Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PROSEDUR RESUSITASI PADA NEONATUS DENGAN ASFIKSIA Nila Trisna Yulianti
IMJ (Indonesian Midwifery Journal) Vol 4, No 2 (2021): IMJ (Indonesian Midwifery Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/imj.v4i2.4277

Abstract

Indonesia Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 34/1.000 Kelahiran Hidup (SDKI 2007), sekitar 56% kematian terjadi pada periode sangat dini yaitu di masa neonatal. Faktor yang berkontribusi terhadap tingginya mortalitas pada neonatus ( BBL) salah satunya adalah asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya prosedur tindakan penanganan resusitasi pada neonatus dengan asfiksia, metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni systematic review dengan telaah artikel yang dipublikasi melalui situs google scholar sebanyak 20 jurnal review. Hasil telaah jurnal penelitian ditemukan tindakan resusitasi awal yang sesuai sebanyak 8 tindakan (53,3%) dan tindakan kurang sesuai 7 tindakan (46,7%). Sebagian besar tindakan sesuai yaitu 8 tindakan (93,3%) pada resusitasi lanjutan. Kesimpulan bahwa tenaga kesehatan dalam memberikan tindakan resusitasi awal hampir sama antara tindakan yang sesuai dengan kurang sesuai. Sementara tindakan resusitasi lanjutan sebagian besar dilakukan dengan sesuai prosedur resusitasi bayi baru lahir. Rekomendasi penelitian ini agar dijadikan bahan acuan bagi bidan untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian prosedur tindakan resusitasi neonatus.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Masalah Infeksi Usus : Continuity of Care (COC) Midwifery Care with Intestinal Infection Problems Nila Trisna Yulianti; Ida Sofiyanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.300

