Latar Belakang: Daun alpukat (Persea americana) dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, polifenol, quersetin yang bersifat antibakteri. Mentha piperita dapat memberikan efek penghambatan bakteri yang tinggi terhadap P.acnes. Tujuan: Diketahuinya ekstrak daun alpukat dan daun mint memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri P.acnes dengan metode difusi cakram. Methode: jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian untuk menentukan efektifitas kombinasi ekstrak daun alpukat (Persea americana) dan daun mint (Mentha piperita) untuk melihat zona hambat aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dengan menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023 di laboratorium Mikrobiologi STIKES ‘Aisyiyah Palembang. Analisa data menggunakan data eksperimental dimana Ekstraksi maserasi daun alpukat diperoleh rendemen 21,8812%, daun mint diperoleh rendemen 20,4431%. Selanjutnya di ujikan pada bakteri P.acnes dengan metode difusi cakram. Hasil: Ekstrak tunggal daun alpukat 3,6 mm, tunggal daun mint 13,8 mm, ekstrak kombinasi 4,0 mm, dan positif 23,01 mm, ekstrak daun mint memiliki aktivitas lebih besar terhadap P.acnes dibanding perlakuan ekstrak daun alpukat pada konsentrasi yang sama. Saran: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membuat sediaan formulasi antibakteri yang dihasilkan dari Kombinasi Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana) dan Daun Mint (Mentha piperita) dengan menggunakan metode cakram. Kata Kunci: Ekstrak, Daun Alpukat, Daun Mint, Propionibacterium Acnes