Izmayanti, Dewi Kania
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTERJEKSI PERASAAN TERKEJUT KANDOUSHI ODOROKI DALAM ANIME HORIMIYA Haura Aramora, Salsabila; Kartika, Diana; Syahrial; Izmayanti, Dewi Kania
Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2024): Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandoushi adalah salah satu kelas kata yang termasuk jiritsugo(kata yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna). Odorokiadalah jenis kandoushi yang digunakan untuk mengungkapkan keterkejutan terhadap suatu konteks situasi kepada lawan bicara. Kajian pada penelitian ini mengenai penggunaan kandoushiodoroki dalam Anime Horimiya dengan tinjauan pragmatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Efek keterkejutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keterkejutan dikemukakan Nita Kotoba Tsukaiwake Jiten (1991), dan dianalisis menggunakan teori efek keterkejutan setiap ungkapan kandoushi odoroki yang dilihat dalam segi konteks. mengelompokkan ungkapan kandoushi odoroki kepada 5 efek keterkejutan sesuai konteks situasi keterkejutan meliputi : odoroku, bikkuri suru, tamageru, kyougaku suru, dan kyoutan suru.
REPRESENTATION OF JAPANESE CULTURE IN THE FILM NIHONJIN NO SHIRANAI NIHONGO (A SEMIOTIC STUDY) MILENIA SEVTIANI; Izmayanti, Dewi Kania; Irma; Amril, Oslan
Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2024): Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Japan has succeeded in maintaining its culture from traditional to modern culture. Thanks to its success, Japan has been highly regarded by other countries. The large number of enthusiasts outside Japan who watch anime films proves that Japanese culture is not only popular in Japan but also outside Japan. One example is the film "Nihonjin No Shiranai Nihonggo," which depicts the love of people outside Japan for Japanese culture. Zen, which represents the art of tranquility, is widely present in Japanese culture. This is the basis for this research, which aims to describe Japanese culture depicted in the film "Nihonjin No Shiranai Nihonggo." The researcher uses Roland Barthes' theory to describe Japanese culture in this film. According to the theory presented by Roland Barthes, meaning is divided into three types: denotation, connotation, and myth. To dissect these meanings, the author uses the literature review method with the note-taking technique. From the 12 episodes, 8 Japanese cultures were found: Furoshiki in episode 2, Hanafuda and Kendou in episode 3, Shouryuuma and kanji in episode 5, Natto in episode 7, the tea-drinking etiquette in episode 8, and omikuji fortune-telling in episode 10. Therefore, we can conclude that Japanese culture can be seen through films and interpreted in terms of connotation, denotation, and myth. Keywords: Nihonjin No Shiranai Nihonggo, Film, Denotative Meaning, Connotative Meaning, Mythical Meaning. Abstrak Jepang sukses menjadi negara yang mempertahankan kebudayaannya dari budaya tradisonal hingga budaya modern. Berkat keberhasilannya tersebut Jepang menjadi sangat disorot oleh negara lain. Banyaknya peminat masyarakat diluar Jepang yang menonton film anime membuktikan bahwa budaya Jepang tidak hanya populer di Jepang namun juga diluar Jepang. Salah satunya adalah Film Nihonjin No Shiranai Nihonggo yang menggambarkan kecintaan masyarakat diluar jepang terhadap budaya Jepang. Zen yang menggambarkan ilmu sebuah ketenangan banyak terkandung di dalam unsur budaya Jepang. Hal inilah yang mendasari penelitian ini dilakukan yaitu untuk mendiskripsikan budaya Jepang yang tergambar dalam film Nihonjin No Shiranai Nihonggo. Peneliti menggunakan teori Roland Barthes untuk menggambarkan budaya jepang yang terkandung di dalam film ini. Menurut teori yang disampaikan oleh Roland Barthes dikatakan bahwa makna terbagi menjadi 3 jenis yaitu makna denotasi, makna konotasi dan juga mitos. Untuk membedah makna tersebut penulis menggunakan metode kajian pustaka dengan teknik simak catat. Dari 12 episode ditemukan 8 budaya jepang yaitu Furoshiki di episode 2, Hanafuda dan Kendou di episode 3, Shouryuuumma dan kanji di episode 5,Natto di episode 7, tata cara minum the episode 8, ramalan omikuji di episode 10. Maka dapat kita simpulkan bahwa budaya Jepang dapat kita bisa melihatnya melalui film dan bisa memaknainya secara konotasi, denotasi, dan juga mitos. Kata Kunci : Nihonjin No Shiranai Nihonggo, Film, Makna Denotasi, Makna Konotasi, Makna Mitos.