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonates is a physiological condition that may threaten the life of the mother, baby and even cause death. One effort that can be done is to apply a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high-risk neonatal maternal. The aim of the research was to analyze midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. A case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a second trimester pregnant woman, gestation age 23 weeks 3 days, G2P1A0. Research time November 2022 – April 2023 in the working area of TPMB Bdn.Catur Widayanti, S.Si.T. The research instrument uses the SOAP documentation method with a varney management mindset. The collection technique uses primary data through interviews, observation, physical examination, MCH handbook. Research results Mrs. Z G2P1A0 gestational age 36 weeks 4 days with intestinal infection problems found complaints of feces mixed with blood mucus, stomach feels mules, rectum feels pain and has a history of fast food (junk food) patterns in the last 3 months. Labor received antibiotics for 5 days and mefemanic acid therapy. The postpartum period proceeds normally without bleeding, uterine contractions are good, lochia rubra, perineal abrasions, the mother is getting vitamin A. In newborns, the results of normal anthropometric examinations, negative SHK and passed OEA. Mrs. Z decided to use birth control implants.   ABSTRAK Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik .Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB).Sampel adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 23 minggu 3 hari, G2P1A0. Waktu penelitian November 2022 – April 2023 di wilayah kerja TPMB Bdn.Catur Widayanti, S.Si.T. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. Z G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu 4 hari dengan masalah infeksi usus ditemukan keluhan feses bercampur dengan darah lendir, perut terasa mules, dubur terasa nyeri dan memiliki riwayat pola nutrisi siap saji (junkfood) dalam waktu 3 bulan terakhir. Persalinan mendapatkan antibiotik selama 5 hari dan terapi asam mefemanat. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny. Z memutuskan menggunakan KB implan.
Pemberdayaan Catin, Bumil, Busui dan Ibu Bayi Balita Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Melalui Edukasi Komplementer di Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara Trisna Yulianti, Nila; Sofiyanti, Ida; Sandra, Emilia; Susiawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of public health is a multi-causal problem, so the solution must be multi-disciplinary. Public health as an art/practice has a broad spectrum. All activities, both directly and indirectly to prevent disease (preventive), improve health (promotive), therapy (physical, mental, social therapy) are public health efforts. MCH and women's health throughout their life cycle is a very important public health issue because it has a major impact on the quality of human resources in one generation. The problem is the lack of knowledge of pregnant women about CED, pregnancy hypertension, back pain in TM III, lack of knowledge about exclusive breastfeeding, lack of knowledge of prospective brides about preparation for healthy pregnancies, lack of knowledge of mothers of toddlers about KKA (child flower card) and balanced nutrition in the Kelurahan. Graha Indah Balikpapan must be handled immediately so that it can improve the quality of public health status. The activity is carried out through a community service-based community midwifery practice program so that students are aware of the conditions of society and its environment. The practice of community midwifery care for the Midwife Professional Education Study Program is carried out in the Graha Indah Village, Balikpapan, using community service methods, namely counseling, training, demonstrations and simulations. The results of the activity showed a positive response from the Kelurahan Graha Indah Balikpapan and the active participation of the community, including participating in work programs carried out by female students. Problems that arise in the health sector, especially in prospective brides, mothers and children. Management has been carried out optimally with the results of: (1) increasing pregnant women's knowledge about CED, hypertension in pregnancy, how to reduce non-pharmacological based TM III back pain with kinesio taping and back stretch exercise (2) increasing knowledge about exclusive breastfeeding, (3) increasing knowledge catin regarding preparation for a healthy and prosperous pregnancy, (4) increasing knowledge of how to stimulate toddlers according to age by using KKA (child development cards), (5) increasing knowledge about making balanced nutrition for the growth and development of toddlers.   Abstrak Masalah kesehatan masyarakat  merupakan masalah yang multi kausal, maka pemecahannya harus secara multi disiplin. Kesehatan masyarakat sebagai seni/praktek mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. KIA dan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena memiliki dampak yang besar terhadap kualitas sumber daya manusia pada satu generasi. Masalah  kurangnya pengetahuan ibu   hamil tentang KEK, hipertensi kehamilan, nyeri punggung    TM III, kurangnya pengetahuan tentang  ASI Ekslusif, kurangnya pengetahuan catin tentang persiapan kehamilan  sehat, kurangnya pengetahuan ibu bayi balita tentang KKA  dan gizi seimbang yang terdapat di Kelurahan Graha Indah Balikpapan harus dapat segera ditangani sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berkualitas. Kegiatan dilaksanakan melalui program praktek Asuhan Kebidanan Komunitas berbasis pengabdian masyarakat sehingga mahasiswa mengetahui terhadap kondisi masyarakat dan lingkungannya. Praktek Asuhan Kebidanan Komunitas Prodi Pendidikan Profesi Bidan dilaksanakan di Kelurahan Graha Indah Balikpapan dengan metode pengabdian masyarakat yakni penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dari Kelurahan Graha Indah Balikpapan dan partisipasi aktif masyarakat diantaranya mengikuti program kerja yang dilakukan oleh mahasiswi. Masalah yang muncul dalam bidang kesehatan khususnya catin, dan KIA. Penatalaksanaan telah dilakukan secara optimal dengan            hasil: (1) peningkatan pengetahuan bumil tentang KEK, hipertensi kehamilan, cara mengurangi nyeri pungung TM III berbasis non farmakologi dengan kinesio taping dan back strecch exercise (2) peningkatan pengetahuan tentang ASI Ekslusif, (3) peningkatan pengetahuan catin tentang persiapan kehamilan sehat sejahtera, (4) peningkatan pengetahuan cara menstimulus bayi balita sesuai usia dengan menggunakan KKA, (5) peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang pertumbuhan dan perkembangan bayi balilta.