Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Principle of Education According to The Perspective of Hasan bin Ali Al-Hajjajy And John Dewey Akbar Aisya Billah; Ulum, M. Miftahul
EDUCAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 8 No. 1 (2024): Islamic Education
Publisher : Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, UNIDA GONTORs Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a basic need and right of every human being. With this education, humans get a decent and good life. The educational building stands strong and firm on a solid foundation of thought. This is where educational thinkers' urgency is in supporting these buildings' establishment. Not only related to the building's strength, style, and model is also very dependent on the style of thought of the characters. This research is a literature study or library research. Data were taken from related literature in books, journals, and various sources. The data is then processed and analyzed critically and in-depth using content analysis. The study results show that there are different perspectives on the principles of education according to Islam, represented by Hasan bin Ali Al-Hajjajy, and a Western perspective, represented by John Dewey. Each perspective gave birth to different styles and education models, so the products produced also differ.
Model Transformasi Kepemimpinan Kiai Pesantren: Dinamika Membangun Budaya Religius Berbasis Tradisi di Era Modern Dedi Ardiansyah; Akbar Aisya Billah
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/rn9k0d46

Abstract

Dalam konteks pesantren tradisional di Indonesia, dinamika modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial menuntut adanya pola kepemimpinan yang lebih adaptif, sehingga penelitian ini mengeksplorasi model transformatif kepemimpinan kiai dengan fokus pada perannya dalam menumbuhkan budaya keagamaan berbasis tradisi di era modern. Dengan melakukan tinjauan komprehensif terhadap literatur yang relevan, studi ini berupaya memahami bagaimana para pemimpin kiai menavigasi keseimbangan antara melestarikan tradisi keagamaan dan beradaptasi dengan lanskap kontemporer yang terus berubah. Tujuan studi ini adalah untuk mengungkap strategi yang digunakan oleh para pemimpin kiai dalam menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas sambil mengembangkan budaya keagamaan yang tetap kontekstual dan bermakna bagi komunitas santri. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Analisis ini menarik wawasan dari karya ilmiah, jurnal, dan artikel untuk membedakan nuansa transformasi kepemimpinan, termasuk pergeseran menuju pendekatan pembinaan yang lebih partisipatif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan Islam masa kini.
Model Transformasi Kepemimpinan Kiai Pesantren: Dinamika Membangun Budaya Religius Berbasis Tradisi di Era Modern Dedi Ardiansyah; Akbar Aisya Billah
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/rn9k0d46

Abstract

Dalam konteks pesantren tradisional di Indonesia, dinamika modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial menuntut adanya pola kepemimpinan yang lebih adaptif, sehingga penelitian ini mengeksplorasi model transformatif kepemimpinan kiai dengan fokus pada perannya dalam menumbuhkan budaya keagamaan berbasis tradisi di era modern. Dengan melakukan tinjauan komprehensif terhadap literatur yang relevan, studi ini berupaya memahami bagaimana para pemimpin kiai menavigasi keseimbangan antara melestarikan tradisi keagamaan dan beradaptasi dengan lanskap kontemporer yang terus berubah. Tujuan studi ini adalah untuk mengungkap strategi yang digunakan oleh para pemimpin kiai dalam menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas sambil mengembangkan budaya keagamaan yang tetap kontekstual dan bermakna bagi komunitas santri. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Analisis ini menarik wawasan dari karya ilmiah, jurnal, dan artikel untuk membedakan nuansa transformasi kepemimpinan, termasuk pergeseran menuju pendekatan pembinaan yang lebih partisipatif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pendidikan Islam masa kini.