Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN NELAYAN DI KORIDOR SUNGAI SILUGONGGO, DESA BENDAR, KECAMATAN JUWANA Fitri, Sania; Ridlo, Mohammad Agung; Rahman, Boby
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman di Indonesia 26% masih berada di bantaran sungai. Jumlah penduduk semakin banyak yang bermukim pada koridor sungai akan menyebabkan kualitas lingkungan menurun. Budaya membangun rumah di bantaran sungai akan mengakibatkan pencemaraan sungai, permasalahan sanitasi, dan persampahan yang akan terjadi. Desa Bendar merupakan salah satu kampung nelayan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya menengah hingga menengah ke atas. Masyarakat Desa Bendar mayoritas mata pencahariannya adalah nelayan dan juga peternak bandeng. Desa Bendar memiliki permukiman yang berbatasan langsung dengan sungai dan berada di koridor sungai. Aktivitas masyarakat yang bermukim dan membangun bangunan semi-permanen di area koridor sungai akan berdampak pada kualitas lingkungan. Pada umumnya masyarakat yang bermukim di area koridor sungai membuang sampah ataupun limbah rumah tangga ke sungai sehingga menimbulkan pencemaran air sungai, sementara akibat sampah yang dibuang ke sungai tersebut terjadilah pengendapan disungai dan berdampak pada pendangkalan air sungai akibat pengendapan sampah. Akibat kebiasaan aktivitas tersebut dapat menimbulkan lingkungan yang tidak sehat, serta akan berdampak buruk bagi kesehatan bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan mengkaji kualitas lingkungan permukiman nelayan di koridor Sungai Silugonggo Desa Bendar terhadap aktivitas permukiman di koridor sungai sekitarnya. Pentingnya penelitian terkait pengaruh pemanfaatan bantaran sungai terhadap kualitas lingkungan permukiman kampung nelayan di Desa Bendar adalah untuk mempertahankan dan melestarikan fungsi bantaran sungai sebagai lahan penyerap polusi dan penghasil oksigen yang sangat membantu terciptanya lingkungan yang sehat dan baik.Kata Kunci: kualitas lingkungan, permukiman, nelayan.
INTERVENTION STRATEGY FOR COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE 3T REGION THROUGH THE FIVE MAIN OUTCOME AREAS (5 BHP) METHOD: STRATEGI INTERVENSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT WILAYAH 3T MELALUI METODE LIMA BIDANG HASIL POKOK (5 BHP) Fitri, Sania; Adi, Isbandi Rukminto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6782

Abstract

The Village Potential Economic Empowerment Program in the Agriculture and Livestock Sector in Bukit Permata Village, East Kutai Regency faces complex challenges as a frontier, outermost, and underdeveloped area with infrastructure limitations, geographical isolation, and low human resource quality. This study aims to analyze the intervention strategy of PT Bina Swadaya Konsultan in empowering the local community in Bukit Permata Village through PT I's Corporate Social Responsibility program. The method uses descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews and observations of program implementers and assisted groups. The results of this study indicate that the intervention strategy using the Five Main Result Fields method consisting of strengthening organizational, administrative, capital, productive business, and acceptance aspects has been successfully implemented systematically. The strategy begins by building trust through live-in approaches, door-to-door visits, and participation in community activities. The formation of Community Self-Help Groups becomes an effective forum for collective learning and developing productive businesses that provide real economic benefits to members.