Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA POSTPARTUM BLUES PADA PRIMIPARA (IBU DENGAN KELAHIRAN BAYI PERTAMA) Setyaningrum, Dyah Titi; Metra, Litra Amanda; Sukmawati, Viradevi Eka
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v10i1.158

Abstract

Ibu yang melahirkan pertama kali (primipara) rentan mengalami postpartum blues. Postpartum blues seringkali disepelekan sehingga dapat berkembang menjadi gangguan mental yang serius. Pemahaman mendalam mengenai fenomena ini dirasa perlu agar mengenali fase ini dengan baik sehingga kelak dapat mengembangkan penanganan lebih tepat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran pengalaman dan penghayatan postpartum blues pada primipara. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologis deskriptif menggunakan tiga partisipan primipara dengan melakukan depth interview melalui teknik free directive interview. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa postpartum blues ibu disebabkan kelelahan fisik, kehamilan yang belum sepenuhnya diinginkan, recovery pasca melahirkan dan minimnya dukungan keluarga terutama suami. Kondisi ini membuat ibu sulit kontrol emosi, memiliki pemikiran dan perilaku negatif terhadap perawatan bayi serta trauma memiliki anak berikutnya. Melakukan aktivitas menyenangkan, menitipkan anak, atau aktif kembali bekerja dilaporkan dapat meredakan gejala postpartum blues.
Gambaran Stigma Mahasiswa Kedokteran Terhadap Berat Badan Metra, Litra Amanda; Titi Setyaningrum, Dyah; Mediasari, Dita; Desri Aliyono, Sherly
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v11i2.219

Abstract

Prevalensi obesitas meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penelitian mengenai weight stigma masih minim di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran mengenai weight stigma pada mahasiswa kedokteran. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif, dengan populasi 145 dan jumlah sampel 95. Alat ukur yang digunakan adalah Anti-Fat Attitude Test (AFAT) yang di terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Hasilnya 69,5% mahasiswa kedokteran memiliki weight stigma tinggi. Ketiga faktor yang diukur yaitu social disparagement, physical/romantic unattractiveness dan weight control menunjukkan hasil tinggi dengan presentase yang tidak berbeda jauh. Namun pada responden perempuan weight bias cenderung lebih tinggi yaitu sebanyak 77,7% dan faktor yang paling tinggi adalah weight control. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa kedokteran perempuan menilai menjadi gemuk adalah tanggungjawab pribadi dan tidak ada alasan yang dapat diterima untuk menjadi gemuk. Pada penelitian terdahulu, weight bias berpengaruh dalam menangani pasien obesitas, diantaranya pada kualitas pelayanan, hubungan dengan pasien, kesejahteraan psikologis dan keputusan klinis. Oleh karena itu disarankan dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat dampak weight bias dalam pelayanan kesehatan di Indonesia dan perlunya edukasi untuk mengurangi weight bias.