Kedelai adalah salah satu tanaman pangan utama yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai sumber protein. Produksi kedelai sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air selama pertumbuhan tanaman, terutama pada fase pembungaan dan pengisian polong, di mana kekeringan dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan. Untuk mengatasi dampak negatif kekeringan, penelitian modern banyak menyoroti peran senyawa antioksidan seperti asam askorbat dan asam salisilat dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres air. bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh pemberian asam askorbat dan asam salisilat terhadap pertumbuhan kedelai pada kondisi cekaman kekeringan, serta menentukan dosis optimal yang mampu meningkatkan toleransi dan hasil produksi kedelai secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali pengulangan. Faktor pertama yaitu antioksidan dengan 6 taraf perlakuan yaitu: Asam askorbat 0 ppm (A1), Asam askorbat 100 ppm (A2), Asam askorbat 200 ppm (A3), Asam salisilat 0 mM (A4), Asam salisilat 1 mM (A5), Asam salisilat 2 mM (A6). Faktor kedua yaitu interval penyiraman dengan 4 taraf perlakuan: Tanpa penyiraman (H0), Interval penyiraman 1 hari (H1), Interval penyiraman 3 hari (H2), Interval penyiraman 5 hari (H3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering tajuk dan total luas daun. Interval penyiraman berpengaruh nyata pada parameter bobot kering tajuk. Sementara, interaksi antara antioksidan dan interval penyiraman berpengaruh nyata pada parameter bobot kering tajuk.