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Gotong Royong Penanaman Toga di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja Aulia Cahya Salsadila; Nila Trisna Yulianti; Endras Amirta Hanum; Andi Putri Tafriziyah; Mara Ayu Prabaningrum; Delvia Aldina Putri; Husnul Royana Khadijah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The family's medicinal plants have been used for centuries to treat a variety of health problems, and their benefits have been well documented in many studies. Research shows that this plant contains various beneficial compounds that can be used to develop new pharmaceutical drugs. TOGA (Family Medicinal Plants) is a selected type of plant that has medicinal properties with easy care and relatively low cost. TOGA is a safe alternative family medicine because it rarely causes side effects, is easy to prepare and consume for first aid in cases of minor illnesses such as fever, cough, or to help maintain stamina. The aim of this service is to provide education regarding the use of TOGA as an alternative self-medication and as an effort to prevent and control disease in improving the health status of the people of RT.06 Wonotirto Village and as an effort to preserve traditional healing culture. The method used in this service is to provide counseling, training and provide TOGA tree seeds for planting. The target partners are groups of housewives in the RT.06 Wonotirto Village area. The results of the development of activities in RT.06 can increase motivation and educate the community to better utilize TOGA as traditional medicine and maintain the preservation of culture from generation to generation.   Abstrak digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, dan manfaatnya telah didokumentasikan dengan baik dalam banyak penelitian. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung berbagai senyawa bermanfaat yang dapat digunakan untuk mengembangkan obat farmasi baru. TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan jenis tanaman pilihan yang mempunyai khasiat obat dengan perawatan yang mudah dan biaya yang relatif murah. TOGA merupakan obat alternatif keluarga yang aman karena jarang menimbulkan efek samping, mudah disiapkan dan dikonsumsi untuk pertolongan pertama pada kasus penyakit ringan seperti demam, batuk, atau membantu menjaga stamina. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pengobatan mandiri dan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat RT.06 Desa Wonotirto serta sebagai upaya melestarikan tradisi. budaya penyembuhan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pemberian bibit pohon TOGA untuk ditanam. Mitra sasarannya adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga di wilayah RT.06 Desa Wonotirto. Hasil pengembangan kegiatan di RT.06 dapat meningkatkan motivasi dan mengedukasi masyarakat untuk lebih memanfaatkan TOGA sebagai obat tradisional dan menjaga kelestarian budaya secara turun temurun.
Pemberdayaan Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Fisik Menuju Lansia Tangguh Marcella Citra Ginanda; Nila Trisna Yulianti; Dewi Ari Sasanti; Vannes Sukma Dewi; Nofrianti R Silaban; Sinta Putri Rahayu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly are those aged 60 years and over based on Law Number 13 of 1998 concerning the Welfare of the Elderly. United Nations data on World Population Aging 2019, the number of elderly was 705 million or 9.18% of the elderly (Tribun news, 2019). There are around 29.3 million elderly  in Indonesia in 2021 (Central Statistics Agency, 2021)  province of East Kalimantan with a total of 132.49 thousand, 93.48% of the elderly , elderly in Kutai Kartanegara is 6.7% or around 2,980, the majority of  suffering  hypertension elderly,  226,148 (Kutai Kartanegara Health Office, 2020)   Wonotirto sub-district is 135 elderly , 50% of elderly complain of joint pain and 18% of hypertension. Implementation of community service the elderly through the Community Midwifery Practice program. This activity aims empower the elderly as an effort to physical health. The implementation of this activity is carried out in 7 stages, namely the stages of assessment, problem analysis, and problem formulation, problem prioritization, determining diagnosis, planning, implementation. The results of the activity showed a positive response from RT 02 Wonotirto Village, Samboja District and active community participation in the student work program. The management of community service activities at RT 02 on November 22 2023 was carried out optimally with the results: (1) increasing physical balance of the elderly, (2) reducing complaints of joint pain, (3) increasing knowledge about hypertension and reduce it. (4) strengthening solidarity the elderly through joint exercise activities in the RT 02 area, Wonotirto Village, Samboja District. Abstrak Lanjut usia (lansia) adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Berdasarkan data Perserikaan Bangsa-bangsa (PBB) tentang World Population Ageing pada tahun 2019  jumlah lansia 705 juta atau 9,18% jiwa penduduk lanjut usia di dunia (Tribun news, 2019). Terdapat sekitar 29,3 juta penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2021 ( Badan Pusat Statistik, 2021) di provinsi kalimantan timur dengan jumlah 132,49 ribu jiwa 93,48%penduduk lansia, jumlah penduduk lansia di kutai kartanegara 6,7% atau sekitar 2.980 jiwa, penderita hipertensi mayoritas lansia yaitu 226.148 orang (Dinkes Kutai Kartanegara, 2020) dan jumlah penduduk lansia di kelurahan wonotirto 135 jiwa, lansia dengan keluhan nyeri sendi 50% dan hipertensi sebanyak 18%. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat  pemberdayaan lansia melalui program Praktek Kebidanan Komunitas. Kegiatan ini bertujuan melakukan pemberdayaan lansia sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dalam mendukung lansia tangguh. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam 7  tahapan yaitu tahapan pengkajian, analisis masalah, dan perumusan masalah, prioritas masalah, menentukan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukan respon positif dari RT 02 Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja dan partisipasi aktif masyarakat mengikuti program kerja mahasiswi. Penatalaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di RT 02 pada tanggal 22 November 2023 di lakukan dengan optimal dengan hasil : (1) meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan fisik lansia, (2) mengurangi keluhan nyeri sendi, (3) meningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan cara mengurangi asam urat yang tinggi, (4) memperkuat jaringan sosial dan solidaritas antar lansia melalui kegiatan senam bersama di wilayah RT 02 Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja.
Efektivitas Intervensi Senam dan Yoga dalam Mengurangi Tingkat Keparahan Depresi Postpartum pada Wanita Sectio Caesarea : Uji Coba Terkontrol Acak Nila Trisna Yuliati; Karnilan Lestari Ningsi Sam
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.1499

