Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembaharuan Dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015: Studi Kasus di PT X Yolanda, Metta; Sasmitha, Cendana Anggun; Tawiri, Ndeva Helmi; Oxamudra, Levana; Ekawati, Yurida; Purnomo, Purnomo; Putrianto, Novenda Kartika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 4 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Ma Chung
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X merupakan perusahaan manufaktur karoseri bus dan minibus di Malang, Jawa Timur. Perusahaan dapat terus bersaing dengan perusahaan lain dengan salah satu caranya, yaitu melakukan perbaikan kualitas dari suatu barang yang diproduksi. Selain itu agar dapat terus bersaing, PT X juga perlu memperhatikan kegiatan ekspor yang bertujuan untuk memperluas akses pasar dan juga adanya perusahaan karoseri lain yang sudah memasarkan produknya ke luar negeri. Oleh karena itu, kegiatan ekspor dapat berjalan dengan lancar dan kualitas dari suatu produk yang diproduksi dapat terjamin, PT X harus mempunyai standarisasi sistem manajemen mutu internasional di perusahaannya. Salah satu standar internasional untuk menjamin sistem manajemen mutu adalah ISO 9001. Sertifikasi ini akan kedaluwarsa pada Desember 2022, sehingga perlu diperbarui dan dilengkapi dokumennya. Dokumen yang diperbaharui pada Klausul 5 (Kebijakan Mutu) adalah kebijakan mutu, struktur organisasi, job description, dan job specification. Dokumen baru yang dibuat pada Klausul 6 (Perencanaan) adalah analisis risiko dan sasaran mutu. Dokumen yang diperbaharui pada Klausul 7 (Dukungan) adalah form kalibrasi alat ukur dan form penilaian kepala bagian. Dokumen baru yang dibuat adalah SOP, instruksi kerja, dan induk internal. Upaya pembaruan dan pelengkapan dokumen ini bertujuan untuk menjaga mutu produk dan kelancaran ekspor PT X sesuai standar internasional ISO 9001:2015.
Quality Improvement of X Brand Tube Packaging PT XYZ Using the Six Sigma Method and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Oxamudra, Levana; Noya, Sunday; Ekawati, Yurida; Putrianto, Novenda Kartika; Oktiarso, Teguh; Purnomo, Purnomo
Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI) Vol. 5 No. 02 (2025): December 2025
Publisher : Teknik Industri Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/sakti.v5i02.167

Abstract

PT XYZ is a manufacturing company producing cosmetic products, including 180 ml lotion packaged in tubes. Production data from January to July 2024 indicate an average defect rate of 0.82%, exceeding the company’s maximum tolerance limit of 0.8%. This study aims to evaluate process performance using the sigma level, identify the root causes of packaging defects, and propose effective quality improvement measures. The research employs the Six Sigma methodology integrated with Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) through the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) framework. The results identify four dominant defect types: unsealed sealing, damaged caps, damaged batches, and dented containers. The initial process performance shows an average sigma level of 3.27, indicating suboptimal quality conditions. FMEA results reveal that the primary causes of defects are worn machine components, imprecise dosing and sealing mechanisms, and the absence of standardized work instructions. Improvement actions include replacing critical machine components, optimizing machine parameters, implementing bulk material viscosity control, and installing a leakage tester. Post-implementation evaluation demonstrates a significant improvement in quality performance, with the sigma level increasing to 4.30 and the average defect rate decreasing by 96.65%. These findings confirm that the integration of Six Sigma and FMEA is effective in reducing packaging defects and enhancing process stability in cosmetic manufacturing.