COPING STRATEGIES OF WEST SUMATERA INTERNSHIP STUDENTS IN JAPAN TOWARDS 5S WORK CULTURE (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) Yosi, Fidia Elfi; Amril, Oslan; Irma; Izmayanti, Dewi Kania
Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024): Hikari: Jurnal Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan budaya kerja antara negara asal dan negara Jepang menjadikan mahasiswa internship melakukan upaya atau strategi untuk bisa beradaptasi dengan budaya kerja 5S yang selanjutnya disebut dengan strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala implementasi budaya kerja 5S yang dihadapi mahasiswa internship selama menjalankan magang di Jepang dan mengetahui solusi atas kendala tersebut dan mengidentifikasi strategi coping yang digunakan oleh mereka untuk bisa beradaptasi dengan budaya kerja 5S. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang melibatkan 34 responden dimana responden merupakan mantan atau mahasiswa internship yang tengah melakukan magang ke Jepang. Dari penelitian ini didapatlah hasil bahwa mahasiswa internship memiliki kendala internal yakni perbedaan budaya yang cukup jauh dari negara asal dan eksternal yaitu tekanan dari atasan serta faktor bahasa. Peserta internship mampu mengatasi kendala yang dihadapi dengan melakukan strategi coping yang berfokus pada emosi (emotion-focused forms of coping) dan juga berfokus pada penyelesaian masalah masalah (problem-focused forms of coping). Berdasarkan dari jawaban responden, seluruh mahasiswa internship melakukan dua jenis strategi coping yang bersifat positif.
Kamoshiremasen and Deshou’s Epistemic Modality in Abe Shinzou’s Speech on Covid-19 Kartika, Diana; Dona, Ulan May; Syahrial, Syahrial; Izmayanti, Dewi Kania
J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Budaya Jepang Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jlitera.2023.5.2.9184

Abstract

This research aims to analyze the structure and meaning and describe the similarities and differences of the epistemic modalities –kamoshiremasen and –deshou in 10 transcripts of Abe Shinzou's speeches at a press conference on covid-19. In this research, the data were collected by means of a literature study from the website of the Japanese Prime Minister's secretarial office, namely www.kantei.go.jpg. To analyze the structure and meaning of the epistemic modality, a qualitative descriptive method is used. Meanwhile, to analyze the similarities and differences using the agih method. Thus, the data is presented in an informal form. This research resulted in the finding that the epistemic modalities –kamoshiremasen and –deshou have similarities, namely they can be attached to verbs, i-adjectives, na-adjectives and nouns and can be placed in the middle and end of sentences. While the difference is the epistemic modality – kamoshiremasen states a possibility and general opinion with a low level of certainty, while the epistemic modality -deshou expresses a conjecture and confirmation with a high degree of certainty. In addition, this study also found an informal epistemic modality, namely kamoshirenai and darou.
Metode Integratif dalam Pembelajaran Sakubun di Universitas Bung Hatta Padang Izmayanti, Dewi Kania
Kagami : Jurnal Pendidikan dan Bahasa Jepang Vol. 4 No. 1 (2013): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2013-Kagami: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Jepang
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-