Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peranan Subsektor Holtikultura, Kontribusi Pembagunan Wilayah Di Kabupaten Halmahera Selatan: Kabupaten Halmahera Selatan muhammad, musdar; Nasar, Fahima; Kamal, Muhammad; Hadi, Aswir; Khotib, Muhammad; Amana, Asbur
Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE) Vol 9 No 2 (2024): Agustus 2024: Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jbe.v9i2.429

Abstract

The purpose of the study; To find out the Horticultural Commodities and how the components of growth in the agricultural sub-sector what is the base sector. the method used is descriptive kuntitaf by using analytical tools Quotient Analysis (LQ) and Shift Share Analysis (SSA). The results showed that; Horticulture subsector on vegetable commodities that have a base sector (LQ = 1) there are vegetables; ketimum, kale, long kancang, spinach, cayenne pepper, red pepper, and LQ>1 is the commodity shallots, while for commodities fruits base sector (LQ = 1) there are only three fruits, namely papaya, jackfruit and mango fruit, and LQ>1 on fruits is found on bananas. Horticulture Subsector of Fruits and Vegetables Proportional Growth Component (Proportional Shift) of South Halmahera Regency has a very good economic growth for the long term in South Halmahera Regency
Peranan Subsektor Holtikultura, Kontribusi Pembagunan Wilayah Di Kabupaten Halmahera Selatan: Kabupaten Halmahera Selatan muhammad, musdar; Nasar, Fahima; Kamal, Muhammad; Hadi, Aswir; Khotib, Muhammad; Amana, Asbur
Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE) Vol 9 No 2 (2024): Agustus 2024: Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jbe.v9i2.429

Abstract

The purpose of the study; To find out the Horticultural Commodities and how the components of growth in the agricultural sub-sector what is the base sector. the method used is descriptive kuntitaf by using analytical tools Quotient Analysis (LQ) and Shift Share Analysis (SSA). The results showed that; Horticulture subsector on vegetable commodities that have a base sector (LQ = 1) there are vegetables; ketimum, kale, long kancang, spinach, cayenne pepper, red pepper, and LQ>1 is the commodity shallots, while for commodities fruits base sector (LQ = 1) there are only three fruits, namely papaya, jackfruit and mango fruit, and LQ>1 on fruits is found on bananas. Horticulture Subsector of Fruits and Vegetables Proportional Growth Component (Proportional Shift) of South Halmahera Regency has a very good economic growth for the long term in South Halmahera Regency
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Pengunjung Ditempat Wisata Pantai Tugulufa Kota Tidore Kepulauan Noho, Rusnia; Hadi, Aswir; Hasnin, Muhammad
Jurnal Ekonomi : Journal of Economic Vol 17, No 01 (2026): Jurnal Ekonomi : Journal of Economic
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jeko.v17i01.9889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas pengunjung wisata pantai Tugulufa di Kota Tidore Kepulauan. Latar belakang penelitian ini didasari pada potensi wisata Pantai Tugulufa yang cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata unggulan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada responde (pengunjung) di pantai Tugulufa. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel daya tarik (X1) dan aksesibiltas (X3) berpengaruh signifikan terhadap intensitas kunjungan, sedangkan variabel sarana dan prasana (X2) tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa meningkatkan daya tarik tempat wisata serta mempermudah aksesibilitas merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Tugulufa. Untuk nilai ekonomi (surplus ekonomi) dengan menggunakan pendekatan Individual Travel Cost Method, rata-rata biaya perjalanan individu sebesar Rp140.971 dan biaya maksimum sebesar Rp883.770. Dengan asumsi jumlah pengunjung tahunan sebanyak 30.048 orang, maka diperoleh estimasi surplus ekonomi wisata Pantai Tugulufa sebesar Rp22.319.623.517 per tahun. Dengan berfokus pada peningkatan daya tarik wisata dan kemudahan aksesiblitas, pantai Tugulufa dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata publik yang berdaya saing serta memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar.