Panjaitan, Pranata Halasan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Monitoring Alih Fungsi Lahan Sawah dan Pemetaan Status Petani Berbasis Remote Sensing dan Geographic Information System di Subak Kerdung dan Subak Cuculan Kota Denpasar Panjaitan, Pranata Halasan; Lanya, Indayati; Bhayunagiri, Ida Bagus Putu
Agrotrop : Journal on Agriculture Science Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/AJoAS.2024.v14.i02.p15

Abstract

Monitoring The Conversion of Rice Fields and Mapping The Status of Farmers in Subak Kerdung and Subak Cuculan, Denpasar City. Subak Kerdung and Subak Cuculan are subaks that are included in the Green Open Space area of ??Denpasar City. The designation of this two subak as an open space areas for Denpasar City does not reduce the land conversion level. Therefore, it is necessary to have more protection by determining the area for Sustainable Food Agricultural Land (SFAL). Based on Government Regulation No. 25 of 2012, the preparation of SFAL needs to be equipped with a database, some of which are data on human resources and farmer status. This study aims to create a map of land-use change (2012-2021), a map of the distribution pattern of farmer status, and a human resources database. This study uses image analysis methods as well as surveys and mapping. The research stages include literature study, interpretation of satellite imagery, field surveys, image reinterpretation, and mapping and preparation of information systems. The results showed that for nine years, there was a conversion of 66.61 ha in Subak Kerdung and 22.62 ha in Subak Cuculan. The number of farmers in Subak Kerdung is 133 people, 121 people are sharecroppers with a total land area of ??93.2 (91.75%), and 18 people are owner farmers with a total land area of ??8.47 ha (8.25%). The number of farmers in Subak Cuculan was 24 people; 22 were sharecroppers with a total land area of ??7.43 ha (84.24%). Owner farmers opened two people with a total arable area of ??1.39 ha (15.76%). Farmers in Subak Kerdung and Subak Cuculan dominate the productive age (31-60 years). The average size of land cultivated by farmers in Subak Kerdung is 0.76 ha/person, and in Subak Cuculan is 0.36 ha/person. The results of this study are expected to be used by the Denpasar city government as a basis for evaluating and enforcing the law and as a reference for determining SFAL in Subak Kerdung and Subak Cuculan.
Penilaian Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Padi Sawah Irigasi (Oryza Sativa L.) di Kota Samarinda Panjaitan, Pranata Halasan; Darma, Surya; Sulistioadi, Yohanes Budi; Zulkarnain, Zulkarnain; Fahrunsyah, Fahrunsyah; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21945.76-82

Abstract

Sektor pertanian pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Namun, pada saat yang sama lahan pertanian semakin tergerus akibat terjadinya alih fungsi lahan. Perubahan ini menyebabkan lahan-lahan sawah produktif berubah yang menuntut penggunaan lahan sawah eksisting digunakan secara intens untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang menyebabkan menurunnya kondisi kesesuaian lahan dan  bervariasinya kemampuan produksi lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial tanaman padi sawah di Kota Samarinda dan memberikan arahan untuk mengatasi faktor-faktor pembatas. Penelitian ini menggunakan metode metode matching yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman berdasarkan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual komoditas padi di Kota Samarinda secara keseluruhan tergolong kelas S2 (cukup sesuai) berada pada subkelas S2nr,na dan S2nr dengan faktor pembatas KTK, P-Tersedia, KB dan pH tanah. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian lahan yaitu dengan pengapuran tanah, penambahan bahan organik dan pemupukan yang akan meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S1 (sangat sesuai).