan menceritakan kembali sejarah tari Poh Kipah dalam bentuk motion graphic kepada masyarakat khususnya para remaja yang merupakan generasi penerus agar warisan budaya tari Poh Kipah tidak menghilang. pada proses perancangan motion graphic perancang menggunakan metode design thinking yaitu emphatize, define, ideate, prototype dan test, sebagai acuan pecancangannya. Proses perancangan motion graphic meliputi pembuatan narasi, sketsa storyboard, digitalisasi, coloring, editing dan test. Motion graphic adalah salah satu media penyampaian informasi yang unik kreatif dan modern. Media tersebut dapat diakses di mana saja dan kapan saja sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik kepada masyarakat.