Abstract

Selama masa postpartum wanita lebih mudah mengalami depresi dan terjadi peningkatan kebutuhan wanita untuk menemui dokter ahli jiwa. Depresi pasca persalinan ditandai dengan mudah tersinggung, merasa bersalah, kelelahan, kecemasan, gangguang tidur dan gejala somatik yang dapat memiliki efek negatif pada ibu, bayi, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek dari program senam dan yoga pada wanita yang mengalami seksio sesarea terhadap tingkat keparahan depresi postpartum. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pre-post test two-group design. Populasi dalam penelitian adalah wanita bersalin seksio sesarea sejak bulan Desember tahun 2020 sampai Mei tahun 2021. Sampel yang memenuhi kriteria dibagi 2 kelompok yakni kelompok senam nifas (n=24) dan kelompok yoga (n=24). Penelitian ini dilakukan di Kampus Akbid Borneo Medistra Balikpapan. Adapun uji statistik yang digunakan yaitu uji man whitney yang bertujuan untuk melihat perbandingan sebelum dan setelah perlakuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senam nifas dan yoga efektif menurunkan tingkat depresi post partum pada wanita seksio sesarea (Pv=0,000).
ANALISIS PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN KEPUASAAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKEMAS KARANG JOANG KOTA BALIKPAPAN Rachmadani, Andry; Yulianti, Nila Trisna; Sasanti, Dewi Ari; Sari, Heni Elmiani; Wulandari, Pradea
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/jkikt.v7i1.238

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) merupakan salah satu upaya digitalisasi pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan RME dengan tingkat kepuasan tenaga kesehatan di Puskesmas Karang Joang, Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada tenaga kesehatan yang menggunakan sistem RME dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Aspek yang dianalisis meliputi kemudahan penggunaan, keandalan sistem, kecepatan akses data, serta dukungan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa penggunaan RME cukup membantu dalam efisiensi kerja. Analisis statistik menunjukkan (p < 0,05) yang artinya ada hubungan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun RME memberikan manfaat dalam pengelolaan data pasien, peningkatan kualitas sistem dan pelatihan pengguna masih diperlukan untuk mengoptimalkan kepuasan pengguna. Rekomendasi penelitian ini adalah penguatan infrastruktur digital dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemanfaatan RME secara maksimal.
Edukasi dan Simulasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Hanum, Endras Amirta; Yulianti, Nila Trisna
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7034

