Aida, Hasnil
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA GURU AQIDAH AKHLAK DALAM PEMBINAAN ADAB SISWA DI MTS AL-HIDAYAH PATUMBAK Masitah, Siti; Sari , Hotni; Aida, Hasnil
HIBRUL ULAMA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v6i1.669

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui upaya guru aqidah akhlak dalam pembinaan adab siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak, 2)Mengetahui pembinaan adab siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak, 3) Mendeskripsikan perkembangan adab siswa setelah pembinaan adab siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak, 4) Mengetahui kendala yang dihadapi guru aqidah akhlak dalam pembinaan adab siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak. Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru, wali kelas VIII dan peserta didik kelas VIII di MTs Al-Hidayah Patumbak Tahun Pembelajaran yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumnetasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan tiga jalur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data (penarikan kesimpulan). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa 1) Upaya guru akidah akhlak dalam pembinaan abad siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak adalah dengan beberapa cara diantaranya mendidik dengan keteladanan, mendidik dengan kebiasaan, mendidik dengan nasihat, mendidik dengan perhatian dan mendidik dengan hukuman, 2) Pembinaan adab siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak dilakukan dengan beberapa cara yaitu : menanamkan nilai kedisiplinan,menanamkan nilai religius,Menanamkan nilai pendidikan social, 3) Perkembangan adab siswa setelah pembinaan adab siswa di MTs Al-Hidayah Patumbak yaitu : selalu berdoa sebelum dan sesudah belajar, menyimak penjelasan guru, menjaga ketenangan dan kebersihan lingkungan, hindari menggunakan barang milik orang lain, selalu menghormati guru dan tidak menyontek saat ujian, 4) Kendala yang di hadapi guru akidah akhlak dalam pembinaan adab siswa di MTs Al – Hidayah patumbak adalah Kurangnya minat dan kesadaran siswa terhadap kegiatan – kegiatan sekolah terutama kegiatan agama. Yang paling penting dan menentukan hasil dalam proses pembinaan adab siswa di lingkungan sekolah adalah kesadaran yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, namun hal ini justru yang di anggap masih sangat kurang oleh guru. Maka masih di perlakukan usaha yang lebih keras lagi dalam membina adab siswa di sekolah.
Strategi Pesantren Tahfizhul Quran dalam Peningkatan Praktik Keagamaan Masyarakat di Sekitar Masjid Hijir Ismail Medan Amplas Siregar, Mahlil Wardi; Aida, Hasnil; Azmi, Hanifa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik keagamaan masyarakat di lingkungan Pesantren Tahfizhul Quran Hijir Ismail Medan Amplas, strategi yang digunakan oleh Rumah Tahfiz dalam meningkatkan praktik tersebut, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strateginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, masyarakat, dan siswa, serta dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keagamaan masyarakat di sekitar pesantren meliputi kegiatan ibadah rutin, pengajian, dakwah lingkungan, serta keterlibatan dalam program sosial keagamaan. Strategi yang digunakan Rumah Tahfiz antara lain pembinaan tahfiz Al-Qur’an, pengajian rutin, dan kegiatan sosial berbasis keislaman. Faktor pendukung strategi ini meliputi dukungan pimpinan pesantren, partisipasi aktif masyarakat, dan peran guru yang komunikatif. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain keterbatasan waktu masyarakat, minimnya fasilitas pendukung, dan kurangnya kesadaran sebagian warga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi Rumah Tahfiz memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk lingkungan religius yang aktif, namun keberlanjutan program sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak pesantren, masyarakat, dan pemerintah.