Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALKAN PEMAHAMAN DATA DENGAN DASHBOARD MELALUI PELATIHAN VISUALISASI DATA UNTUK SISWA SMA N 1 KEMBANG JEPARA Fadlurohman, Alwan; Fauzi, Fatkhurokhman; Lestari, Febi Anggun; Sarah, Albertus Dion
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34893

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan memasuki era revolusi industri 4.0, pemanfaatan teknologi dalam aktivitas manusia semakin meningkat. Data kini menjadi aset berharga, dan kemampuan dalam mengumpulkan, menganalisis, serta menginterpretasi data telah menjadi keterampilan krusial dalam dunia kerja dan pendidikan. Pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di SMAN 1 Kembang Kabupaten Jepara, terdapat beberapa masalah utama, yaitu keterbatasan akses dan pemahaman siswa mengenai data, kurangnya pengalaman dalam visualisasi data, dan minimnya pemahaman tentang manfaat visualisasi data. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai data dan teknik visualisasi melalui penyampaian materi konseptual tentang konsep data dan visualisasi, penggunaan Google Data Studio, dan pembuatan dashboard visualisasi. Pelaksanaan PKM ini menggunakan metode interaktif dan demontrasi kepada siswa kelas 11 SMAN 1 Kembang sebanyak 20 orang. Hasil PKM menunjukkan bahwa siswa mampu meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep dasar data, jenis-jenis data, dan pentingnya visualisasi data. Siswa juga menunjukkan kemajuan yang baik dalam keterampilan teknis terkait penggunaan Google Data Studio untuk mengolah dan memvisualisasikan data. Mereka berhasil menerapkan berbagai fitur untuk menyusun grafik, diagram, dan visualisasi lain yang sesuai dengan data yang diberikan. Hasil visualisasi ini memperlihatkan kemampuan siswa dalam menyajikan data dengan cara yang informatif dan menarik.
Comparison between Average Linkage and K-Means Clustering Methods in Grouping Regencies or Cities by Open Unemployment Rate in Central Java Sarah, Albertus Dion; Supriadin, Supriadin; Widiyanti, Karin Dita; Arsusma, Jesicha Roselina; Triky, Yolan; Arum, Prizka Rismawati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v9i1.34232

Abstract

Unemployment is a serious social and economic problem that hinders growth, including in Central Java Province. Based on the National Labor Force Survey (Sakernas), the unemployment rate in Central Java Province reached 5.96% in February 2021, an increase of 1.76% compared to February 2020. This study aims to compare two clustering methods, namely Average Linkage and K-Means Clustering, in grouping regions based on three indicators: population size, regencies/cities Minimum Wage (UMK), and labor force size. Evaluation was performed using the Silhouette Coefficient value to assess cluster quality. The analysis results indicated that the K-Means Clustering method with 2 clusters is the most optimal approach for classifying the open unemployment rate in Central Java Province. This is demonstrated by a higher Silhouette Coefficient value of 0.676 for K-Means Clustering, compared to 0.444 for the Average Linkage method. This clustering result divides the region into 2 clusters, namely the first cluster consisting of 8 regencies/cities and the second cluster comprising 27 regencies/cities. These findings are expected to assist local governments in formulating targeted unemployment mitigation policies. Pengangguran merupakan masalah sosial dan ekonomi serius yang menghambat pertumbuhan, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), mencatat tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Tengah mencapai 5.96% pada Februari 2021, atau meningkat 1,76% dibandingkan Februari 2020. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua metode pengelompokan, yaitu Average Linkage dan K-Means Clustering, dalam mengelompokkan wilayah berdasarkan tiga indikator: jumlah penduduk, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), dan jumlah angkatan kerja. Evaluasi dilakukan menggunakan nilai Silhouette Coefficient untuk menilai kualitas cluster. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode K-Means Clustering dengan jumlah 2 cluster merupakan pendekatan yang paling optimal dalam mengelompokkan tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Silhouette Coefficient yang lebih tinggi, yaitu 0.676 untuk K-Means Clustering, dibandingkan dengan 0.444 pada metode Average Linkage. Hasil klasterisasi ini membagi wilayah menjadi 2 cluster, yaitu cluster pertama yang terdiri dari 8 Kabupaten/Kota dan cluster kedua yang mencakup 27 Kabupaten/Kota. Temuan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan penanggulangan pengangguran secara lebih tepat sasaran.