Abstract

Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting diperhatikan karena pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Pengetahuan SADARI pada remaja untuk mendeteksi dini kanker payudara saat ini masih sangat rendah padahal SADARI sangat penting untuk deteksi dini pasien kanker payudara, oleh karenanya saat ini kanker payudara tidak hanya menyerang Perempuan usia >30 tahun tetapi juga menyerang Perempuan usia muda bahkan remaja. SADARI atau dikenal dengan pemeriksaan payudara sendiri merupakan salah satu cara deteksi dini yang murah dan mudah dilakukan yang bertujuan jika ditemukan kelainan atau perubahan pada payudara dapat segera diperiksakan kepada petugas Kesehatan dan dapat segera mendapat terapi dan dalam jangka Panjang dapat menekan angka mortilitas kanker payudara. Pengukuran Tingkat perilaku seseorang dapat dilihat melalui Tingkat pengetahuan, sikap maupun Tindakan termasuk perilaku SADARI. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan mengenai SADARI yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang pada siswi SMA Muhamadiyah 2 Al Mujahidin. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi pengetahuan dan sikap SADARI yang diberikan melalui media Pendidikan seperti powerpoint, gambar, simulasi dan video. Persiapan pelaksanaan ini dimulai dari pencetakan booklet dan koordinasi sekolah. Kegiatan edukasi dan simulasi tentang sadari menunjukkan tanggapan yang positif dari pihak sekolah dan siswa dan partisipasi aktif dalam proses diskusi. Peserta pelaksanaan sadari melalui edukasi dan simulasi sebanyak 46 remaja putri, dengan hampir 85% remaja belum mengetahui pentingnya melakukan sadari pada remaja. Evaluasi dari kegiatan ini tercapainya tujuan edukasi dan simulasi sadsari dengan pre test dan post test setelah kegiatan. Diharapkan bahwa siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan dan manfaat melakukan Pemeriksaan payudara sendiri.
Balsem Ekstrak Jahe Merah sebagai Alternatif Pereda Dysmenorrhea: Studi Quasi-Eksperimental dengan Kelompok Kontrol Handayani, Rika; Fachriani, Ayu; Haji Saeni, Rahmat; Yulianti, Nila Trisna
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i2.1902

Abstract

Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen to the pelvic area during menstruation, which can interfere with the daily activities of adolescent girls. This study aims to evaluate the effectiveness of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) extract balm in reducing menstrual pain levels among adolescent girls at SMPN 8 Makassar. The research design used is a Quasi-Experimental Pretest-Posttest Control Group Design, where measurements were conducted before and after the intervention in both the intervention and control groups. A total of 66 ninth-grade students were selected using a purposive sampling technique and were divided into two groups: the intervention group and the control group. Data were analyzed using non-parametric statistical methods, namely the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann-Whitney U Test. The Wilcoxon test results showed a significant reduction in pain levels in the intervention group with a Z value of -4.799 and a p-value of 0.000. The Mann-Whitney U test results indicated a significant difference between the intervention and control groups (p = 0.000), with the intervention group having a lower mean rank (24.52) compared to the control group (42.48). These findings suggest that the application of red ginger extract balm is effective in reducing menstrual pain intensity. Thus, using red ginger-based balm can be considered a practical and effective non-pharmacological alternative therapy for managing dysmenorrhea. Further research is needed to explore the optimal duration of use and effectiveness across a broader age group.
Birth Companionship as a Non-Pharmacological Strategy to Reduce Maternal Anxiety and Enhance Perceived Support and Safety During Childbirth Trisna Yulianti, Nila; Handayani, Rika; Saeni, Rahmat Haji; Akbar, Fajar
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1759

Abstract

Birth companionship is globally recognized as an effective non-pharmacological approach to improving maternal psychological well-being during labor, yet evidence from Indonesian urban settings remains limited. This study evaluated mothers’ perceptions of birth companions and examined changes in anxiety levels before and after an intervention consisting of antenatal education and continuous companionship during labor. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 30 primigravida mothers in Balikpapan, Indonesia. Data were collected using closed-ended nominal questionnaires and analyzed with the McNemar test. Significant improvements were observed in several maternal perception indicators, including feeling calmer (p = 0.000), emotionally supported (p = 0.004), physically assisted (p = 0.016), helped in communicating with health workers (p = 0.008), and safe and comfortable during labor (p = 0.031). Maternal anxiety levels also decreased significantly across key indicators, including fear of childbirth (p = 0.016), negative thoughts (p = 0.016), restlessness while waiting for labor (p = 0.001), and feelings of helplessness (p = 0.016). These findings indicate that antenatal education combined with continuous birth companionship is effective in enhancing perceived support and safety while reducing pre-delivery anxiety. However, because this study used a one-group pretest–posttest design without a comparison group, the generalizability and causal interpretation of the findings remain limited. Further research employing controlled or randomized designs is recommended to strengthen causal inference and expand applicability.